Rutin Sarapan Gandum Turunkan Risiko Diabetes?

Oleh dr. Rio Aditya pada 13 Mar 2018, 10:42 WIB
Banyak yang mengganti nasi dengan gandum sebagai menu sarapan karena dipercaya bisa mencegah diabetes. Ini faktanya.
Rutin Sarapan Gandum Turunkan Risiko Diabetes? (Axente Vlad/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Diabetes melitus tipe 2 adalah penyakit yang semakin hari semakin bertambah jumlah penderitanya. Di dunia sendiri, prevalensi diabetes melitus tipe 2 terus mengalami peningkatan. Tak heran, kini orang semakin menjaga diri dengan memilih gandum sebagai menu sarapan di pagi hari.

Penyakit diabetes terjadi ketika tubuh tidak bisa menghasilkan cukup insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang dihasilkan. Dampak dari penyakit diabetes ini sangatlah besar.

Berdasarkan data dari WHO (World Health Organization), diabetes melitus merupakan salah satu dari 10 penyakit penyebab kematian terbanyak di dunia.

Jika diteliti lebih jauh lagi, diabetes juga merupakan faktor risiko untuk penyakit lainnya yang berbahaya seperti penyakit jantung, strok, gangguan ginjal, kebutaan, kerusakan saraf, dan juga amputasi kaki.

Diabetes tipe 2 biasanya mulai terjadi ketika seseorang memasuki usia 50-an, baik laki-laki maupun wanita. Walaupun banyak sekali dampak negatif yang bisa terjadi akibat penyakit diabetes, sebenarnya dengan perubahan gaya hidup saja, Anda bisa mengurangi risiko terkena penyakit tersebut.

Apa yang dimaksud dengan gaya hidup sehat?

Pertama, menjaga berat badan tetap ideal, mengonsumsi makanan yang sehat, olahraga dengan rutin setidaknya 30 menit tiap harinya, tidak merokok ataupun mengonsumsi alkohol berlebihan.

Mengenai makanan yang sehat, mungkin Anda bingung bagaimana harus memulainya. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengganti sumber karbohidrat yang dikonsumsi.

Jika sebelumnya Anda lebih sering mengonsumsi karbohidrat simpel atau yang diproses seperti nasi putih, pasta, dan mie, maka kini Anda harus mulai menggantinya dengan karbohidrat kompleks seperti gandum.

1 of 2

Mengapa gandum?

Terdapat bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa diet sehat yang kaya akan gandum murni (whole grain) dapat melindungi dari diabetes. Sebaliknya, diet yang tinggi akan karbohidrat terproses akan meningkatkan risiko diabetes.

Studi lain yang dilansir dari Nurse’s health Studies I and II  meneliti kebiasaan makan atau diet dari 160,000 wanita yang diteliti selama 18 tahun. Sebanyak 30% wanita yang mengonsumsi setidaknya 2 sampai 3 porsi gandum setiap harinya ternyata lebih terlindungi dari diabetes dibandingkan dengan wanita yang jarang mengonsumsi gandum dalam kesehariannya.

Pada penelitian lainnya yang menggabungkan berbagai studi mengenai efek protektif dari gandum terhadap diabetes pun mendapatkan hasil yang serupa. Bahwa orang yang terbiasa mengonsumsi gandum setiap harinya (setidaknya 2 porsi), dapat mengurangi risiko diabetes sebesar 21%.

Jika dilihat, mungkin angka ini tidak fantastis, sebab baru berasal dari perubahan diet saja. Jika hanya dengan perubahan diet semata gandum dapat mengurangi risiko sebesar 21-30%, apabila dikombinasikan dengan gaya hidup sehat lainnya, angka ini dapat bertambah besar.

Meski demikian, bukan berarti gandum bisa dijadikan obat atau semacam ramuan ajaib melawan diabetes. Kombinasi dari diet sehat lainnya dan olahraga juga berperan. Gandum utuh lebih sulit dicerna oleh enzim pencernaan manusia sehingga gula yang dihasilkan akan dilepaskan secara perlahan ke darah.

Hal ini membuat kadar gula di dalam darah akan menjadi lebih stabil dan kerja pabrik insulin di tubuh tidak  menjadi berlebihan. Alhasil, penyakit diabetes melitus tipe 2 dapat dicegah. 

Gaya hidup sehat dapat dimulai dari hal kecil seperti mengubah jenis karbohidrat. Anda dapat dengan mudah mendapatkan berbagai produk yang berbahan gandum utuh di toko-toko swalayan dan juga di pasar tradisional.

Selain mengonsumsi gandum sebagai menu sarapan, Anda juga perlu berolahraga secara teratur dan menghindari kebiasaan buruk seperti merokok atau konsumsi alkohol. Lakukan juga pemeriksaan kadar gula darah secara rutin dan kurangi konsumsi gula agar terhindar dari risiko terkena diabetes.

[NP/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓