Penis Lecet, Ini Penyebab dan Cara Menanganinya

Oleh dr. Dyah Novita Anggraini pada 06 Mar 2018, 09:59 WIB
Penis lecet belum tentu menandakan Anda menderita infeksi menular seksual. Berikut ini beberapa penyebabnya.
Penis Lecet, Ini Penyebab dan Cara Menanganinya (Polkadot Photo/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Penis lecet dapat disebabkan oleh banyak hal, dan tidak selalu berhubungan dengan infeksi menular seksual. Jika Anda mengalaminya, sebaiknya segera menemui dokter karena bisa saja kondisi tersebut berbahaya. Berikut ini adalah beberapa penyebab lecet pada penis dan cara menanganinya:

1. Aktivitas seksual

Aktivitas seksual yang berlebihan, seperti onani berlebihan atau hubungan seksual dengan kondisi kurangnya pelumas, mudah menyebabkan penis menjadi lecet di bagian batang dan kepala penis. 

2. Infeksi bakteri di kulit

Jika terdapat infeksi bakteri di kulit, biasanya akan muncul keluhan penis lecet yang kemudian dapat muncul lentingan berisi cairan di area penis. Kondisi ini biasanya berkaitan dengan penyakit kulit impetigo bullosa yang membutuhkan pemberian antibiotik untuk mengatasi infeksi bakteri tersebut.

3. Infeksi virus di kulit

Infeksi virus yang mengakibatkan penis lecet dapat disebabkan infeksi penyakit menular seksual, seperti herpes genital dan sifilis. Pada herpes genital, gejala yang muncul adalah adanya lecet pada penis disertai kemerahan, lentingan berisi cairan disertai rasa panas di area tersebut.

Sedangkan pada sifilis, gejala yang timbul adalah luka dan lecet pada penis disertai pembengkakan kelenjar getah bening di area paha dan selangkangan, demam, nyeri otot, dan rasa terbakar saat berkemih.

  • Balanitis

Balanitis adalah peradangan pada ujung kepala penis yang disebabkan infeksi jamur. Gejalanya meliputi lecet, luka dan kemerahan pada penis. Jika berlanjut, gejalanya akan menyebabkan kepala penis membengkak disertai nyeri lalu keluar cairan dan rasa tidak nyaman saat buang air kecil.

  • Skabies

Skabies adalah penyakit kulit yang disebabkan parasit Sarcoptes scabiei. Gejalanya berupa bintik kemerahan di seluruh tubuh, termasuk alat genital disertai rasa gatal terutama pada malam hari.

  • Alergi obat  

Gejala alergi obat dapat berkembang dalam waktu 30 menit sampai 16 jam setelah mengonsumsi obat. Beberapa gejalanya adalah luka disertai rasa panas atau terbakar di area genital.

  • Iritasi bahan kimia

Penis merupakan area yang sangat sensitif dan mudah bereaksi dengan senyawa kimia lainnya. Sehingga, jika terjadi gangguan iritasi akan muncul gejala luka, lecet dan kemerahan di area penis.

Jenis senyawa kimia yang biasa menimbulkan iritasi adalah sabun mandi, detergen yang tidak terbilas dengan baik di celana dalam, cairan lubrikan yang digunakan sebagai pelumas saat berhubungan seksual, dan zat spermisida yang terdapat di dalam kondom. 

Jika Anda tiba-tiba mengalami luka lecet di penis tanpa adanya riwayat aktivitas seksual, segera konsultasikan ke dokter agar mendapatkan pemeriksaan fisik lebih lanjut. Karena beberapa kelainan kulit membutuhkan wawancara medis mendetail dan pemeriksaan kulit secara langsung. Melalui wawancara medis dan pemeriksaan kulit langsung, dokter akan menentukan apakah keluhan lecet pada penis termasuk berbahaya atau tidak. 

Untuk mencegah terjadinya penis lecet, Anda juga dapat mulai melakukan pencegahan, seperti rutin membersihkan penis saat mandi, mengeringkan area penis sebelum menggunakan celana dalam, hindari memakai celana dalam yang ketat, mengenali bahan-bahan yang membuat Anda alergi dan hindarilah, dan yang terpenting adalah menghindari aktivitas seksual yang tidak aman seperti sering berganti pasangan seksual.

[RS/ RVS]

sugaagussugaagus

bisakah konsultasi sama dokter nya