Kiat Menerima Kekalahan dalam Sebuah Kompetisi

Oleh Novita Permatasari pada 13 Mar 2018, 16:23 WIB
Mengikuti sebuah kompetisi perlu mental kuat, tidak hanya dalam meraih kemenangan, tetapi juga dalam menerima kekalahan.
Kiat Menerima Kekalahan dalam Sebuah Kompetisi (PrinceOfLove/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Dalam kompetisi apapun, pastilah akan ada pemenang dan juga akan ada yang tersisih. Anda perlu tahu kiat untuk menerima kekalahan agar terhindar dari risiko timbulnya depresi.

Senin (12/3) malam, salah satu kontestan kompetisi menyanyi, Indonesian Idol,  Marion Jola tersingkir dari kompetisi itu. Langkah peserta asal Kupang tersebut terhenti di babak enam besar kompetisi tersebut.

Tersingkirnya Marion Jola tentu mengguncangkan hati para Lavers, yakni sebutan bagi para penggemar wanita bersuara seksi itu. Beberapa terlihat menangis karena idolanya harus turun dari panggung kompetisi menyanyi tersebut. Tak hanya para juri dan Lavers, saat nama Marion disebutkan harus pulang, kontestan yang sebelumnya berprofesi sebagai model ini tampak kaget.

Sejak awal proses audisi, Marion termasuk salah satu kontestan yang digadang-gadang akan masuk ke babak final. Selain disukai juri karena suaranya yang terkesan manja dan dinilai memiliki aura bintang, penampilan Marion yang atraktif selalu mencuri hati para penonton. Nyatanya, tak seperti yang diharapkan. Marion mendapatkan voting terendah dan harus ikhlas meninggalkan gelanggang. Ia pun tak kuasa menahan tangis.

Pahami kiat menerima kekalahan

Kompetisi memang menyenangkan, terlebih lagi jika Anda benar-benar menang. Karena menurut ahli sosial bernama Sander van der Linden Ph.D., daya saing adalah sifat biologis manusia yang saling berkaitan antara kebutuhan dasar dan kelangsungan hidup manusia.

Namun ketika harus menerima kekalahan, Anda perlu mengetahui kiat untuk mengatasi agar Anda tak terlalu lama larut dalam kesedihan atas kekalahan tersebut. Berikut ini adalah kiat-kiat yang dapat Anda coba:

1. Ucapkan selamat kepada lawan

Memuji lawan atau kompetitor adalah cara yang berkelas untuk menerima kekalahan. Meskipun awalnya Anda mungkin memiliki reaksi spontan terhadap kekalahan, tetap tawarkan jabat tangan dan berikan ucapan selamat untuk menunjukkan sportivitas Anda.

2. Buat daftar keuntungan

Buat daftar hal-hal yang Anda peroleh dari berpartisipasi di kompetisi tersebut. Penting untuk diingat bahwa persaingan adalah sebatas kemenangan dan kekalahan.

Jadi, tuliskan berbagai manfaat yang Anda peroleh setelah mengikuti kompetisi, misalnya seperti latihan khusus dari para ahli, interaksi sosial dengan teman baru, serta kemampuan dalam hal keterampilan. Cara ini dapat Anda gunakan untuk memusatkan perhatian pada hal-hal yang positif, sehingga Anda dapat menerima kekalahan yang ada.

3. Pergi berlibur

Nikmati liburan yang santai, misalnya ke pantai atau staycation di puncak. Kekalahan dari sebuah kompetisi berisiko menimbulkan pikiran dan emosi negatif, yang dapat menyebabkan masalah kesehatan mental jika terlalu lama tak diatasi.

Liburan dapat kembali meningkatkan semangat Anda dan memunculkan pemikiran yang lebih optimis untuk masa depan. Jika tak sempat berlibur, Anda dapat menonton film komedi di bioskop, menyaksikan acara TV favorit, atau mencari video dan meme yang menghibur.

4. Hadiah untuk diri sendiri

Beri apresiasi pada diri sendiri dengan sebuah hadiah. Menang atau kalah, kerja keras Anda pantas untuk dihargai. Belilah barang kesukaan atau lakukan wisata kuliner ke restoran yang sudah lama ingin Anda datangi.

Menerima kekalahan dalam sebuah kompetisi memang butuh waktu. Namun, terlalu lama larut dalam kesedihan juga tidak baik. American Heart Association menyatakan sebanyak 33% orang terkena serangan jantung karena depresi dan mengalami kesedihan dalam jangka waktu lama.

Hal ini diamini oleh dr. Sepriani Timurtini Limbong, bahwa saat Anda merasa sedih, hormon kortisol akan meningkat. Hormon ini menyebabkan kadar gula tidak stabil, tekanan darah meningkat, hingga terjadinya gangguan tidur.

“Hormon kortisol dan interleukin secara tidak langsung juga akan memengaruhi struktur dan lebar pembuluh darah. Sehingga, bila terjadi terus-menerus, pembuluh darah dapat mengalami kerusakan,” jelasnya. Kondisi ini nantinya berisiko menimbulkan penyakit stroke dan serangan jantung.

Jadi, menjaga semangat Anda tetap tinggi untuk melanjutkan hidup adalah pilihan terbaik untuk menerima kekalahan, seperti apa yang dialami oleh Marion Jola. Lakukan kiat-kiat di atas agar Anda terhindar dari risiko depresi dan penyakit jantung akibat dari sebuah kekalahan.

[RVS]

Mullis JieMullis Jie

cara lebih kuat saat perhubungan bagimana