Kenali 3 Mitos tentang Kedelai

Oleh Bobby Agung Prasetyo pada 25 Mar 2018, 09:00 WIB
Apakah Anda termasuk yang menghindari konsumsi kedelai karena mitos-mitos yang beredar? Mari ketahui faktanya.
Kenali 3 Mitos tentang Kedelai (Naito29/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Kedelai merupakan salah satu jenis kacang-kacangan yang banyak dikonsumsi di Asia, termasuk Indonesia. Kedelai dapat diolah menjadi berbagai macam jenis makanan seperti kecap, tahu, tempe, hingga minuman susu kedelai. Seiring berjalannya waktu, kedelai dipercaya mampu menjadi satu dari sekian bahan makanan pokok sehari-hari. Namun, sayangnya masih banyak orang percaya pada mitos seputar kedelai, sehingga mereka merasa ragu untuk mengonsumsinya.

Kedelai merupakan sumber utama protein nabati dan minyak nabati. Berdasarkan sejarah, kedelai telah dibudidayakan sejak 3500 tahun yang lalu di Asia Timur, dan baru menyebar ke wilayah lain pada tahun 1910. Meski bersumber dari Asia, penghasil kedelai utama dunia saat ini adalah Amerika Serikat.

“Selain memiliki rasa yang nikmat, kedelai juga dikenal sebagai sumber protein nabati yang sehat. Kedelai rendah lemak, tinggi serat, serta mengandung vitamin dan mineral yang penting untuk kesehatan tubuh. Kedelai pun memiliki kandungan isoflavon yang berfungsi membantu menjaga kesehatan jantung,” kata dr. Kartika Mayasari dari KlikDokter.

Senada dengan pendapat di atas, dr. Resthie Rachmanta Putri, M.Epid juga menjelaskan bahwa kedelai kaya akan manfaat, khususnya jika dikonsumsi wanita. Kedelai memiliki khasiat seperti meredakan gejala nyeri saat haid, meringankan gejala pasca menopause, menurunkan kolesterol, hingga mengurangi keriput pada wajah.

Di samping sejumlah manfaatnya, hingga saat ini kedelai masih menjadi bahan perbincangan, terutama mengenai dampaknya pada kesehatan. Berbagai mitos pun beredar dan dipercaya masyarakat, yang pada akhirnya mereka justru memilih untuk mengurangi, bahkan menghindarinya. Apa saja mitos-mitos seputar kedelai tersebut?

1 of 2

Selanjutnya

  •  Kedelai sebabkan kanker payudara

Mitos:

Pada wanita, kedelai dipercaya dapat meningkatkan kadar estrogen yang memiliki andil dalam peningkatan risiko kanker payudara dan ovarium.

Fakta:

Dilansir dari laman Prevention, ada sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa konsumsi kedelai setelah seseorang didiagnonisis kanker justru mampu mengurangi rasa sakit. Artinya, para penyintas kanker tak perlu cemas penyakitnya kambuh saat mengonsumsi makanan berbahan dasar kedelai. American Cancer Society dan American Institute for Cancer Research juga menambahkan bahwa pasien kanker payudara dapat mengonsumsi kedelai tanpa harus merasa takut.

  • Kedelai ganggu kesuburan

Mitos:

Adanya kandungan estrogen pada kedelai, membuat banyak orang percaya bahwa mengonsumsi kedelai akan memengaruhi kesuburan.

Fakta:

Hingga saat ini kaitan antara kedelai dan kesuburan masih diragukan. Bahkan, beberapa penelitian saat ini justru menunjukkan bahwa konsumsi kedelai dalam jumlah sedang dapat membantu para wanita untuk meningkatkan kemungkinan terjadinya kehamilan. Dikatakan oleh Elizabeth Shaw dari NSW Rural Doctors Network, para peneliti menyimpulkan bahwa menambahkan satu porsi kacang-kacangan (termasuk kedelai) dapat melindungi terhadap infertilitas ovulasi.

  • Kedelai bikin payudara pria membesar?

Mitos:

Ada banyak pria yang percaya bahwa mengonsumsi kedelai dapat membuat payudaranya tumbuh.

Fakta:

Sebuah studi dilakukan oleh para peneliti dari Universitas St. Catherine, Amerika Serikat, tahun 2010 pada lebih dari 30 kasus soal kaitan antara payudara pria dan kedelai. Nyatanya, mereka tidak menemukan bukti apa pun soal itu. Mitos populer tentang kedelai ini nyatanya ditampik oleh beberapa penelitian terkait.

Kedelai memiliki beragam manfaat yang baik untuk tubuh. Meski demikian, memang Anda tak dianjurkan untuk mengonsumsinya secara berlebihan. Upayakan mengonsumsi kedelai dari beragam olahan makanan, jangan terpatok dengan yang itu-itu saja.

“Kedelai dapat diolah ke dalam berbagai macam bentuk, dengan rasa yang unik. Karenanya, kedelai digemari banyak orang, terutama oleh para wanita yang sudah mulai sadar akan manfaatnya untuk kecantikan kulit,” kata dr. Kartika lagi.

Nah, kini berkurang sudah alasan Anda untuk tidak mengonsumsi kedelai karena mitos-mitos yang beredar seputar kedelai tidaklah didukung fakta medis. Jika kandungan estrogen pada kedelai membuat Anda khawatir, maka konsumsilah secukupnya. Jangan berlebihan. Imbangi juga dengan pola makan keseluruhan yang sehat dan rajin berolahraga. Jadi, apa menu berbahan kedelai Anda hari ini?

[RN/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓
Windy SanSanWindy SanSan

susu kedelai itu enak banget lho...jadi nurut ku sich gak ada mitos kayak gtu lah..