Infeksi Jamur di Mulut, Benarkah Gejala HIV?

Oleh dr. Nitish Basant Adnani BMedSc MSc pada 10 Apr 2018, 13:32 WIB
Apakah infeksi jamur pada mulut selalu membuktikan seseorang terkena gejala HIV?
Infeksi Jamur di Mulut, Benarkah Gejala HIV? (Dmitry A/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Oral thrush merupakan salah satu kondisi adanya lesi berwarna putih pada rongga mulut, yang terutama dapat disebabkan oleh infeksi jamur. Kondisi ini biasa ditemukan pada orang dengan gejala HIV.

Infeksi jamur di mulut juga dikenal dengan istilah kandidiasis oral. Kondisi ini merupakan salah satu jenis infeksi mulut yang paling sering disebabkan oleh jamur jenis Candida albicans. Namun kondisi tersebut juga dapat disebabkan oleh Candida glabrata atau Candida tropicalis.

Pada sebagian besar individu, infeksi jamur pada mulut tidak menyebabkan tanda atau gejala yang serius. Namun, hal ini belum tentu berlaku pada individu yang memiliki sistem daya tahan tubuh yang lemah. Tanda dan gejala dapat tampak secara lebih jelas serta terjadi dalam derajat yang lebih berat.

Oleh sebab itu, infeksi jamur di mulut lebih sering terdiagnosis pada individu yang memiliki kelemahan pada sistem daya tahan tubuh. Hal ini bisa terjadi  pada mereka yang terinfeksi oleh human immunodeficiency virus (HIV). Selain itu, kondisi yang sama juga bisa terjadi pada individu yang terekspos penanganan kemoterapi atau radiasi untuk mengatasi kanker, individu yang mengonsumsi antibiotik atau kortikosteroid, dan perokok.

1 of 3

Gejala yang timbul

Pada fase awal dari kondisi ini, infeksi jamur di mulut umumnya tidak menyebabkan tanda atau gejala. Namun, seiring berjalannya waktu, jamur dapat berkembang biak dan menyebabkan beberapa tanda dan gejala, termasuk:

  • Lesi berwarna putih pada lidah, pipi bagian dalam, gusi, atau tonsil
  • Sedikit pendarahan apabila lesi mengalami luka
  • Nyeri terkadang dapat dirasakan pada lokasi terjadinya lesi
  • Kulit yang kering dan pecah-pecah pada tepi mulut
  • Terasa kesulitan saat menelan makanan

Umumnya, dokter dapat mendiagnosis infeksi jamur pada mulut seseorang melalui wawancara medis dan pemeriksaan fisik untuk melihat lesi pada rongga mulut atau lidah. Bisa juga dilakukan melalui pemeriksaan penunjang tertentu bila dibutuhkan, seperti biopsi dan kultur jaringan. Bila lesi diduga telah menginfeksi esofagus atau kerongkongan, dapat dilakukan pemeriksaan endoskopi, untuk evaluasi lebih lanjut.

2 of 3

Penanganan yang dapat dilakukan

Penanganan infeksi jamur pada mulut dapat bervariasi, bergantung dari usia, derajat keparahan, serta adanya penyakit penyerta lain. Tujuan penanganan infeksi jamur pada mulut adalah mencegah pertumbuhan dan penyebaran dari jamur.

Penanganan dapat dilakukan dengan obat antijamur, yang dapat diberikan dalam bentuk obat kumur, salep, atau jenis sediaan lainnya. Selain itu, guna mencegah timbulnya luka pada lesi, hati-hatilah saat menyikat gigi. Gantilah sikat gigi setiap hari hingga infeksi hilang sepenuhnya. Berkumur dengan larutan air garam, serta mengonsumsi yoghurt tawar juga dapat menjaga kadar bakteri baik dalam saluran pencernaan.

Infeksi jamur pada mulut jarang menyebabkan komplikasi pada individu yang memiliki sistem daya tahan tubuh yang baik. Individu yang memiliki daya tahan tubuh lemah atau mengonsumsi pengobatan tertentu, berisiko mengalami komplikasi.

Jamur dapat masuk melalui aliran darah dan menginfeksi bagian tubuh lainnya. Infeksi jamur pada mulut memang sering dijumpai pada pasien HIV. Namun, kondisi ini juga dapat dialami individu dengan penyakit lain yang mengalami penurunan fungsi sistem daya tahan tubuh. Pasien yang menjalani kemoterapi untuk penanganan kanker, dan individu yang mengonsumsi pengobatan kortikosteroid jangka panjang, juga dapat mengalami infeksi jamur di mulut.

Lalu, bagaimana cara yang baik untuk mencegah terjadinya infeksi jamur pada mulut? Kondisi ini dapat dicegah dengan menerapkan beberapa hal, misalnya menjaga higienitas oral yang baik, melakukan sikat gigi secara rutin, atau menambahkan yoghurt ke dalam menu makanan sehari-hari.

Selain itu, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter umum atau dokter gigi bila Anda menemukan luka atau lesi pada rongga mulut. Untuk itu, dapat dilakukan wawancara medis dan pemeriksaan fisik secara langsung untuk menentukan penyebab dan penanganan yang tepat.

Jadi, infeksi jamur di mulut tidak selalu bukti dari seseorang menderita gejala HIV. Semua orang yang daya tahan tubuhnya menurun dan tengah mengonsumsi obat tertentu juga dapat mengalaminya. Oleh karena itu, pertahankan daya tahan tubuh dengan menerapkan gaya hidup sehat!

[NP/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓