Banyak Makan Karena Cemas? Ini Solusinya

Oleh Bobby Agung Prasetyo pada 22 Mar 2018, 12:58 WIB
Hati-hati, jangan sampai rasa cemas membuat Anda banyak makan hingga membahayakan kesehatan.
Banyak Makan Karena Cemas? Ini Solusinya (Vgstockstudio/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Cemas merupakan perasaan gelisah, khawatir atau takut yang menghampiri di kondisi tertentu. Normalnya, rasa cemas akan muncul ketika Anda tidak mampu mengontrol sesuatu, hingga akhirnya dapat membuat Anda stres dan berimbas pada banyak makan.

“Kecemasan dalam kadar tertentu ataupun sedikit nyatanya dapat membantu, misalkan ketika Anda cemas sebelum ujian, hal itu akan membuat Anda lebih waspada atau siaga, sehingga performa akan lebih baik. Namun, kecemasan yang terlalu banyak akan membuat Anda lelah dan sulit berkonsentrasi,” ujar dr.  Fiona Amelia, MPH, dari Klikdokter.

Cemas merupakan perasaan gelisah, khawatir atau takut yang menghampiri di kondisi tertentu. Normalnya, rasa cemas akan muncul ketika Anda tidak mampu mengontrol sesuatu, hingga akhirnya dapat membuat Anda stres dan berimbas pada banyak makan.

“Kecemasan dalam kadar tertentu ataupun sedikit nyatanya dapat membantu, misalkan ketika Anda cemas sebelum ujian, hal itu akan membuat Anda lebih waspada atau siaga, sehingga performa akan lebih baik. Namun, kecemasan yang terlalu banyak akan membuat Anda lelah dan sulit berkonsentrasi,” ujar dr.  Fiona Amelia, MPH, dari Klikdokter.

Kenali gejala-gejala kecemasan

Rasa cemas, menurut dr. Fiona, dapat menimbulkan gejala yang tampak secara fisik hingga psikis. Adapun gejala tersebut, antara lain:

- Hampir selalu merasa khawatir atau gelisah

- Sulit tertidur sehingga merasa lelah

- Sulit berkonsentrasi

- Menjadi mudah marah

- Menjadi sangat waspada/siaga

- Merasa di ujung tanduk/tidak bisa relaks

- Sering kali membutuhkan penghiburan dari orang lain

- Merasa sedih

Ciri khas tersebut akan keluar secara alami dan sulit untuk dibendung dalam diri Anda. Tak ayal, beberapa dari Anda mungkin kerap melakukan sejumlah cara demi mengusir rasa cemas yang enggan menghilang setelah sekian lama.

1 of 2

Makan menimbulkan rasa bahagia

Salah satu bentuk pelarian dari rasa cemas adalah makan, baik itu makanan berat maupun sekadar mengonsumsi camilan. Meski identik dengan kehilangan semangat dan malas melakukan apa-apa, namun kondisi kejiwaan seperti stres hingga gangguan kecemasan juga dapat menyebabkan seseorang menjadi terlalu banyak makan.

Ketika stres, tubuh Anda melepaskan hormon kortisol yang bisa membangkitkan nafsu makan. Oleh karena itu, makan sebenarnya membuat Anda merasa lebih baik; setidaknya untuk sementara waktu.

"Makanan bisa memberi kita jenis perasaan dan kenikmatan yang sama seperti efek yang dihasilkan saat mengonsumsi narkoba," kata Melissa Majumdar, ahli diet dan juru bicara Academy of Nutrition and Dietetics, dilansir dari TIME.

Makan memang membuat stres dalam tubuh, setidaknya berkurang dalam waktu yang singkat. Namun bila terlalu banyak, tentu itu tak bagus juga. Demi mengatasinya, ikuti sejumlah cara sebagai berikut:

1. Imbangi asupan

Saat cemas datang, makanan yang Anda konsumsi biasanya jauh dari sayuran ataupun sesuatu yang sehat. Makanan tersebut, identik dengan gula dan lemak yang tinggi seperti terdapat dalam makanan ringan.

Camilan ringan yang manis dan penuh lemak pun faktanya memang mampu menyebabkan emosi mati rasa, tapi tentu membuat gula darah Anda naik secara drastis. Belum lagi efek adiktif selanjutnya, yang membuat diri terus merasa lapar dan sukar berhenti makan.

Majumdar memberi saran agar camilan ringan seperti biskuit misalnya, dipadukan dengan kudapan lain yang kaya akan karbohidrat seperti buah-buahan berry serta lemon. Padukan juga dengan telur rebus, yoghurt, serta keju rendah lemak yang kaya akan protein.

2. Makan secara berkala

Semakin acak pola makan Anda, semakin besar pula kemungkinan Anda untuk makan berlebihan. Hal ini berlaku baik ketika sedang cemas ataupun tidak.

“Anda mengalami hari yang panjang dan penuh tekanan. Ketika rasa lapar datang, kemungkinan besar Anda akan makan berlebihan,” kata Dena Cabrera, direktur eksekutif klinis dari Rosewood Centers for Eating Disorder.

Oleh sebab itu, perbaikilah pola makan Anda secara teratur. Setelah itu, atur jadwal menyantap camilan setiap tiga sampai empat jam sekali, namun kandungannya harus tetap menyehatkan. Makan secara teratur, akan membantu Anda mengontrol ukuran porsi dan membatasi keinginan untuk makan karena kecemasan.

3. Kesadaran diri

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa memusatkan perhatian pada kesadaran sendiri, adalah cara ampuh untuk mengendalikan diri Anda.

Dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal Appetite pada bulan Februari 2017 silam, para peserta bermeditasi selama 45 menit sehari dan dilakukan hampir setiap hari dalam seminggu. Mereka juga melakukan praktik  lainnya, seperti makan satu kali sehari dengan penuh perhatian.

Selain itu, sejumlah cara yang dapat Anda lakukan antara lain adalah makan secara perlahan dan dengan tujuan, mengambil nafas dalam beberapa kali sebelum makan, serta mempertimbangkan seberapa stres Anda sebelum makan. Selalu ingat dan sadari ketika hasrat makan datang secara tiba-tiba, apakah itu karena lapar atau cemas belaka.

Rasa cemas nyatanya dapat memengaruhi porsi makan hingga membuat Anda makan banyak. Namun, hal ini dapat diatasi dengan sejumlah cara. Karena meskipun makan dapat meminimalisir rasa cemas, jika Anda makan terlalu banyak, tubuh menjadi tidak sehat dan hanya akan menimbun lemak. Jadi, tetap jaga pola makan Anda, ya!

[NP/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓