Waspadalah, Diabetes Juga Bisa Picu Stroke!

Oleh dr. Sepriani Timurtini Limbong pada 10 Apr 2018, 16:21 WIB
Berpulangnya Andika, basis grup Kerispatih, diduga karena diabetes yang berlanjut pada stroke. Bagaimana hal itu terjadi?
Waspadalah, Diabetes Juga Bisa Picu Stroke! (Chombosan/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Kabar duka kembali datang dari dunia hiburan. Andika, basis band Kerispatih, dikabarkan menghembuskan napas terakhirnya hari Selasa (10/04). Kabar tentang meninggalnya Andika Kerispatih diketahui melalui akun Twitter band tersebut dan beberapa akun media sosial rekan-rekan Andika. Kabarnya, mendiang punya riwayat diabetes. Sempat terjatuh, lalu ia dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis yang setelahnya ia didiagnosis terkena stroke.

Hingga berita ini dituliskan, belum diketahui pasti penyebab meninggalnya pemain bass Kerispatih tersebut. Namun, dari beberapa foto terakhir yang diunggah Andika pada akun Instagram miliknya, ia mengunggah foto-foto yang memperlihatkan perawakannya yang semakin kurus. Sejumlah penggemar dan rekan Andika sempat menyebutkan bahwa ayah satu orang anak ini mengalami penyakit diabetes sejak lama.

Diabetes merupakan penyakit kronis yang terjadi karena pankreas tidak dapat memproduksi insulin dalam jumlah cukup atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang telah diproduksi secara efektif. Sementara itu, insulin adalah hormon yang berfungsi mengatur kadar gula darah. Akibatnya, penderita diabetes akan mengalami peningkatan kadar gula darah (hiperglikemia). Bila tidak terkontrol dengan baik, maka kondisi tersebut akan berakibat buruk pada berbagai organ tubuh.

Jumlah penderita diabetes semakin tahun terus meningkat. Berbeda dengan dahulu ketika diabetes identik dengan mereka yang berusia lanjut, saat ini diabetes sudah banyak dialami oleh kelompok usia muda. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat ada 8,5 persen orang dewasa dengan usia di atas 18 tahun yang mengalami diabetes pada tahun 2014. Dua kali lipat bila dibandingkan dengan dua dekade sebelumnya.

Penderita diabetes biasanya menunjukkan gejala klasik yaitu sering lapar (polifagi), sering haus (polidipsi), rasa ingin buang air kecil terus menerus (poliuri), serta penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas (bukan karena sedang diet atau penyakit lainnya). Pada wanita, bisa juga disertai rasa gatal pada vagina.

1 of 2

Diabetes dan stroke

Diabetes termasuk ke dalam daftar sepuluh besar penyebab utama kematian di seluruh dunia. Lebih dari separuh kematian akibat diabetes berkaitan dengan penyakit jantung, pembuluh darah, serta stroke.

Gula yang tinggi dalam darah dapat memicu penumpukan lemak di dinding pembuluh darah. Tumpukan lemak tersebut bila semakin besar dapat menjadi sumbatan di pembuluh darah dan menghambat aliran darah menuju organ tubuh.

Bila terjadi di otak, akan menyebabkan sel otak kekurangan oksigen dan menyebabkan stroke. Fakta ini didukung dengan data bahwa diabetes merupakan faktor risiko utama untuk terjadinya penyakit akibat penyempitan pembuluh darah, seperti stroke, serangan jantung, kebutaan mendadak, dan gagal ginjal.

Berita baiknya, tidak semua pemilik diabetes akan serta-merta mengalami stroke. Bila Anda memiliki diabetes, lakukan beberapa langkah pencegahan untuk mencegah risiko terjadinya stroke atau komplikasi lain dengan melakukan pola hidup sehat ini:

  • Menjaga berat badan. Usahakan agar Anda memiliki berat badan dengan indeks massa tubuh (IMT) yang ideal.
  • Rutin berolahraga. Durasi dan frekuensi olahraga yang saat ini direkomendasikan oleh para pakar adalah sebanyak 3-5 kali per minggu selama 30 menit tiap sesinya. Anda dapat memilih jenis olahraga apa pun, tetapi banyak ahli yang menganjurkan untuk melakukan jenis olahraga aerobik.
  • Mengatur pola makan. Menghindari makanan bergula tinggi tentu sudah jelas. Selain itu Anda juga harus mengonsumsi makanan tinggi serat seperti buah dan sayur. Sebagai sumber lemak, gunakan lemak tak jenuh seperti minyak zaitun atau minyak canola.
  • Hentikan kebiasaan merokok. Rokok dan diabetes adalah kombinasi yang buruk. Merokok dapat meningkatkan kerusakan pada pembuluh darah. Bila Anda ingin hidup bebas komplikasi, segera buang jauh-jauh rokok Anda.
  • Menjalankan pengobatan teratur. Bila Anda seorang penderita diabetes yang sedang dalam pengobatan, lakukanlah secara teratur sesuai anjuran dokter. Jangan menghentikan atau mengubah dosis obat tanpa konsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Hal-hal di atas mungkin terdengar sederhana, tetapi telah terbukti efektif untuk mencegah dan memperlambat terjadinya berbagai komplikasi diabetes seperti stroke, bahkan mencegah penyakit diabetes itu sendiri, seperti kondisi Andika Kerispatih yang diceritakan oleh rekan-rekannya. Melakukannya sedini mungkin dapat membantu Anda mendapatkan kualitas hidup lebih baik dan umur lebih panjang.

[RN/ RVS]

 

Lanjutkan Membaca ↓