Memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia dengan Komitmen

Oleh dr. Nitish Basant Adnani BMedSc MSc pada 24 Mar 2018, 10:00 WIB
Setiap tahun, tanggal 24 Maret diperingati sebagai Hari Tuberkulosis Sedunia. Apakah tema yang diangkat tahun ini?
Memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia dengan Komitmen (World Health Organization)

Klikdokter.com, Jakarta Pada tahun 2017, World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa 10.4 juta individu mengalami tuberkulosis atau TBC. Dan pada tahun 2016, terdapat 1.8 juta kematian yang terkait dengan tuberkulosis. Sehingga, tuberkulosis menjadi salah satu penyebab kematian akibat infeksi yang tertinggi di dunia.

Penyakit ini lebih rentan terjadi pada populasi yang tinggal di area dengan tingkat kebersihan yang rendah dan komunitas dengan tingkat pendidikan yang rendah.

Hal ini mencakup individu yang bekerja di lokasi yang lebih rentan tertular tuberkulosis, individu lanjut usia, serta individu yang mengalami malnutrisi.

Beberapa faktor yang juga dapat meningkatkan risiko tertularnya tuberkulosis adalah kondisi tempat tinggal dan sanitasi yang kurang baik, penggunaan alkohol, tembakau, diabetes, dan sebagainya, yang dapat memengaruhi kerentanan terhadap tuberkulosis serta akses terhadap fasilitas kesehatan.

Digemakan untuk edukasi masyarakat

Setiap tahunnya, Hari Tuberkulosis Sedunia digaungkan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai dampak kesehatan, sosial, dan ekonomi yang disebabkan oleh tuberkulosis, serta meningkatkan upaya untuk mengakhiri epidemi global dari penyakit ini.

Pada 24 Maret 1882, Dr. Robert Koch mengemukakan bahwa beliau telah berhasil menemukan bakteri yang menyebabkan tuberkulosis. Penemuan ini kemudian membuka jalan untuk mendiagnosis dan menangani penyakit tuberkulosis.

Walaupun terdapat progres yang signifikan terhadap penanganan kasus tuberkulosis selama beberapa dekade terakhir, tuberkulosis tetap merupakan salah satu penyebab kematian akibat infeksi yang tertinggi di dunia, dengan angka kematian yang mencapai 4.500 jiwa setiap harinya di seluruh dunia.

Selain itu, terdapatnya kasus tuberkulosis yang resisten terhadap beberapa jenis obat, atau multidrug-resistant tuberculosis (MDR-TB, juga merupakan ancaman terhadap kesehatan masyarakat.

Leaders for a TB-Free World

Tahun ini, tema dari Hari Tuberkulosis Sedunia yang diangkat adalah “Leaders for a TB-Free World.” Tema ini difokuskan terhadap membangun komitmen untuk mengakhiri tuberculosis.

Kampanye ini tidak hanya dilakukan pada level politis dengan keterlibatan kepala pemerintahan, namun pada semua level, yang mencakup kepala daerah dan pemimpin komunitas, penderita tuberkulosis, advokat sipil, petugas kesehatan, dokter, perawat, dan berbagai pihak lainnya.

Tema ini sekaligus menjelaskan bahwa setiap individu dapat menjadi pemimpin dalam upaya untuk mengakhiri tuberkulosis, terkait dengan bidangnya masing-masing.

“Leaders for a TB-Free World” merupakan tema yang penting, karena berbagai pemimpin dari 120 negara telah menyepakati komitmen untuk mempercepat berakhirnya tuberkulosis di acara Ministerial Conference on Ending TB di Moskow pada November 2017 silam.

Dalam upaya untuk memberantas tuberculosis atau TBC, diperlukan keterlibatan dari berbagai pihak, termasuk individu yang mengalami tuberkulosis, anggota keluarganya, kepala komunitas, tenaga kesehatan, penyusun kebijakan, dan sebagainya.

Setiap individu dapat menjadi pemimpin di bidangnya masing-masing untuk membantu mengakhiri epidemi tuberkulosis langkah demi langkah. Harapannya di Hari Tuberkulosis Sedunia di tahun 2018 ini, pemahaman masyarakat mengenai tuberkulosis dapat terus meningkat.

[NP/ RVS]