Bolehkah Berhubungan Intim Saat Keputihan?
searchtext customer service

Bolehkah Berhubungan Intim Saat Keputihan?

Ketika wanita sedang mengalami keputihan, bolehkah berhubungan intim dengan pasangan? Cari tahu jawabannya di sini, ya.
Bolehkah Berhubungan Intim Saat Keputihan?

Klikdokter.com, Jakarta Keputihan adalah kondisi keluarnya cairan bening atau keputihan dari vagina. Hal ini pasti dialami wanita dan berkaitan dengan hormon kesuburan yaitu estrogen. 

Keputihan tidak selalu menjadi masalah kesehatan. Namun, bolehkah berhubungan saat keputihan? Ketahui jawabannya dalam ulasan berikut.

Apakah Boleh Berhubungan Saat Keputihan?

Apakah Boleh Berhubungan Saat Keputihan?

Keputihan terbagi menjadi dua jenis, yaitu keputihan fisiologis atau normal dan patologis atau abnormal. 

Keputihan normal jumlahnya dapat bervariasi antarwanita dan sangat dipengaruhi siklus haid. Umumnya keputihan ini lebih disadari terjadi saat dua minggu menjelang masa haid, saat kehamilan, ataupun pada penggunaan pil KB hormonal. 

Artikel lainnya: Keputihan Anda Berbau? Mungkin Ini Penyebabnya

Lantas, apakah boleh berhubungan saat keputihan? Sebenarnya cairan yang keluar saat keputihan memiliki beberapa fungsi, salah satunya sebagai pelumas ketika berhubungan intim.

Pada keadaan normal, produksi lendir keputihan berkisar antara 2-5 ml per hari. Namun, saat ada rangsangan seksual, produksi lendir keputihan dapat bertambah banyak, mengingat fungsinya sebagai pelumas. 

Jadi, selama keputihan yang kamu alami bersifat fisiologis atau normal, maka tentu boleh saja berhubungan intim dengan pasangan.

Sebaliknya, keputihan patologis atau tidak normal biasanya terjadi akibat infeksi bakteri, jamur, atau parasit. Ketika cairan yang keluar dari vagina kamu memiliki gejala tidak normal, disarankan tidak melakukan hubungan intim. 

Beberapa gejala keputihan tidak normal yaitu:

  • Berbau
  • Berwarna kekuningan atau kehijauan
  • Berwarna putih dan bergumpal seperti susu basi
  • Menimbulkan keluhan gatal, nyeri, dan sebagainya

Berhubungan Saat Keputihan, Apa Efeknya bagi Pasangan?

Berhubungan Saat Keputihan, Apa Efeknya bagi Pasangan?

Berhubungan seks saat keputihan normal boleh dilakukan. Efek berhubungan intim saat keputihan normal umumnya tidak ada untuk pasangan kamu.

Sebaliknya, berhubungan saat muncul keputihan abnormal tidak disarankan. Rasa tidak nyaman dapat timbul saat berhubungan intim. 

Selain itu, pasangan kamu juga bisa tertular penyakit menular seksual (PMS) bila keputihan abnormal yang kamu alami disebabkan oleh infeksi. 

Artikel lainnya: Ciri-Ciri Keputihan Normal yang Harus Wanita Tahu

Beberapa contoh IMS atau infeksi menular seksual yang dapat menimbulkan gejala keputihan adalah gonore, trikomoniasis, dan klamidia. Bila sudah menulari pasangan, pastinya kamu dan pasangan harus sama-sama diobati hingga tuntas.

Agar terhindar dari keputihan abnormal khususnya yang disebabkan IMS, kamu bisa melakukan beberapa cara di bawah ini:

  • Hindari hubungan seksual berisiko, seperti berganti pasangan
  • Gunakan kondom apabila berhubungan intim untuk menghindari infeksi seksual
  • Rutin pemeriksaan IMS, baik kamu maupun pasangan
  • Segera berobat apabila ada gejala keputihan abnormal

Beberapa cara mencegah keputihan berlebih atau tidak normal lainnya yaitu:

  • Pastikan area vagina selalu bersih, bilas dengan air hangat dari sisi depan ke belakang
  • Keringkan area vagina dan sekitarnya setelah mandi, buang air kecil, atau buang air besar
  • Hindari membersihkan vagina dengan produk pembersih area kewanitaan seperti cairan, spray, dan bedak. Cara ini dapat menyebabkan terganggunya keseimbangan flora normal di area vagina 
  • Jangan menggunakan celana (termasuk celana dalam) yang terlalu ketat
  • Ganti celana dalam setiap hari
  • Gunakan celana dalam yang bahannya menyerap keringat seperti katun
Baca Juga

Boleh saja berhubungan intim dengan pasangan, selama keputihan yang kamu alami adalah keputihan normal. Jika ragu dengan jenis keputihan yang dialami, tak ada salahnya untuk memeriksakan diri ke dokter. 

Konsultasi dokter online gratis di aplikasi KlikDokter, lebih cepat dan mudah. #JagaSehatmu, jangan tunggu sakit!

(FR/JKT)

Referensi:

International Society for Sexual Medicine. Diakses 2022. What is vaginal discharge and what is the purpose of it?

ARTIKEL TERKAIT

Penyebab Sering Keputihan pada Remaja

Info Sehat
14 Jul

Ramuan Tradisional untuk Merawat Vagina, Amankah?

Info Sehat
13 Jul

Bahaya di Balik Keputihan Menggumpal

Info Sehat
12 Jul

Perubahan Bentuk Vagina Sebelum Hamil dan Setelah Melahirkan

Info Sehat
06 Jul

Sariawan pada Vagina, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Info Sehat
28 Jun

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat