Ini yang Harus Anda Lakukan Saat Kena TBC

Oleh dr. Alberta Jesslyn Gunardi. BMedSc Hons pada 24 Mar 2018, 08:40 WIB
Penyakit TBC dapat sembuh total jika dilakukan pengobatan secara benar. Obat TBC disediakan oleh pemerintah secara gratis, lho.
Ini yang Harus Anda Lakukan Saat Kena TBC (Antonio Guillem/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Jumlah penderita tuberkulosis (TBC) di Indonesia cukup banyak, sehingga menjadikan Indonesia menduduki peringkat kedua dengan penderita TBC terbanyak di dunia. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi kuman Mycobacterium tuberculosis.

Sebenarnya TBC dapat menginfeksi hampir semua organ tubuh seperti kulit, usus, tulang, dan lain-lain. Namun, TBC paling sering menyerang paru-paru atau yang disebut juga sebagai flek paru. TBC dapat berakibat fatal atau mematikan, tapi dapat juga disembuhkan total jika dilakukan pengobatan yang benar.

Gejala TBC meliputi: batuk berdahak lebih dari 3 minggu, batuk darah, sesak napas, nyeri dada, berat badan turun, nafsu makan turun, keringat dingin pada malam hari, demam yang tidak terlalu tinggi, dan mudah lelah. Mendiagnosis TBC dapat dilakukan dengan beberapa cara. Cara yang paling sering dilakukan adalah dengan memeriksa adanya kuman Mycobacterium tuberculosis pada dahak penderita.

Berikut adalah kiat yang harus anda lakukan saat Anda didiagnosa TBC:

1. Jangan bersedih dan putus harapan

Terinfeksi penyakit TBC bukan berarti akhir dari dunia. Jangan bersedih dan berputus asa karena penyakit ini dapat disembuhkan secara tuntas jika penderita menjalani pengobatan dengan cara yang tepat. Jadi, jika Anda diketahui terkena penyakit TBC, segera lakukan pengobatan.

2. Kunjungi Puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat

Pengobatan TBC tidak boleh dilakukan secara sembarangan, yang juga tergantung dari tipe penyakit TBC yang diderita. Oleh karena, itu pengobatan TBC harus diawasi oleh dokter dan dilakukan di fasilitas kesehatan seperti rumah sakit atau Puskesmas. Penting untuk diketahui bahwa pengobatan dan obat TBC bisa didapat secara gratis, karena disediakan oleh pemerintah. Segera kunjungi Puskesmas atau rumah sakit pemerintah terdekat untuk mendaftarkan diri mengikuti program pengobatan TB gratis!

3. Ikuti pengobatan hingga tuntas

Pengobatan TBC bisa dibilang membutuhkan waktu cukup lama, yaitu minimal 6 bulan. Meski demikian, sangat penting untuk melakukan pengobatan hingga tuntas agar penyakit sembuh total.  Pengobatan yang tidak teratur dapat menyebabkan penyakit TBC yang lebih parah, yaitu TB resisten obat. Cara pengobatan pun menjadi berubah dari obat oral menjadi obat suntik untuk TB resisten obat. Hal ini juga akan berdampak pada waktu pengobatan, yaitu lebih lama dari 6 bulan.

1 of 2

Selanjutnya

4. Tentukan siapa PMO

Minum obat TB selama 6 bulan sering menyebabkan penderita lalai atau lupa mengonsumsinya. Oleh karena, itu penting untuk memiliki PMO atau pengawas minum obat, yang sering kali adalah kerabat atau anggota keluarga penderita. Tugas utama PMO adalah mengingatkan penderita untuk meminum obat tepat waktu.

5. Kontrol pengobatan secara teratur

Selain melakukan pengobatan dengan benar dan teratur hingga tuntas, penting juga untuk melakukan kontrol dan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui progres dari penyakit. Biasanya akan dilakukan pemeriksaan dahak dan/atau ronsen paru pada akhir bulan ke-2 atau fase intensif pengobatan, dan pada masa akhir pengobatan yaitu bulan ke-5 atau ke-6.

6. Hindari penularan

TBC dapat ditularkan melalui udara. Jika Anda merupakan penderita, hindari batuk, bersin, tertawa, bernyanyi, atau berbicara yang sampai memercikkan air ludah dekat dengan orang lain. Hal ini dapat menyebabkan orang lain tertular TBC karena kuman TB terdapat pada air liur penderita. Penyakit TB tidak menular melalui makanan atau minuman (juga alat makan atau minum).

Jika penderita sudah menjalani pengobatan, penularan akan menurun dalam waktu 2 minggu. Penderita dengan dahak yang tidak mengandung kuman (dengan kata lain hasil tes BTA negatif) juga tidak dapat menularkan. Beberapa kategori orang yang daya tahan tubuhnya rendah lebih rentan tertular, seperti penderita HIV/AIDS, kanker, anak-anak, perokok, peminum alkohol, dan pemakai narkoba.

7. Hindari kekambuhan

Walaupun sudah sembuh total, penyakit TBC masih memiliki kemungkinan untuk kambuh. Kasus kambuh ini sering terjadi pada penderita yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Oleh sebab itu, menjaga daya tahan tubuh setelah dinyatakan sembuh sangat penting. Daya tahan tubuh dapat ditingkatkan dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi, rutin berolahraga, dan istirahat cukup.

Meski penyakit TBC masih sering ditemukan di Indonesia, tapi faktanya TBC dapat disembuhkan dan dihentikan penularannya dengan melakukan kiat-kiat di atas. Jika Anda mendapati adanya gejala seperti batuk berdahak lebih dari 3 minggu, batuk darah, sesak napas, nyeri dada, berat badan turun, nafsu makan turun, keringat dingin pada malam hari, demam yang tidak terlalu tinggi, dan mudah lelah, segera periksakan diri Anda ke dokter untuk mengetahui kejelasannya.

[RN/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓
diyantdiyant

Saya baru didiagnosa dokter terjangkit tbc dan sdg menjalani pengobatan, sdgkan saya seorang guru yg harus mengajar di kelas, apa tindakan yg harus saya lakukan terhadap situasi seperti ini? Saya diberi surat kesehatan untuk istirahat selama 10 hari tapi jika saya tinggalkan kelas tidak ada guru lgi