Daun Sirih untuk Mengatasi Bau Mulut, Ampuhkah?

Oleh drg. Callista Argentina pada 07 Apr 2018, 08:32 WIB
Tak sedikit orang yang menggunakan daun sirih untuk menangani bau mulut. Apakah cara ini efektif?
Daun Sirih untuk Mengatasi Bau Mulut, Ampuhkah? (PhuShutter/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Sejak dahulu orang sudah menggunakan daun sirih sebagai pengobatan alami. Salah satunya untuk kesehatan gigi dan mulut, seperti bau mulut. Apakah Anda pernah memanfaatkan tumbuhan ini juga? 

Daun sirih mengandung antioksidan alami, salah satu efeknya yang paling dominan adalah sebagai antibakterial. Karena sifat antibakterial ini, ekstrak daun sirih mampu menghambat pertumbuhan bakteri serta mengurangi produksi zat asam hasil dari bakteri.

Daun sirih merupakan obat tradisional yang cukup populer di Cina dan India untuk mencegah bau mulut. Dari hasil penelitian yang dimuat dalam American Journal of Ethnomedicine, daun sirih mengandung minyak atsiri. Di dalamnya terkandung zat allylpyrocatechol (APC) yang dapat mengikat bakteri anaerob penyebab bau mulut.

Fungsi antibakterial APC dinyatakan dapat mengurangi produksi methyl mercaptan dan hydrogen sulfide, gas berbau yang dihasilkan oleh bakteri tersebut.

Cara memanfaatkan daun sirih untuk mengatasi bau mulut adalah dengan mencuci daun sirih segar 2–4 lembar. Lalu masukkan ke dalam gelas, seduh dengan air panas, lalu tutup rapat. Kemudian, pakailah untuk berkumur saat hangat.

Karena khasiatnya tersebut, ekstrak daun sirih kini dijadikan komponen tambahan dalam produk kesehatan gigi. Selain untuk mengatasi bau mulut, daun sirih juga dapat mengurangi risiko terbentuknya karies gigi.

Penelitian yang dilakukan oleh Departemen Oral Biologi FKG Universitas Padjadjaran menyatakan bahwa terjadi perubahan keasaman air ludah, sebelum dan sesudah menyikat gigi menggunakan pasta gigi dengan ekstrak daun sirih. Rata-rata derajat keasaman air ludah naik menjadi cenderung basa setelah menyikat gigi.

Pada keadaan air ludah yang cenderung basa, maka bakteri Streptococcus mutans tidak dapat bertahan hidup. Hal ini disebabkan ekstrak daun sirih dapat merusak selaput sel plasma dan membekukan inti sel bakteri tersebut. Jadi, terhambatnya pertumbuhan bakteri di dalam rongga mulut dapat menurunkan risiko karies gigi dan menghambat pembentukan plak gigi. 

Cara lainnya untuk atasi bau mulut

Penting untuk lebih memperhatikan kesehatan gigi dan mulut agar terhindar dari masalah gigi dan mulut sekaligus mencegah bau mulut. Sikatlah gigi Anda secara rutin setidaknya dua kali sehari dan lakukan floss. Penumpukan plak di gigi dapat mengumpulkan bakteri penyebab bau mulut. Begitu pula dengan makanan yang terperangkap.

Saat menyikat gigi, hindari melakukannya terlalu keras agar tidak merusak gigi sehingga membuatnya rentan terhadap pembusukan. Jangan lupa juga untuk menyikat lembut lidah Anda dengan sikat gigi.

Pemakaian obat kumur juga dapat dilakukan. Obat kumur menambah perlindungan ekstra karena dapat menyingkirkan bakteri. Rasa mint juga dapat membuat napas lebih segar. Namun, pastikan obat kumur yang Anda pilih memang dapat membunuh kuman yang menyebabkan bau mulut, tidak sekadar menutupi bau mulut.

Selain itu, perhatikan asupan makanan Anda. Beberapa makanan – misalnya bawang – dapat menyebabkan Anda mengalami bau  mulut. Kadang menyikat gigi juga tak membantu menghilangkan bau bawang tersebut. Solusinya, lebih baik hindari makanan tersebut, atau jangan mengonsumsinya sama sekali. Kebiasaan merokok juga bisa memengaruhi bau mulut. Solusinya, tentu saja Anda harus berhenti merokok, daripada mengalami bau mulut terus-menerus.

Nah, apabila seseorang mengalami kondisi bau mulut yang berkepanjangan, daun sirih saja tak dapat membantu. Satu-satunya cara untuk mengatasinya adalah dengan menghilangkan seluruh lapisan biofilm, secara profesional dengan bantuan dokter gigi. Semoga membantu!

[RS/ RVS]