Benarkah Telur Asin Efektif Atasi Diare?

Oleh dr. Ellen Theodora pada 02 Apr 2018, 17:24 WIB
Telur asin diyakini dapat menjadi obat alami untuk mengatasi keluhan diare. Mitos atau fakta?
Benarkah Telur Asin Efektif Atasi Diare? (Kondoruk/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Diare menjadi suatu penyakit yang dapat menyerang segala usia. Kondisi ini harus ditangani segera, agar tidak menimbulkan komplikasi berbahaya. Nah, salah satu cara alami yang dipercaya dapat membantu mengatasi diare adalah mengonsumsi telur asin. Apa kata medis?

Sebelum mengungkap fakta tersebut, Anda sebaiknya berkenalan terlebih dahulu dengan penyakit diare.

Apa itu diare?

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa diare adalah kondisi yang membuat seseorang mengalami peningkatan frekuensi buang air besar (BAB) menjadi 3 kali atau lebih dalam sehari, dengan konsistensi tinja lembek atau cair. Kondisi ini bisa terjadi akibat adanya infeksi virus, bakteri atau parasit yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi alias tidak terjaga kebersihannya. 

Secara garis besar, diare memberikan gejala berupa:

  • Kram perut,
  • Mual dan mutah
  • Sakit kepala
  • Hilangnya nafsu makan

Pada kasus yang tidak parah, diare biasanya dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu beberapa hari. Namun, pada kasus diare yang parah, keluhan biasanya akan bertahan selama berminggu-minggu, sehingga bila tidak segera diobati dapat menyebabkan dehidrasi atau kekurangan cairan. Bila sudah seperti ini, penderita memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami kematian.

Telur asin sembuhkan diare?

Pada dasarnya, cara terbaik untuk mengatasi diare adalah dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang, minum air putih dalam jumlah yang cukup, serta minum obat-obatan antidiare. Lantas, bagaimana dengan telur asin?

Kandungan garam yang tinggi pada telur asin ternyata memiliki fungsi serupa dengan cairan oralit, karena terdiri dari bahan dasar yang sama, yaitu air, gula dan garam yang dicampur menjadi satu. Ketiga bahan tersebut dapat membantu mencegah dan mengatasi dehidrasi pada penderita diare.

Tak hanya itu, telur asin juga mengandung protein yang tinggi. Sehingga, jika dikonsumsi dalam jumlah cukup dan dikombinasikan dengan makanan sehat lainnya, telur asin dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi harian tubuh.

Lebih jauh, tekstur telur asin yang halus, lunak, dan rendah serat juga membuat saluran cerna lebih lambat untuk memprosesnya. Alhasil, telur asin dapat membantu mengganjal saluran cerna yang “bocor”.

Namun, meski memiliki manfaat demikian, telur asin tetap tidak dapat dijadikan sebagai terapi utama untuk mengatasi diare. Hal ini karena beberapa penelitian menyebutkan bahwa telur asin hanya mampu mengurangi tingkat keparahan diare.

Jadi, telur asin memang dapat menjadi salah satu pengobatan alternatif untuk diare. Namun, agar telur ini benar-benar memberikan dampak yang positif untuk mengurangi tingkat keparahan diare, konsumsinya perlu dikombinasikan dengan makanan sehat lainnya.

Sedangkan, jika Anda mengalami diare yang parah disertai dengan keluhan-keluhan penyerta seperti buang air besar berdarah, nyeri perut berlebihan yang tak kunjung hilang, pusing berputar hingga kesulitan untuk berkeringat atau buang air kecil, jangan sekali-sekali mengandalkan telur asin untuk membantu memperbaiki keadaan. Karena kasus diare yang seperti ini sangat membutuhkan tindakan medis dengan segera. Jika tidak, nyawa yang menjadi taruhannya.

Nah, sekarang Anda sudah tahu fakta medis mengenai telur asin dan diare, bukan? Jangan sampai salah kaprah, ya!

[NB/ RVS]