Mandi dengan Air Mineral, Baik untuk Kulit?

Oleh Ruri Nurulia pada 26 Mar 2018, 15:04 WIB
Air mineral tak hanya baik untuk diminum, tapi juga untuk mandi atau membersihkan kulit. Benarkah?
Mandi dengan Air Mineral, Baik untuk Kulit? (Dean Drobot/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Banyak yang percaya bahwa air mineral baik untuk kulit karena memiliki kandungan silika yang tinggi untuk memperkuat sel-sel kolagen dan serabut elastin, menyelubungi kulit, dan memperlambat pembentukan kerutan. Inilah beberapa alasan mengapa kini ada banyak orang memilih air mineral botol baik untuk diminum maupun untuk membersihkan diri, termasuk membersihkan wajah, atau bahkan untuk mandi.

Beberapa selebritas seperti Cameron Diaz, dikabarkan mengandalkan air mineral botol untuk membersihkan wajah dan rambutnya. Bahkan, penyanyi Raisa digosipkan mandi dengan air galon.

Risiko membersihkan diri dengan air keran atau air pancuran dari shower

Menurut dermatolog asal New York, Amerika Serikat, Dr. Julie Russak, MD, yang dikutip di laman Bustle, air sadah (hard water)—seperti yang sering ditemukan pada air keran yang umumnya digunakan untuk membersihkan wajah—memiliki kandungan mineral tinggi, bahkan logam berat seperti besi, tembaga, seng, dan nikel yang dapat menyebabkan kulit kemerahan, iritasi, serta gatal dan meradang. Tak hanya itu, air sadah juga mengandung klorin, yang bisa membuat kulit kering dan menghilangkan minyak alami serta protein yang ada pada lapisan luar kulit.

Dermatolog Dr. Gaurang Gupta dari India, seperti dikutip di laman Zwivel, juga mengatakan bahwa air sadah juga cenderung bereaksi dengan sabun yang lalu membentuk garam, yang bisa menetap di kulit. Tak hanya itu, air sadah juga dapat berkontribusi terhadap munculnya infeksi kulit sekunder, termasuk munculnya noda dan jerawat akibat kondisi kulit kering. Pada beberapa kasus, air sadah juga dapat mengakibatkan terjadinya dermatitis atau peradangan kulit, dengan gejala-gejala yang berkisar dari kulit kering dan gatal hingga yang lebih parah seperti ruam melepuh.

Satu hal lagi yang perlu diketahui bahwa ketika air mengandung kalsium tinggi, air tersebut tak akan dapat melarutkan sabun, deterjen, atau produk pembersih lainnya dengan baik. Akibatnya, residu dapat tertinggal di kulit, rambut, pakaian, atau peralatan makan. Kondisi ini juga dapat menyebabkan pori-pori tersumbat serta kulit sensitif dan mengelupas. 

Ciri-ciri air sadah adalah jika air keran atau shower berwarna kekuningan, agak berbau, dan menyebabkan pembentukan kerak pada keran atau shower. Sementara itu air lunak (soft water) adalah air yang memiliki kandungan mineral yang sangat minim.

Lalu, bagaimana jika air yang Anda gunakan di rumah untuk membersihkan diri tergolong keras? Anda bisa menggunakan sistem penyaringan atau penyulingan air agar sebagian kandungan mineral yang bersifat merusak kulit dapat dikurangi. Sistem penyulingan air memang tak bisa menghilangkan kandungan berbahaya, tapi setidaknya kadarnya berkurang.

Seperti dilansir di laman The Klog, jika air di rumah termasuk air sadah, usahakan untuk menghindari pembersih yang berbahan sabun untuk mencuci muka dan mandi. Mineral yang tinggi dalam air sadah akan menyebabkan sabun meninggalkan lapisan di kulit, yang nantinya akan menyebabkan iritasi.

Alternatif lain, Anda bisa membersihkan diri dengan menggunakan air mineral botol. Jika mandi dengan air mineral botol dirasa sebuah langkah terlalu ekstrem, paling tidak bersihkan wajah atau rambut dengan air mineral botol.

1 of 2

Air mineral bagus untuk rambut

Lain kali Anda mencuci rambut, basahi rambut dengan air keran atau shower seperti biasa, aplikasikan sampo, dan kali ini coba bilas dengan air mineral botol. Hal ini dapat membantu membersihkan air sadah dari keran atau shower dan menyeimbangkan tingkat pH pada rambut dan kulit kepala. Seperti dilansir di Daily Mail, hasilnya adalah rambut Anda lebih sehat dan bersinar!

Sebagai alternatif, Anda juga bisa menyemprotkan rambut dengan air mineral atau mengombinasikannya dengan hairspray sebelum Anda mengeringkan rambut. Sudah ada beberapa produk air mineral semprot untuk wajah dan rambut yang sudah beredar di pasaran.

Air mineral untuk membersihkan kulit wajah

Air mineral juga dapat digunakan untuk membantu Anda membersihkan sisa kotoran pada wajah, yang bisa Anda aplikasikan dengan beberapa cara ini.

- Pembersih dan pelembap wajah. Alih-alih mencuci dan membersihkan wajah dengan menyiramkan air mineral, yang lebih baik (dan lebih ekonomis) adalah dengan membasahi kapas dengan air mineral, lalu usap wajah dengan kapas tersebut. Bahkan, membersihkan wajah dengan air mineral setelah penggunaan masker bisa membantu kerja masker lebih efektif. Setelah selesai membersihkan wajah, oleskan pelembap saat wajah masih lembap.

- Kombinasikan dengan toner. Basahi kapas dengan air mineral, lalu peras. Setelah itu aplikasikan toner secukupnya ke kapas, lalu usapkan ke wajah.

- Campuran produk homemade. Jika Anda termasuk orang yang sering membuat sendiri scrub, masker, body butter, losion, atau bentuk  perawatan kulit lainnya, gunakan air mineral botol sebagai campuran resep Anda.

- Campuran makeup. Beberapa wanita juga mengaplikasikan foundation atau eye shadow saat wajah lembap. Daripada menggunakan air keran, basahi wajah dengan air mineral.

- Semprotkan ke wajah. Meski air mineral semprot sudah banyak dijual di pasaran, Anda dapat membuatnya sendiri hanya dengan menuangkan air mineral ke botol semprot. Penggunaan ini dapat membantu riasan tetap menempel sekaligus menghidrasi kulit wajah.

Sebetulnya mandi dengan air keran atau air pancuran dari shower sah saja, toh banyak orang yang melakukannya dan tidak mengalami keluhan apa pun. Namun, jika Anda memiliki masalah kulit sensitif, penggunaan air sadah dapat memicu timbulnya masalah pada kulit. Karenanya, untuk meminimalisir risiko ini, penggunaan air mineral untuk membersihkan beberapa bagian kulit bisa menjadi solusinya. Jika mandi atau mencuci wajah dengan air keran biasa atau air pancuran dari shower menimbulkan keluhan terus-menerus dan dirasakan dalam jangka waktu panjang, lebih baik kunjungi dermatolog untuk mendapatkan penanganan terbaik.

[RVS]

Lanjutkan Membaca ↓