Hobi Masturbasi Picu Kanker Prostat? - Info Sehat Klikdokter.com
search

Hobi Masturbasi Picu Kanker Prostat?

Onani adalah suatu cara untuk mendapatkan kepuasan seks tanpa berhubungan seksual. Lalu, benarkah berlebihan melakukan mastrubasi picu kanker prostat?
Hobi Masturbasi Picu Kanker Prostat?

Masturbasi adalah aktivitas seksual yang dilakukan sendiri untuk memuaskan diri sendiri juga. Hal ini dianggap dapat menimbulkan sejumlah dampak, misalnya sering onani menyebabkan kanker prostat.

Sejumlah seksolog sepakat, masturbasi sebenarnya tidak merugikan kesehatan. Bahkan ada anjuran untuk masturbasi setidaknya dua kali seminggu.

Namun, ketika masturbasi dilakukan terlalu sering, hal ini bisa berpotensi mengakibatkan luka lecet pada daerah sekitar pangkal paha dan kelamin. 

Lantas, bagaimana kanker prostat diklaim bisa dipicu oleh masturbasi berlebihan?

Artikel Lainnya: Benarkah Keseringan Onani Bikin Penis Kecil?

1 dari 3

Kaitan Onani dan Kanker Prostat

Kaitan Onani dan Kanker Prostat
loading

Menurut penelitian oleh Universitas Nottingham, Inggris, pria yang aktif secara seksual pada usia 20-30-an memiliki risiko lebih tinggi menderita kanker prostat. Hal ini makin menjadi-jadi apabila frekuensi masturbasinya juga cukup tinggi. 

Penelitian ini mengambil subjek pada lebih dari 431 pria yang telah didiagnosis kanker prostat sebelum usia 60 tahun.

Ditemukan, sebagian besar pria dengan kanker prostat memiliki jumlah aktivitas seksual–termasuk masturbasi– yang lebih tinggi. 

Sebanyak 40 persen pria dengan kanker prostat memiliki frekuensi tertinggi pada usia 20-an, yakni 20 kali atau lebih per bulan. Pola yang sama juga ditemukan pada pria usia 30 hingga 40-an.

Artikel Lainnya: Sering Masturbasi Bikin Lutut Kopong, Benar atau Salah?

Pria dengan kanker prostat lebih sering bermasturbasi dibandingkan pria dari grup kontrol dalam studi, yaitu dengan frekuensi tertinggi pada usia 20-an dan 30-an. Perbedaan tersebut tidak terlalu jauh pada usia 40-50-an.

Hormon memainkan peran dalam kejadian kanker prostat. Umumnya pengobatannya adalah mengurangi kadar hormon yang menstimulasi pertumbuhan sel kanker. 

Libido pria juga diregulasi oleh kadar hormonal tersebut. Karena itulah, penelitian ini mencoba mencari hubungan antara libido pria dengan risiko kanker prostat.

Kesimpulan studi tadi, masturbasi pada intensitas yang sering dapat memicu kanker prostat. 

Di sisi lain, banyak penelitian lain yang justru menemukan hasil kebalikan. Mereka menilai, sering ejakulasi (baik melalui masturbasi maupun hubungan seksual) malah mengurangi risiko kanker prostat. 

Misalnya, studi di Nottingham, Inggris, tadi juga menemukan bahwa ejakulasi dapat bermanfaat melindungi dari kanker prostat pada pria berusia 50 tahun ke atas. 

Sementara, studi yang dilakukan Harvard Medical School selama belasan tahun pada puluhan ribu pria bahkan menemukan penurunan risiko kanker prostat hingga 20 persen bagi mereka yang kerap ejakulasi. 

Salah satu kemungkinan penjelasannya adalah fungsi proteksi ejakulasi terhadap kelenjar prostat. Ejakulasi, misalnya melalui masturbasi, dianggap dapat membantu mengeluarkan senyawa kimia berbahaya yang terkumpul pada air mani. 

Kemungkinan penjelasan lain berkaitan dengan gaya hidup. Pria yang lebih sering ejakulasi umumnya memiliki gaya hidup lebih sehat secara keseluruhan. Bisa saja gaya hidup inilah yang menyebabkan risiko kanker prostat berkurang.

Artikel Lainnya: Onani Pakai Hand Sanitizer, Berbahayakah Menurut Dokter?

2 dari 3

Batas Onani yang Aman agar Terhindar dari Kanker Prostat

Batas Onani yang Aman agar Terhindar dari Kanker Prostat
loading

Hubungan antara onani dengan kanker prostat masih kontroversial. Lalu, banyak hasil penelitian yang menunjukkan hasil saling berlawanan. Karena itu, belum bisa disimpulkan bahwa sering onani menyebabkan kanker prostat.

Manfaat masturbasi untuk perlindungan terhadap kanker prostat pun masih perlu diteliti lebih lanjut. 

Untuk melindungi diri dari kanker prostat, sejumlah cara dapat dilakukan. Beberapa upaya yang tepat adalah menjaga asupan, menciptakan pola hidup sehat, berhenti merokok, dan rutin berolahraga. 

Berdasarkan penelitian Universitas Bristol, Inggris, mengonsumsi lebih dari 10 buah tomat dan 10 jenis kacang-kacangan dalam 1 minggu terbukti mengurangi risiko kanker prostat. 

Kandungan likopen dan selenium diketahui memiliki peran penting dalam pencegahan ini.

Baca Juga

Selain itu, jangan lupa melakukan deteksi dini kanker prostat, khususnya bila Anda punya faktor risikonya.

Tanya dokter seputar kanker prostat lebih mudah lewat Konsultasi Seputar Kanker di aplikasi KlikDokter.

(FR/JKT)

 

KONSULTASI LEBIH LANJUT

avatar

dr. Kartika Paramita, Sp. KK

Spesialis Kulit dan Kelamin
wallet
Rp. 30.000

ARTIKEL TERKAIT

Benarkah Konsumsi Telur Meningkatkan Risiko Kanker Prostat?

Info Sehat
18 Nov

Prosedur Terapi Proton untuk Pengobatan Kanker Prostat

Info Sehat
13 Nov

Hubungan antara Masturbasi dan Depresi

Info Sehat
22 Okt

Ragam Pilihan Terapi Pengobatan untuk Kanker Prostat

Info Sehat
16 Sep

Rambut Pria Bisa Rontok Akibat Masturbasi atau Onani, Benarkah?

Info Sehat
03 Agt

REAKSI ANDA

1 KOMENTAR

Avatar
Henry Ernawan
4 Tahun Lalu

payah nih klikdokter ! :p justru mengurangi resiko kanker prostat dong ? Kan ejakulasi sehingga sperma yg sudah kedaluarsa tergantikan oleh yang baru ( masih fresh ) justru kalo tidak ejakulasi.....akan menumpuk......dan itulah yg menyebabkan kanker prostat

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat