Fungsi Obat Kumur dan Jenis-jenisnya

Oleh drg. Diego Dimas M.M pada 13 Mar 2018, 08:30 WIB
Kenali manfaat obat kumur dan jenis-jenisnya berikut ini.
Fungsi Obat Kumur dan Jenis-jenisnya (Lakov Filimonov/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Semua orang pasti sudah tahu bahwa menyikat gigi dua kali sehari vital untuk kesehatan mulut. Begitu juga dengan membersihkan karang gigi. Namun, bagaimana dengan obat kumur?

Bisa dibilang, obat kumur kerap dilupakan dalam perawatan mulut, padahal juga sama pentingnya dengan aktivitas menyikat gigi. Obat kumur tak hanya berguna untuk membasmi bau mulut, tetapi juga bisa membantu mengurangi penimbunan plak, bahkan mencegah gigi berlubang.

Karena itu, obat kumur adalah salah satu cara untuk melawan masalah pada gigi dan mulut. Apalagi obat kumur berbentuk cairan, sehingga dapat masuk ke sela-sela gigi, dan menjangkau daerah yang tidak bisa dicapai dengan sikat gigi. Selain itu, obat kumur sering menjadi pilihan para spesialis penyakit mulut untuk memberikan perawatan dan mengendalikan bakteri pada kasus-kasus tertentu.

Obat kumur yang ada di pasaran memiliki fungsi yang beragam. Ada yang berguna untuk menyegarkan napas, hingga ada pula yang bermanfaat dalam penyembuhan radang gusi. Untuk itu, sebelum membeli obat kumur yang tepat, perhatikan apakah kandungannya sesuai dengan keluhan atau kebutuhan Anda.

Berikut adalah jenis-jenis obat kumur yang ada di pasaran:

  1. Obat kumur berbasis fluoride

Flouride adalah bahan yang paling sering ditemukan di dalam obat kumur. Di dalam produk berbasis fluoride, bisa ditemukan zat-zat aktif seperti:

  • Potassium nitrate (KNO3)

Selain bekerja sebagai pereda sensasi ngilu, kandungan ini juga memberikan efek soothing dengan cara memblok sinyal ke saraf dari tubuli dentin (lubang kecil pada gigi).

  • Sodium flouride (NaF)

Sodium fluoride adalah zat yang bisa diserap oleh email (bagian terluar gigi), sehingga akan melekat dan pembantu pembentukan email, sekaligus memberikan efek basa. Dengan demikian, karies atau lubang gigi dapat diminimalkan kemunculannya.

  1. Obat kumur berbasis essential oil

Tahukah Anda, obat kumur berbasis essential oil adalah obat kumur terlama yang ada di pasaran karena sudah ada sejak tahun 1914?  Obat kumur ini bekerja dengan merusak dinding sel bakteri sehingga tidak terjadi perkembangan lebih lanjut dan mengurangi pembentukan plak. Di dalam obat kumur berbasis essential oil, bisa ditemukan zat aktif sebagai berikut:

  • Eucalyptol (C10H18O)

Eucalyptol memberikan efek penetrasi terhadap kuman dan plak pada gigi.

  • Menthol (C10H20O)

Mentol dapat berfungsi sebagai efek pereda tenggorokan.

  • Methyl salicylate (C8H8O3)

Kandungan ini sudah dikenal dapat meredakan sakit.

  • Thymol (C10H14O)

Ekstrak dari daun thymol ini memiliki efek antimicrobial sehingga dapat melemahkan pertumbuhan bakteri.

Perlu diketahui bahwa obat kumur berbasis essential oil biasanya mengandung alkohol dan memiliki aroma yang khas, sehingga bisa saja menimbulkan reaksi alergi pada beberapa orang. Karena itu, obat kumur jenis ini bukan untuk semua orang.

  1. Obat kumur berbasis zink

Obat kumur berbasis zink adalah salah satu obat kumur yang cukup modern, yang berfungsi untuk menghambat pertumbuhan bakteri. Di dalamnya bisa ditemukan zat-zat aktif sebagai berikut:

  • Potassium citrate (K3C6H5O7)

Potassium citrate dapat memberikan efek menenangkan dengan cara menutup reaksi ujung saraf, sehingga tidak merasa ngilu terhadap rangsangan. Karena itu, zat ini cocok untuk orang yang menderita gigi sensitif.

  • Zinc sulfate (ZnSO4)

Zinc sulfate memiliki efek antimikrobial dan antioksidan sehingga dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme. Dengan kata lain, zat ini mampu melawan kuman penyebab radang pada mulut. Zat aktif ini bekerja baik khususnya untuk mereka yang memiliki masalah pada gusi.

  1. Obat kumur berbasis chlorhexidine

Biasanya obat kumur ini dipakai pada perawatan khusus dokter gigi, misalnya untuk kasus gingivitis dan periodontitis. Chlorhexidine adalah suatu zat yang sangat efektif melawan kuman pada gigi dan mulut. Selain itu, zat ini mampu menghalau bakteri anaerob dan aerob, bahkan jamur. Namun, pemakaiannya dalam jangka waktu lama dapat mengakibatkan stain (pewarnaan pada gigi) dan berisiko menimbulkan reaksi alergi.

Obat kumur terbukti memiliki efektifitas yang baik dalam melawan kuman, sehingga bermanfaat untuk mengatasi masalah gigi dan mulut. Agar fungsinya lebih maksimal lagi, penting bagi Anda untuk memperhatikan kandungannya sebelum membeli. Pastikan bahwa zat aktif di dalamnya sesuai dengan keluhan atau kebutuhan Anda.

[RS/ RVS]