Bisakah Gejala HIV Dideteksi dari Bau Badan?

Oleh Rieke Saras pada 30 Mar 2018, 09:30 WIB
Adakah hubungan antara bau badan dengan gejala HIV?
Bisakah Gejala HIV Dideteksi dari Bau Badan? (Patdhoc/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta HIV atau human immunodeficiency virus menyerang sel-sel CD4 yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh. Mereka bertanggung jawab untuk membuat Anda terhindar dari berbagai infeksi. Seiring perkembangannya, pertahanan alami tubuh Anda pun akan melemah, dan kemudian muncullah berbagai tanda dan gejala HIV.

Infeksi HIV terbagi dalam tiga tahap yang masing-masing memiliki tanda dan gejalanya sendiri, seperti:

Tahap 1: Tahap infeksi akut

Sekitar satu sampai empat minggu setelah terinfeksi HIV, beberapa orang akan mengalami gejala seperti flu. Ini biasanya tidak berlangsung lama, sekitar satu atau dua minggu kemudian menghilang.

Karena gejalanya sangat mirip dengan flu, penderita sering kali tidak menyangka bahwa mereka terinfeksi HIV. Tes antibodi HIV juga tidak selalu dapat mendeteksi tahap ini.

Tanda dan gejala yang akan dirasakan penderita pada tahap ini adalah:

  • Demam
  • Ruam kemerahan pada tubuh
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit kepala
  • Sakit perut
  • Nyeri sendi
  • Nyeri sendi dan otot
  • Kelenjar getah bening bengkak

Tahap 2: Tahap tanpa gejala

Setelah tahap infeksi akut selesai, penderita mulai merasa lebih baik. Mereka tidak mengalami tanda dan gejala apa pun dalam jangka waktu yang lama hingga 10 atau bahkan 15 tahun (tergantung pada usia, latar belakang, dan kesehatan secara keseluruhan).

Namun sebenarnya, virus ini akan tetap aktif, menginfeksi sel-sel baru dan membuat salinan dari dirinya sendiri. Seiring waktu ini akan menyebabkan banyak kerusakan pada sistem kekebalan tubuh.

Tahap 3: Tahap HIV simtomatik

Memasuki tahap ketiga, penderita akan mengalami banyak kerusakan pada sistem kekebalannya. Pada titik ini, penderita lebih berisiko untuk terserang infeksi serius atau penyakit bakteri dan jamur yang seharusnya dapat dilawan.

Tanda dan gejala yang mungkin dapat terjadi selama tahap ini adalah:

  • Penurunan berat badan
  • Diare kronis
  • Keringat pada malam hari
  • Demam
  • Batuk terus-menerus
  • Masalah mulut dan kulit
  • Infeksi jamur dan lainnya
1 of 2

Selanjutnya

Tanda dan gejala HIV dapat berbeda pada setiap orang, dan beberapa orang mungkin tidak mengalami gejala sama sekali selama bertahun-tahun. Lalu, apakah gejala HIV dapat dideteksi dari bau badan?

Bau badan bukan merupakan gejala khas dari infeksi HIV. Lagi pula, jikalau terjadi bau badan, penderita mungkin tidak akan mengindahkannya atau menganggapnya perlu diperiksa. Seperti yang telah dijelaskan, pada tahap awal atau tahap infeksi akut, gejala HIV lebih menyerupai flu sehingga tidak terlalu jelas.

Beberapa penderita HIV dapat mengalami keringat berlebihan pada malam hari. Hal inilah yang mungkin dapat menyebabkan bau badan tersebut, dan bukan dari virus HIV itu sendiri.

Perlu diingat juga bahwa berkeringat pada malam hari ini tidak selalu menandakan infeksi HIV. Ada beberapa kondisi yang terkait dengan berkeringat pada malam hari, seperti demam, penurunan berat badan, batuk, diare, dan masalah kesehatan lainnya.

Hingga kini belum ada obat yang dapat menyembuhkan gejala HIV, tetapi penyakit ini masih dapat dikontrol. Melalui terapi antiretroviral (ARV), penderita HIV tetap dapat menjalani kehidupannya dengan aktif dan bahagia. Di samping itu, mengonsumsi ARV secara benar setiap hari dapat mencegah atau memperlambat perburukan menjadi AIDS. Untuk memperkuat tubuh mereka, penderita HIV harus mempertahankan pola makan yang sehat, berolahraga teratur, mencukupi waktu tidur, serta mengelola stres dengan baik.

[RS/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓