Mengenal Tahapan AIDS dari Gejala HIV

Oleh dr. Anita Amalia Sari pada 20 Mar 2018, 11:13 WIB
AIDS merupakan tahapan terparah dari infeksi HIV yang dapat dicegah atau diperlambat melalui pengobatan yang benar.
Mengenal Tahapan AIDS dari Gejala HIV (Desinger491/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Sebelum mengenal lebih jauh mengenai Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS), ada baiknya memahami tentang Human Immunodeficiency Virus (HIV) terlebih dulu. HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, khususnya sel CD4 atau biasa disebut sel T. Sel ini berperang untuk membantu tubuh melawan infeksi. Seiring berjalannya waktu, jika tidak ditangani dengan baik, HIV dapat menyebabkan berkurangnya jumlah sel CD4 sehingga tubuh tidak dapat melawan infeksi dan penyakit.

HIV dan AIDS ditularkan melalui kontak langsung dengan cairan tubuh orang yang mengalami HIV/AIDS. Cairan tubuh yang dimaksud antara lain darah, air mani, cairan praejakulasi, cairan vagina, cairan dari dubur dan air susu ibu. Maka tak jarang HIV dan AIDS ditularkan melalui hubungan seksual atau bertukar jarum suntik dengan orang yang mengalami HIV.

Selain itu, HIV juga bisa menular dari ibu ke anak saat hamil, melahirkan, ataupun menyusui. Pemberian obat antiretroviral (ART) atau obat HIV sebelum dan setelah melahirkan dapat memperkecil kemungkinan penularan HIV dari ibu ke anak.

HIV dan AIDS tidak ditularkan melalui udara ataupun gigitan serangga. Selain itu, Anda juga tidak akan terjangkit HIV dan AIDS dari memeluk atau berjabat tangan dengan penderitanya.

1 of 2

AIDS, tahapan terakhir HIV

Orang yang hidup dengan HIV/AIDS dikenal dengan sebutan ODHA. Berdasarkan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika Serikat, terdapat tiga tahapan dari HIV, yaitu fase akut, laten, dan AIDS.

AIDS merupakan tahap akhir dari HIV. Perjalanan dari HIV fase akut menjadi AIDS dapat berlangsung selama 10 tahun, bisa lebih ataupun kurang. Perburukan menjadi AIDS pada orang yang mengalami HIV bergantung pada beberapa faktor, seperti pengaruh genetik, kesehatan sebelum terinfeksi HIV, jumlah virus di dalam tubuh, seberapa cepat diagnosis setelah terinfeksi HIV, kontrol rutin ke dokter atau tidak, kepatuhan minum obat, dan gaya hidup.

Saat fase awal atau akut, gejala HIV tidaklah khas, terkadang hanya seperti selesma biasa. Sehingga, banyak yang tidak menyadari bahwa dirinya terinfeksi HIV sampai muncul gejala kekebalan tubuh yang menurun, seperti mudah terserang penyakit dan kesehatan tubuh menurun drastis beberapa tahun kemudian. Saat hal itu terjadi kebanyakan pasien sudah jatuh pada tahapan AIDS.

Orang yang sudah terkena AIDS memiliki sistem kekebalan tubuh yang sangat buruk sehingga mudah terkena penyakit oportunistik, yaitu infeksi yang pada orang normal tidak menyebabkan penyakit tetapi pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang buruk dapat menimbulkan penyakit. Seseorang didiagnosis mengalami AIDS bila saat pemeriksaan nilai CD4-nya di bawah 200 sel/mm3 atau bila muncul infeksi oportunistik. Normalnya, di dalam tubuh yang sehat nilai CD4 berkisar antara 500–1600 sel/mm3.

Bila seseorang terinfeksi HIV, virus akan berada di dalam tubuhnya seumur hidup. Pengobatan yang ada memang belum dapat menghilangkan virus HIV 100% dari dalam tubuh, tetapi dapat mengontrolnya sehingga dapat memperpanjang umur penderita, menjaga kesehatan, dan menurunkan kemungkinan menularkan ke orang lain. Dengan kata lain, mengonsumsi obat anti HIV secara benar setiap hari dapat mencegah atau memperlambat perburukan menjadi AIDS.

Tanpa adanya pengobatan, penderita AIDS dapat bertahan hidup hingga 3 tahun. Prognosis pun menurun drastis ketika seorang penderita AIDS mengalami infeksi oportunistik, yaitu menjadi satu tahun. Umumnya gejala yang dikeluhkan ialah demam, menggigil, berkeringat, pembesaran kelenjar getah bening, lemas, dan penurunan berat badan. Kemungkinan orang yang sudah terkena AIDS untuk menularkan pada orang lain sangat tinggi.

Jika Anda merasa berisiko terkena HIV, segera lakukan tes agar dapat didiagnosis lebih awal dan jika memang positif dapat diberikan pengobatan langsung. Dengan diberikannya pengobatan teratur sejak awal, maka dapat memperlambat kemungkinan menjadi AIDS. Selain itu, hindari seks bebas dan penyalahgunaan narkotika, sehingga dapat mengurangi kemungkinan penularan HIV yang dapat berujung pada AIDS. Sayangilah hidup Anda.

[RS/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓