Diastasis Recti, Masalah Usai Melahirkan yang Jarang Dibicarakan

Oleh Bobby Agung Prasetyo pada 16 Apr 2018, 14:34 WIB
Kenali masalah usai melahirkan, diastasis recti dan bagaimana menanganinya.
Diastasis Recti, Masalah Usai Melahirkan yang Jarang Dibicarakan (Goncharov Artem/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Ada sejumlah masalah tubuh yang dapat dialami wanita usai hamil dan melahirkan. Salah satunya diastasis recti, atau perut kendur. Ya, kondisi tersebut merupakan hal yang sangat umum terjadi dan jarang dibicarakan karena dianggap sepele. Meski tak berbahaya, namun ada baiknya perkara ini dapat diatasi secara tepat.

Tak sedikit yang berasumsi bahwa dengan banyak sit-up serta pola makan yang sehat, perut bisa kembali normal setelah Anda melahirkan. Namun faktanya, kebanyakan ibu tahu memperbaiki hal ini tak semudah berbicara. Bahkan, ketika seorang ibu usai melahirkan berhasil menurunkan berat badannya seperti sedia kala pun, tak bisa mengelak dari masalah diastasis recti.

Secara definisi, diastasis recti adalah kondisi yang terjadi ketika otot-otot perut (abdominal) seorang ibu hamil terpisah karena menopang jabang bayi di bagian tengah. Ini dialami oleh dua dari tiga ibu yang baru saja melahirkan.

Diketahui bahwa diastasis recti dapat memberikan Anda efek lebih dari perut kendur. Dilansir dari Prevention, diastasis recti juga dapat menyebabkan nyeri punggung hingga kesulitan menahan kencing karena lemahnya daya kontrol oleh otot perut.

Penyebab diastasis recti

Sangat jelas mengapa diastasis recti terjadi selama kehamilan. Anda tidak memiliki begitu banyak ruang di perut untuk menahan pertumbuhan bayi, sementara sang calon buah hati dapat memberi begitu banyak tekanan pada perut lewat gerakan yang dilakukan. Hal itu menyebabkan otot-otot tidak dapat mempertahankan bentuknya.

Belum dapat dipastikan, siapa yang berisiko dan tidak berisiko mengalami diastasis recti. Namun, sejumlah kondisi disebut menjadi faktor krusial penyebab diastasis recti. Kondisi tersebut seperti mengangkat beban berat, punya otot inti yang lebih lemah bahkan sebelum kehamilan, bertubuh pendek, dan hamil kembar.

Menurut Laura Ward, ahli kesehatan wanita dari Ohio State University, perempuan berusia 35 tahun atau lebih selama kehamilan juga berisiko mengalami hal ini.

Untuk mencegah diastasis recti, Ward menyarankan wanita untuk membangun kekuatan inti (core strength) Anda sebelum hamil dan pada tahap awal kehamilan. Anda juga tidak disarankan mengangkat barang-barang yang sangat berat selama kehamilan.

Menangani diastasis recti

Menurut Christine Greves, dokter kandungan di Winnie Palmer Hospital for Women and Babies, diastasis recti dapat menghilang dengan sendirinya. Namun pada lain waktu, latihan tertentu bahkan operasi amat diperlukan untuk membantu mengatasinya.

Penanganan terbaik diastasis recti adalah setelah melahirkan karena perut Anda sudah lebih datar, kata Ward. Biasanya penanganannya termasuk latihan fisik, namun hindari penekanan pada otot rectus abdominus dan otot abdominus transversus (lapisan otot di depan dan samping dinding perut) yang berlebih.

Selain itu, penting bagi Anda untuk berkonsultasi dengan ahli terapi fisik yang memiliki spesialisasi dalam kesehatan wanita. Hal ini dapat membantu Anda membuat rencana yang tepat. "Untuk beberapa wanita, latihan dan terapi fisik dapat berguna. Sementara untuk yang lain, perbaikan bedah mungkin diperlukan," kata Wider.

Penanganan diastasis recti tidak bisa dianggap sepele, Latihan tertentu yang katanya bermanfaat, seperti sit-up, justru dapat memperburuk keadaan Anda. Karena itu, bicarakan dengan dokter Anda agar dapat merancang rencana perawatan hingga merujuk Anda ke ahli terapi fisik yang sesuai.

Diastasis recti menjadi masalah usai melahirkan yang jarang dibicarakan. Buat ibu yang baru saja melahirkan, segera atasi masalah ini demi penampilan dan kesehatan yang lebih baik. Memang sulit untuk mengembalikan perut ke kondisi semula usai melahirkan. Diperlukan kesabaran dan latihan teratur untuk mengencangkan kembali otot perut Anda.

[RS/ RVS]