Hobi Dugem Sebabkan TBC, Benarkah?

Oleh Nur Budhi pada 24 Mar 2018, 22:36 WIB
Hobi Dugem Sebabkan TBC, Benarkah?
Hobi Dugem Sebabkan TBC, Benarkah? (Syda Productions/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Bagi masyarakat yang tinggal di kota-kota besar, dugem alias clubbing sering dijadikan sebagai ‘pelarian’ untuk melepas penat. Sebab, saat dugem, seseorang bisa sejenak melupakan beban hidup dengan hura-hura bersama teman atau kerabat. Namun di balik itu, kebiasaan dugem juga dituding dapat menyebabkan terjadinya TBC atau tuberkulosis. Benarkah ini?

Perlu diketahui, TBC merupakan suatu penyakit yang terjadi akibat infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Menurut dr. Dyah Novita Anggraini, bakteri penyebab TBC ini bersifat sistemik, sehingga dapat bermanifestasi pada hampir semua organ tubuh.

“Organ tubuh yang paling sering terkena infeksi TBC adalah paru,” ungkap dokter yang kerap disapa Vita itu.

Penyakit TBC, kata dr. Vita, dapat ditularkan melalui droplet atau udara. Beberapa gejala yang timbul akibat penyakit ini berupa:

  • Batuk berdahak selama lebih dari tiga minggu
  • Batuk berdarah
  • Keringat di malam hari
  • Sesak napas
  • Nyeri dada
  • Lemah dan letih
  • Berat badan dan nafsu makan menurun
  • Demam yang tidak tinggi.

Dugem dan TBC

Dugem kerap dilakukan pada malam hingga pagi hari, sehingga waktu istirahat bisa sangat berkurang. Di samping itu, saat dugem, seseorang juga kerap mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan dan merokok. Sederet hal tersebut pada akhirnya akan menurunkan daya tahan tubuh.

Menurut dr. Alvin Nursalim, daya tahan tubuh yang rendah merupakan salah satu faktor risiko yang dapat meningkatkan kejadian TBC. Jadi, ya, dugem dapat meningkatkan risiko terjadi TBC alias tuberkulosis.

Risiko tersebut dapat semakin tinggi karena dugem juga memungkinkan seseorang untuk berkontak dengan banyak orang di satu tempat. Alhasil, penderita TBC yang kebetulan sedang dugem saat itu dapat menularkan penyakit ke orang-orang di sekitarnya. Karena seperti telah disebutkan oleh dr. Vita sebelumnya, bakteri penyebab infeksi TBC dapat menyebar melalui droplet atau udara.

Apa yang Harus Dilakukan?

Jika Anda adalah orang yang punya hobi dugem, salah satu tindakan yang dapat dilakukan untuk memperkecil risiko tertular penyakit TBC adalah menjaga daya tahan tubuh tetap prima. Beberapa tindakan yang bisa dilakukan untuk hal ini, di antaranya:

  • Tidak mengonsumsi alkohol secara berlebihan.
  • Menghindari rokok dan paparan asapnya sebisa mungkin.
  • Cukup tidur, paling tidak delapan jam dalam sehari.
  • Cukupi kebutuhan cairan tubuh dengan minum delapan gelas air putih setiap hari.
  • Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang, khususnya yang kaya akan vitamin C seperti jeruk, stroberi, dan lainnya.
  • Berolahraga secara rutin dan teratur, paling tidak selama tiga puluh menit sehari, sebanyak tiga kali seminggu.
  • Gunakan masker.

Namun, jika Anda sudah terlanjur terkena atau mengalami gejala yang merujuk pada penyakit TBC, jangan ragu untuk segera berobat ke dokter. Setelah berobat dan mendapatkan obat-obatan seperti rifampisin, isoniazid, porazinamid dan etambutol dari dokter, pastikan Anda benar-benar disiplin dalam mengonsumsi obat anti-tuberkulosis tersebut.

Menurut dr. Astrid Wulan Kusumoastuti, penyakit TBC dapat disembuhkan bila pasien mematuhi saran dokter dalam mengonsumsi obat yang diberikan.

“Pasien perlu mengonsumsi obat anti-tuberkulosis setidaknya selama enam hingga sembilan bulan, tergantung dari jenis TBC dan respons penderita terhadap pengobatan” katanya.

Selain disiplin mengonsumsi obat, dr. Astrid menyebutkan bahwa pasien TBC juga perlu mengubah gaya hidupnya menjadi lebih sehat.

“Pasien TBC perlu mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi seimbang untuk menunjang sistem kekebalan tubuh. Pasien juga perlu istirahat yang cukup dan kontrol ke dokter secara berkala untuk mengetahui perkembangan kondisi,” ungkapnya.

Melihat adanya fakta di atas, Anda yang hobi dugem sebaiknya lebih berhati-hati lagi. Jangan biarkan aktivitas yang Anda lakukan justru menyeret pada kejadian TBC atau tuberkulosis maupun penyakit berbahaya lainnya. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan Anda. Salah sehat!

(RH)