Cara Alami Atasi Keputihan Berwarna Hijau

Oleh dr. Astrid Wulan Kusumoastuti pada 03 Apr 2018, 17:24 WIB
Panik karena keputihan berwarna hijau? Ini dia cara alami untuk mengatasinya.
Cara Alami Atasi Keputihan Berwarna Hijau (Napatsom Aungsirichinda/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Jika Anda adalah seorang wanita, besar kemungkinan Anda pernah mengalami keputihan. Cairan seperti lendir yang keluar dari vagina tersebut nyatanya tidak selalu berwarna putih. Meski disebut keputihan, cairan ini dapat juga berupa bening, atau berwarna kekuningan, kehijauan, bahkan kecoklatan.

Tak semua keputihan merupakan tanda dari sesuatu yang negatif. Perlu diketahui, bahwa keputihan ada 2 jenis, yang normal dan tidak normal. Anda para wanita hendaknya dapat membedakan kedua jenis keputihan ini, agar mengetahui kapan keputihan bisa dianggap wajar atau harus segera diperiksakan dan ditangani oleh dokter.

Keputihan yang normal memiliki ciri tidak berwarna atau bening, tidak berbau, tidak terlampau kental dan menggumpal, serta tidak disertai gejala lainnya seperti gatal atau nyeri.

Produksi keputihan yang normal ini bervariasi, dipengaruhi oleh perubahan hormonal dalam tubuh, misalnya saat menjelang atau setelah menstruasi, saat hamil, mengalami stres, menjalani aktivitas padat, dan sebagainya. Meski bening, keputihan normal ini akan berwarna kekuningan saat menempel pada celana dalam.

Keputihan normal umumnya dikenali dari penampakannya yang memiliki warna tertentu, khas sesuai dengan penyebabnya. Keputihan yang tidak normal dapat berwarna putih pekat seperti susu, kekuningan, kehijauan, atau bahkan kecoklatan.

Keputihan yang tidak normal dapat terjadi akibat kondisi dan penyakit tertentu, seperti infeksi bakteri, jamur, atau parasit lainnya.

Selain perubahan warna, keputihan yang tidak normal juga sering disertai dengan gejala lainnya. Gejala yang muncul biasanya berupa rasa gatal yang mengganggu, panas atau bahkan nyeri di area kewanitaan. Keputihan yang muncul juga dapat disertai bau, mulai dari bau anyir hingga bau amis dan busuk.

1 of 2

Keputihan hijau dan mengatasinya

Salah satu jenis keputihan yang perlu mendapat perhatian lebih adalah keputihan yang berwarna hijau. Ketika keputihan berubah warna menjadi hijau, Anda perlu waspada, karena bisa saja Anda mengalami infeksi trikomoniasis.

Trikomoniasis adalah jenis infeksi yang disebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis. Dari namanya, Anda dapat mengetahui bahwa parasit ini umumnya memang menyerang area vagina.

Infeksi ini dapat ditularkan melalui hubungan seksual yang tidak terproteksi, sehingga membuatnya termasuk ke dalam salah satu Penyakit Menular Seksual (PMS).

Keputihan hijau akibat infeksi parasit ini biasanya disertai juga dengan gejala lain, seperti keputihan yang berbuih, berbau tidak sedap bahkan seperti busuk, gatal hebat, dan nyeri saat buang air kecil atau berhubungan intim.

Pada dasarnya, tidak ada cara alami yang dianjurkan untuk mengatasi atau mengobati infeksi trikomoniasis ini. Infeksi ini harus diobati dengan obat-obatan spesifik yang dapat membunuh parasit Trichomonas vaginalis, seperti metronidazole atau tinidazole.

Tentunya, pemberian obat-obatan ini harus didahului oleh pemeriksaan fisik dan penunjang untuk menegakkan diagnosis serta digunakan sesuai anjuran dan berada di bawah pengawasan dokter. Cara alami hanya dianjurkan sebagai pencegahan atau tambahan untuk menjaga keadaan area kewanitaan tetap bersih dan kering.

Beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah terjadinya infeksi dan membantu proses penyembuhan diantaranya adalah:

  • Tidak melakukan hubungan intim tanpa pengaman atau berganti-ganti pasangan.
  • Membersihkan area kewanitaan dengan seksama setiap habis buang air, dengan air mengalir dan membasuhnya satu arah depan ke belakang agar kuman dari anus tidak terbawa ke depan.
  • Mengeringkan area kewanitaan dengan tisu kering atau handuk bersih setelah buang air sebelum memakai pakaian dalam.
  • Rajin mengganti pakaian dalam dengan yang bersih dan kering.
  • Menghindari pemakaian pembalut atau panty liner yang tidak perlu karena akan menyebabkan area kewanitaan menjadi lembap.
  • Tidak menggunakan sabun untuk membersihkan area kewanitaan karena dapat mengubah pH alami vagina.

Trikomoniasis juga dapat menyebabkan berbagai komplikasi pada wanita hamil yang cukup serius, seperti bayi lahir prematur, berat badan bayi lahir rendah (BBLR) dan penularan infeksi ke bayi.

Selain cara di atas, hindari berhubungan intim selama keputihan masih berwarna hijau dan mengalami infeksi trikomoniasis. Pengobatan juga harus dijalani oleh pasangan agar tidak saling menularkan kembali setelah Anda dinyatakan sembuh.

Segera periksakan diri Anda ke dokter jika mengalami keputihan yang berwarna hijau.

[NP/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓