Hati-hati, Ini Penyebab Diabetes Mellitus Di Usia Muda

Oleh dr. Andika Widyatama pada 10 Apr 2018, 16:15 WIB
Mengapa diabetes mellitus dapat dialami pada usia muda? Simak penjelasannya di sini!
Hati-hati, Ini Penyebab Diabetes Mellitus Di Usia Muda (Sirtravilalot/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Kabar duka kembali menghampiri dunia musik Indonesia. Andika Putrasahadewa (36) sang pemain bassist dari grup musik Kerispatih mengembuskan nafas terakhirnya Selasa (10/4). Meninggalnya pria kelahiran 8 Januari 1982 itu diduga karena penyakit diabetes mellitus yang sudah lama dideritanya.

Saat ini, diabetes mellitus memang dapat menyerang semua umur. Lantas bagaimana penyakit diabetes mellitus dapat menyerang kelompok usia muda, seperti Andika Kerispatih?

Penyebab diabetes mellitus

Ada beragam faktor pemicu penyakit ini. Pola hidup yang tidak sehat seperti konsumsi makanan yang tidak sehat adalah salah satunya. Selain itu, kurangnya aktivitas fisik dipercaya dapat menjadi pemicu utama terjadinya diabetes mellitus.

Meskipun demikian, faktor genetik juga menentukan risiko terjadinya diabetes mellitus pada seseorang. Orang dengan riwayat keluarga yang mengalami diabetes, maka akan lebih mungkin mengalami diabetes di usia muda.

Diabetes mellitus atau dikenal juga dengan istilah kencing manis merupakan suatu penyakit metabolik yang ditandai dengan kondisi hiperglikemia (kadar gula darah tinggi). Umumnya, diabetes mellitus digolongkan menjadi diabetes mellitus tipe 1 dan tipe 2.

Diabetes mellitus tipe 1 disebabkan karena organ pankreas tidak dapat memproduksi hormon insulin. Sementara, diabetes mellitus tipe 2 bisa disebabkan oleh gangguan produksi hormon insulin serta adanya resistensi terhadap hormon insulin.

Hormon insulin ini berfungsi untuk membawa gula di dalam aliran darah ke dalam organ di seluruh tubuh. Pada kondisi diabetes mellitus, gangguan pada kerja hormon insulin tersebut yang menyebabkan peningkatan kadar gula darah.

Adapun beberapa faktor risiko seseorang bisa mengalami diabetes mellitus, terdiri dari:

1.    Faktor risiko yang tidak dapat diubah:

  • Ras atau etnik
  • Riwayat diabetes dalam keluarga
  • Umur
  • Riwayat lahir dengan berat badan rendah (<2,5 kg)

2.    Faktor risiko yang dapat diubah:

  • Kelebihan berat badan (Indeks Massa Tubuh > 23 kg/m2)
  • Obesitas
  • Kurangnya aktivitas fisik dan olahraga
  • Merokok
  • Tekanan darah tinggi (nilai >140/90 mmHg)
  • Pola makan tidak sehat
  • Dislipidemia atau gangguan pada kadar kolesterol darah

Komplikasi diabetes mellitus

Mengalami diabetes mellitus sejak usia muda akan meningkatkan risiko mengalami berbagai komplikasi dari diabetes. Semakin lama seseorang mengalami diabetes dan tidak diobati dengan baik, maka akan lebih berisiko mengalami berbagai komplikasi.

Komplikasi diabetes bisa menurunkan produktivitas seseorang hingga mengancam nyawa. Beberapa komplikasi yang mungkin timbul pada diabetes, yaitu:

● Penyakit kardiovaskular

Diabetes dapat meningkatkan risiko mengalami berbagai penyakit yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah, seperti penyakit jantung koroner, serangan jantung, dan  aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah arteri). Selain itu, gangguan pada pembuluh darah tersebut juga dapat terjadi peningkatkan risiko mengalami stroke.

● Neuropati (kerusakan saraf)

Kelebihan kadar gula darah dapat merusak dinding pembuluh darah. Jika pembuluh darah terganggu, otomatis fungsi jaringan yang disuplai darah pun ikut terganggu, salah satunya jaringan saraf. Gangguan bisa terjadi pada saraf di seluruh bagian tubuh. Ketika jaringan saraf terganggu, dapat menimbulkan serangkaian gejala seperti kesemutan, mati rasa, nyeri atau sensasi terbakar.

● Nefropati (kerusakan ginjal)

Kadar gula darah yang tinggi dapat merusak pembuluh darah yang melalui organ ginjal. Hal ini dapat memengaruhi fungsi penyaringan pada organ ginjal. Pada akhirnya, kerusakan ginjal yang terus terjadi dapat menyebabkan gangguan pengeluaran sisa-sisa metabolisme atau zat yang tidak dibutuhkan dari dalam tubuh.

● Retinopati (kerusakan mata)

Diabetes juga dapat menimbulkan kerusakan pembuluh darah di mata, tepatnya di bagian retina. Padahal retina berfungsi untuk mengubah cahaya yang masuk ke dalam mata menjadi sinyal untuk dilanjutkan ke otak sebagai bagian penting dari proses penglihatan. Jika kerusakan pembuluh darah di retina parah, dapat menyebabkan kebutaan.

Meski bisa menyerang segala usia, diabetes mellitus bisa dicegah. Berdasarkan uraian di atas, seyogyanya Anda bisa terpacu untuk lebih menjaga kesehatan dengan menghindari faktor risiko, serta memiliki pola makan yang sehat, olahraga secara rutin, dan istirahat cukup.

[NP/ RVS]