Keputihan Disertai Nyeri Perut, Awas Terkena PID

Oleh dr. Alvin Nursalim, SpPD pada 15 Jan 2020, 12:06 WIB
Keputihan umum dialami oleh wanita. Namun, jika Anda mengalami keputihan yang disertai nyeri perut, maka patut waspada.
Keputihan Disertai Nyeri Perut, Awas Terkena PID

Klikdokter.com, Jakarta Saat wanita mengalami keputihan tidak normal, akan keluar cairan dari vagina yang biasanya berwarna putih kekuningan dan menggumpal. Penderitanya juga dapat mengeluh adanya rasa gatal pada daerah vagina.

Akan tetapi, apabila Gelaja keputihan tidak normal yang timbul disertai nyeri perut, Anda perlu waspada. Keputihan disertai nyeri perut bisa jadi merupakan tanda dari Pelvic Inflammatory Disease (PID).

Apa Itu PID?

Pelvic Inflammatory Disease atau disingkat PID adalah infeksi pada sistem reproduksi wanita yang melibatkan struktur uterus, tuba falopi dan ovarium.

Infeksi vagina ini dapat menyebabkan berbagai komplikasi seperti infertilitas, kehamilan ektopik dan keganasan.

PID disebabkan oleh infeksi yang disebarkan oleh bakteri seperti Neisseria gonorrhoeae atau Chlamydia trachomatis. Kedua bakteri tersebut dapat dijumpai pada 75-90% kasus PID.

Beberapa bakteri lain yang juga dapat menyebabkan PID adalah Prevotella bivia, Streptococcus pyogenes, Bacteroides spp, dan Escherichia coli.

Artikel Lainnya: Keputihan Disertai Darah, Berbahayakah?

Faktor risiko penyakit ini mirip dengan penyakit menular seksual yang lain, yaitu melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan.

1 of 5

Waspada Gejala PID

Waspada Gejala PID: Demam
Waspada Gejala PID: Demam

Gejala dari PID bervariasi mulai dari gejala yang ringan sampai gejala yang berat. Umumnya, gejala PID adalah:

  • Demam
  • Nyeri serviks
  • Nyeri perut bagian bawah
  • Duh tubuh vagina (keluarnya cairan dari vagina)
  • Nyeri saat berhubungan
  • Menstruasi yang tidak teratur

PID juga dapat menyebabkan penjalaran infeksi ke organ dalam reproduksi wanita, seperti endometrium, tuba ovarium dan daerah ovarium.

 

2 of 5

Diagnosis yang Dijalani Pasien

Wanita sedang Wawancara Medis dengan Dokter
Wanita sedang Wawancara Medis dengan Dokter

Berikut ini adalah tahapan sebelum dokter menegakkan diagnosis PID pada pasien:

  • Wawancara Medis

Diagnosis PID dilakukan setelah seorang pasien menjalani serangkaian pemeriksaan, berdasarkan wawancara medis dan pemeriksaan fisik yang khas.

Pada wawancara medis, seorang pasien akan mengeluhkan adanya nyeri perut dengan duh tubuh berwarna putih yang menggumpal.

  • Pemeriksaan Fisik

Pada pemeriksaan fisik akan dijumpai adanya demam, nyeri pada daerah perut bagian bawah dan nyeri pada saat permeriksaan serviks.

  • Pemeriksaan Duh Tubuh

Diagnosis juga dapat ditunjang dengan pemeriksaan duh tubuh yang keluar. Duh tubuh ini dapat diambil untuk pemeriksaan mikrobiologis.

Artikel Lainnya: 6 Kesalahan yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Menstruasi

Metode lain untuk mendiagnosis penyebab dari PID adalah dengan melakukan pemeriksaan laparoskopik untuk mengambil sampel jaringan yang terinfeksi.

3 of 5

Pengobatan untuk Mengatasi PID

Pengobatan untuk Mengatasi PID: Wanita Minum Antibiotik
Pengobatan untuk Mengatasi PID: Wanita Minum Antibiotik

Pasien PID perlu melewati rangkaian pengobatan berikut dalam upaya menyembuhkan penyakitnya:

  • Terapi dari PID dimulai dengan pemberian antibiotik yang cukup.
  • Apabila tidak ada perbaikan dalam dua sampai tiga hari, maka pemeriksaan lebih lanjut diperlukan.
  • Penggunaan antibiotik oral dapat dipertimbangkan untuk kasus ringan sampai sedang.
  • Pemilihan antibiotik yang dapat digunakan adalah golongan Klindamisin atau berbasis Eritromisin.

Bila radang panggul cukup berat, penderita mesti dirawat di rumah sakit agar bisa mendapatkan obat-obatan dengan lebih tepat melalui suntikan atau infus.

Jika diketahui bahwa radang panggul terjadi akibat tertular dari pasangan seksual, maka pasangan seksual tersebut juga harus mendapat pengobatan.

Apabila sumber penularan tidak diobati hingga tuntas, proses penyembuhan radang panggul yang sudah terjadi tidak akan efektif.

4 of 5

Cara Efektif Mencegah PID

Ilustrasi Setia pada Satu Pasangan
Ilustrasi Setia pada Satu Pasangan

Supaya Anda tidak terkena PID alias radang panggul, terapkan beberapa tips berikut ini:

  • Setia pada Satu Pasangan

Pembatasan hubungan seksual hanya dengan satu orang saja. Banyak pasangan yang berbeda dan penggunaan kondom saat berhubungan dapat berisiko memicu PID.

  • Rutin Periksa Kesehatan

Periksa kesehatan Anda dan pasangan secara berkala. Sering kali, PID atau radang panggul terjadi akibat penularan yang tidak disadari.

Dengan memeriksakan kedua belah pihak, baik Anda dan pasangan, risiko penyakit ini bisa diminimalkan.

  • Hindari Vaginal Douche

Penggunaan cairan pembersih kewanitaan dapat mengganggu flora normal yang tinggal di area tersebut.

Karena itu, pastikan untuk tidak mencuci vagina dengan cairan pembersih apapun tanpa adanya pengawasan ketat dari dokter. 

Cara paling baik untuk membersihkan vagina adalah dengan air bersih, yang disiram dari arah depan ke belakang.

  • Istirahat Setelah Keguguran

Jika Anda baru saja mengalami keguguran, pastikan untuk menunda berhubungan seksual selama empat minggu. Hal ini dilakukan untuk meminimalkan risiko penyakit PID.

Jadi, apakah Anda sering mengalami keputihan disertai nyeri perut? Jika ya, segera berobat ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Keputihan disertai nyeri perut dapat menjadi tanda dari penyakit PID, yang jika tidak ditangani dengan baik berpotensi menyebabkan komplikasi seperti gangguan kesuburan (infertilitas).

[NP/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓