Yuk, Kenali Beda Oat dan Gandum

Oleh Novita Permatasari pada 13 Apr 2018, 16:28 WIB
Sebagian orang masih menganggap oat dan gandum, sama. Padahal, keduanya memiliki perbedaan. Apa saja?
Yuk, Kenali Beda Oat dan Gandum (Masalski Maksim/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Baik oat maupun gandum, keduanya sama-sama tergolong ke dalam tumbuhan serealia. Meskipun demikian, oat dan gandum tidaklah sama. Keduanya memiliki manfaat yang berbeda-beda bagi tubuh.

Oat adalah serealia yang merupakan sumber karbohidrat dan masih memiliki lapisan kulit ari serta bakal biji. Sehingga, oat adalah biji sereal utuh yang lebih baik dibanding beras. Oat baik untuk kesehatan karena memiliki kandungan serat, protein, vitamin dan mineral yang lebih tinggi serta kaya akan nutrisi.

Gandum sendiri adalah tanaman rerumputan dan merupakan bahan mentah yang digunakan untuk membuat tepung roti, kue, dan pastry. Gandum mengandung serat tidak larut yang berfungsi untuk melancarkan buang air besar. Menurut dr. Adithia Kwee dari KlikDokter, gandum dapat mengikat kuat asam empedu dan membungkusnya sebagai kotoran, sehingga buang air besar semakin lancar.

Pilih mana: oat atau gandum?

Penelitian menunjukkan bahwa oat yang masih mengandung endosperm, dedak dan kuman, memiliki jenis serat tertentu yang disebut beta-glukan. Jenis serat ini terbukti sangat efektif untuk menurunkan kolesterol.

Oat mengandung tujuh vitamin, termasuk vitamin E dan sejumlah nutrisi, termasuk zat besi dan kalsium. Selain itu, oat juga memiliki jumlah protein dua kali lebih banyak daripada gandum utuh atau jagung utuh.

Sebagai sumber karbohidrat kompleks yang kaya akan serat, oat dapat memberikan rasa kenyang yang lebih lama, sehingga membantu mengendalikan berat badan. Dalam satu hari Anda membutuhkan serat sebanyak 25 gram. Satu mangkuk oatmeal setara dengan kandungan serat pada 2,5 mangkuk pepaya.

Gandum utuh sendiri memberikan berbagai manfaat kesehatan. Makanan gandum utuh terbukti membantu menurunkan berat badan, megurangi risiko sindrom metabolik, menurunkan risiko diabetes tipe 2 dan membantu mencegah batu empedu. Gandum utuh ditemukan dalam banyak produk, termasuk sereal, roti, pasta, kerupuk, muffin, dan kue.

Sebuah penelitian ilmiah yang dilakukan oleh Colorado State University pada 2002 menyatakan bahwa baik oat maupun gandum, keduanya terbukti memiliki dampak yang sangat besar terhadap keseluruhan gizi dan pola makan seseorang.

Analisis penelitian tersebut menyebutkan bahwa diet oat mampu mengurangi kadar kolesterol jahat sebesar 2,5 pesen, sedangkan diet gandum mendorong pengurangan kadar kolesterol jahat hingga 8 persen.

Perbedaan cara konsumsi

Dari segi cara mengonsumsinya, oat dan gandum jelaslah berbeda. Oat biasanya dimakan sebagai oatmeal yang bisa langsung dikonsumsi dengan dicampur bersama bahan makanan lainnya hingga menjadi muesli atau overnight oats.

Berbeda dengan oat, gandum adalah produk mentah, sehingga harus diolah dulu menjadi tepung untuk kemudian membuat kue. Selain untuk dimakan, gandum juga biasa digunakan sebagai bahan baku untuk membuat bir atau minuman beralkohol lainnya.

Diet menggunakan oat banyak dilakukan oleh orang dengan penyakit obesitas. Sebab, seperti dijelaskan di atas, oat cenderung menurunkan kadar kolesterol jahat lebih banyak dibanding menjalankan diet menggunakan gandum. Meski demikian, gandum tetap menjadi andalan bagi para penderita jantung karena dinilai sebagai sereal terbaik untuk melawan penyakit jantung.

Jadi, baik oat maupun gandum, keduanya memang sama-sama membantu penurunan berat badan. Meski demikian, pilih yang lebih sesuai dengan kondisi kesehatan Anda. Bahkan dengan mengonsumsi kombinasi keduanya, Anda akan terhindar dari risiko diabetes, obesitas, dan penyakit jantung.

[RVS]