Mengenal Tahapan AIDS dari Gejala HIV

Oleh dr. Sara Elise Wijono MRes pada 22 Apr 2020, 15:14 WIB
Perjalanan dari HIV fase akut hingga menjadi AIDS dapat berlangsung selama 10 tahun. Ada tiga tahap perkembangan infeksi HIV menjadi AIDS.
Mengenal Tahapan AIDS dari Gejala HIV

Klikdokter.com, Jakarta HIV (human immunodeficiency virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, khususnya sel CD4 atau biasa disebut sel T. Sel ini berperang untuk membantu tubuh melawan infeksi. 

Seiring berjalannya waktu, jika tidak ditangani dengan baik, HIV dapat menyebabkan berkurangnya jumlah sel CD4 sehingga tubuh tidak mampu melawan infeksi dan penyakit. 

Ketika terinfeksi HIV, biasanya orang tidak langsung menyadarinya. Hal ini karena infeksi HIV tahap awal sering kali hanya menimbulkan gejala yang ringan. Kondisi ini umumnya baru terdeteksi saat sudah memasuki tahap lanjut. 

Perlu diketahui juga bahwa HIV tidak selalu berkembang menjadi AIDS. Jika infeksi HIV dideteksi dan diobati sejak dini, maka dapat mengendalikan kondisi penderita dengan baik.  

Artikel Lainnya: Mengenal Gejala HIV Tahap Lanjut

1 of 3

Tahap Perkembangan HIV Menjadi AIDS

Tahap Perkembangan HIV Menjadi AIDS
Tahap Perkembangan HIV Menjadi AIDS

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika Serikat, infeksi HIV hingga menjadi AIDS dibagi menjadi tiga fase, yaitu fase akut, laten, dan AIDS. Berikut penjelasan lengkap mengenai tahap HIV menjadi AIDS:

  1. Fase Akut

Saat fase awal atau akut, gejala HIV tidaklah khas, terkadang hanya seperti selesma biasa. Gejala ini muncul sekitar dua sampai empat minggu setelah terinfeksi HIV, dan bisa bertahan beberapa minggu. 

Karena hanya menimbulkan keluhan yang ringan, banyak yang tidak menyadari bahwa dirinya terinfeksi HIV sampai muncul gejala beberapa tahun kemudian. Misalnya, mudah terserang penyakit atau kesehatan tubuh menurun drastis. Saat hal itu terjadi, kebanyakan pasien sudah jatuh pada tahapan AIDS.

  1. Fase Laten

Dikenal juga dengan istilah HIV asimtomatik, pada fase ini sering kali tidak muncul gejala apa pun. Walau demikian, HIV tetap aktif dalam tubuh dan menularkannya ke orang lain.

Pada mereka yang tidak mengonsumsi obat anti-HIV, fase laten bisa berlangsung sekitar 10 tahun atau lebih. Di sisi lain, jika infeksi cepat diketahui dan mengonsumsi obat secara rutin, HIV asimtomatik bisa berlangsung hingga berpuluh-puluh tahun.

Artikel Lainnya: Cara Mendeteksi Gejala HIV Sesuai Stadium

  1. AIDS

AIDS merupakan tahap akhir dari HIV. Perjalanan dari HIV fase laten menjadi AIDS dapat bervariasi. 

Perburukan menjadi AIDS pada orang yang mengalami HIV bergantung pada beberapa faktor, seperti pengaruh genetik, kondisi kesehatan sebelum terinfeksi HIV, jumlah virus di dalam tubuh, seberapa cepat diagnosis setelah terinfeksi HIV, kontrol rutin ke dokter atau tidak, kepatuhan minum obat, dan gaya hidup.

2 of 3

Penanganan untuk Infeksi HIV

Penanganan untuk Infeksi HIV
Penanganan untuk Infeksi HIV

Pengobatan utama untuk infeksi HIV adalah terapi antiretroviral. Terapi ini membantu melindungi sel CD4 sehingga mampu menjaga sistem kekebalan tubuh lebih kuat.

Terapi antiretroviral juga membantu agar HIV tidak berkembang menjadi AIDS. Tak hanya itu, terapi ini dapat mengurangi risiko penularan HIV kepada orang lain.

Apabila terapi ini dihentikan, HIV dapat kembali menyerang sel CD4. Akibatnya, sistem kekebalan tubuh penderita kembali menurun dan mudah terserang berbagai penyakit. 

Bila seseorang terinfeksi HIV, virus akan berada di dalam tubuhnya seumur hidup. Pengobatan yang ada memang belum dapat menghilangkan virus HIV 100 persen dari dalam tubuh, tetapi dapat mengontrolnya sehingga dapat memperpanjang umur penderita, menjaga kekebalan tubuh, dan menurunkan kemungkinan menularkan ke orang lain.

Jika Anda merasa berisiko terkena HIV, segera lakukan tes agar dapat didiagnosis lebih awal dan jika memang positif dapat diberikan pengobatan langsung. Dengan pengobatan teratur sejak dini, maka dapat memperlambat kemungkinan menjadi AIDS. 

Apabila masih memiliki pertanyaan seputar HIV atau masalah kesehatan lainnya, jangan sungkan untuk berkonsultasi dengan dokter kami. Gunakan layanan Live Chat yang tersedia di aplikasi KlikDokter. Gratis!

[FY/ RS]

Lanjutkan Membaca ↓