Bisakah Pengidap TBC Sembuh Total?

Oleh Rieke Saras pada 24 Mar 2018, 09:00 WIB
Penyakit tuberkulosis atau TBC dapat disembuhkan dan dicegah.
Bisakah Pengidap TBC Sembuh Total? (Pittawut/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Penyakit tuberkulosis, atau dikenal dengan TBC, disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan paling sering menyerang paru-paru. Kuman ini dapat menyebar melalui udara dari satu orang ke orang lainnya. Misalnya saat pengidap batuk, berbicara, tertawa, bernyanyi, atau bersin.

TBC terbagi atas dua tipe, yaitu TBC laten dan TBC aktif. Pada TBC laten, Anda memiliki infeksi TBC, tetapi bakteri di dalam tubuh Anda tidak aktif dan tidak menimbulkan gejala. TBC laten tidak menular. Karena TBC laten bisa berubah menjadi TBC aktif, pengobatan tetap penting untuk orang dengan TBC laten demi membantu mengendalikan penyebaran TBC. Sekitar sepertiga populasi dunia diketahui memiliki TBC laten.

Sementara pada TBC aktif, kondisi ini membuat Anda benar-benar sakit dan bisa menularkannya kepada orang lain. Tanda dan gejala awalnya (batuk, demam, keringat pada malam hari, penurunan berat badan, dll) dapat berlangsung ringan selama berbulan-bulan. Hal inilah yang sering kali membuat pengidap tak sadar, dan kemudian terlambat mencari penanganan.

Orang yang terinfeksi dengan bakteri TBC berisiko terserang sakit seumur hidup sebesar 10%. Namun, orang-orang dengan gangguan sistem kekebalan tubuh, seperti HIV/AIDS, diabetes, beberapa kanker, kekurangan gizi, memiliki risiko kematian yang jauh lebih tinggi.

Kenali pengobatan TBC

Infeksi TBC laten maupun penyakit TBC aktif diobati dengan antibiotik. Perawatan berlangsung setidaknya enam bulan karena antibiotik bekerja hanya ketika bakteri secara aktif membelah, dan bakteri yang menyebabkan TBC tumbuh sangat lambat. Sementara infeksi TBC laten dapat diatasi hanya dengan satu antibiotik, penyakit TBC aktif harus diobati dengan beberapa antibiotik pada satu waktu.

Setelah perawatan dimulai, pengidap TBC aktif akan merasa lebih baik setelah sekitar dua hingga empat minggu. Namun, perawatan harus dilanjutkan setidaknya selama enam bulan.

Penting bagi pengidap TBC aktif untuk meminum obatnya secara teratur, tepat waktu, dan sesuai anjuran dokter. Seluruh program antibiotik juga harus diselesaikan untuk menyembuhkan TBC aktif secara total. Jika tidak, bakteri TBC dapat kembali muncul, kali ini dalam bentuk yang lebih “bandel” sehingga jauh lebih sulit untuk diobati.

Di samping itu, pengidap TBC aktif mungkin harus dirawat di rumah sakit agar mereka tidak menyebarkan penyakit. Selama masa pengobatan, dokter juga akan melakukan pemantauan dengan tes darah untuk memeriksa hati, tes dahak untuk melihat apakah bakteri rentan terhadap antibiotik yang diminum, dan rontgen dada.

Meskipun pengidap TBC dapat sembuh sepenuhnya, bakteri TBC mati dengan sangat lambat. Inilah yang membuat obat harus dikonsumsi selama berbulan-bulan. Bahkan ketika pengidap mulai merasa lebih baik, mereka masih bisa memiliki bakteri hidup di tubuh. Jadi, orang tersebut harus terus menjalankan pengobatan TBC sampai semua bakteri mati.

Bagaimana Mencegah TBC?

Langkah utama untuk mencegah terkena TBC adalah dengan melakukan vaksinasi BCG (Bacillus Calmette-Guerin). Di Indonesia, vaksin ini termasuk dalam daftar imunisasi wajib. Vaksin BCG hanya direkomendasikan untuk bayi, anak-anak, dan orang dewasa di bawah 35 tahun yang dianggap berisiko terkena TBC.

Mereka yang memiliki risiko tinggi terjangkit TBC adalah petugas medis yang sering bersentuhan dengan sampel darah dan urine, dokter hewan, staf penjara yang bekerja langsung dengan tahanan, pekerja untuk tunawisma, dan petugas layanan kesehatan untuk pengidap TBC.

Tuberkulosis, atau TBC, masih menjadi penyakit yang serius, termasuk di Indonesia. Namun bukan berarti tidak dapat disembuhkan dan dicegah. Jika Anda merasa memiliki tanda dan gejala TBC, jangan ragu untuk menemui dokter agar mendapatkan penanganan secepatnya dan tidak menularkannya kepada orang lain.

[RVS]

renata saragirenata saragi

saya sdh di diagnosis tbc gejalanya tulang punggung sakit persendian kaki terasa nyeri semua tp tdk batuk dan tidak berdahak tolong penjelasannya tbc jenis APA dan cara mengatasinya Trima kasih