Kehamilan di Luar Rahim, Apa dan Bagaimana?

Oleh dr. Dyah Novita Anggraini pada 16 Apr 2018, 17:36 WIB
Kehamilan di luar rahim merupakan suatu kondisi yang tergolong berbahaya. Yuk, kenali di sini.
Kehamilan di Luar Rahim, Apa dan Bagaimana? (AnemStyle/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Kehamilan di luar rahim adalah suatu kondisi yang terjadi akibat pembuahan sel telur berada di luar rahim. Pada kasus ini, telur berhasil dibuahi oleh sperma, namun berada di tempat yang tidak semestinya.

Kehamilan di luar rahim terjadi sebanyak 1-2% dari seluruh jumlah kehamilan, dan 85-90% di antaranya terjadi pada wanita yang sudah hamil lebih dari satu kali. Kehamilan di luar rahim juga meningkat risikonya pada ibu hamil yang berusia di atas 40 tahun.

Penyebab dan gejala kehamilan di luar rahim

Terdapat beberapa penyebab kehamilan di luar rahim, di antaranya:

  • Adanya kerusakan pada permukaan tuba falopi akibat proses peradangan
  • Infeksi atau trauma
  • Kadar hormon yang tidak seimbang
  • Adanya perkembangan yang tidak normal dari sel telur yang sudah dibuahi.

Faktor-faktor yang memicu keadaan di atas, yaitu:

  • Penggunaan alat kontrasepsi jenis spiral
  • Memiliki riwayat kehailan di luar rahim sebelumnya
  • Memiliki riwayat infeksi di tuba falopi
  • Menderita penyakit radang panggul
  • Terkena penyakit infeksi menular seksual
  • Pernah mengalami proses sterilisasi pengikatan tuba yang tidak sempurna. 

Pada awal kehamilan, wanita yang mengalami kehamilan di luar rahim akan mengalami gejala seperti kehamilan normal, misalnya terlambat haid, mual, nyeri di payudara dan mudah lelah.

Namun, seiring waktu, wanita yang mengalami kehamilan di luar rahim juga akan merasakan nyeri hebat pada perut bagian bawah yang menjalar ke seluruh perut. Rasa nyeri ini akan semakin bertambah hebat apabila bergerak. Bahkan terkadang, wanita yang mengalami kehamilan di luar rahim juga akan mengalami perdarahan dari vagina.

Jika mengalami beberapa gejala yang disebutkan, segera periksa ke dokter. Jika tidak segera ditangani, kehamilan di luar rahim dapat menyebabkan robekan pada tuba falopi. Keadaan ini memicu perdarahan dalam perut dan menyebabkan penurunan kesadaran hingga kematian.

Diagnosis kehamilan di luar rahim

Untuk memastikan adanya kehamilan di luar rahim, dokter akan melakukan pemeriksaan tekanan darah, nadi, suhu, pemeriksaan perut dan panggul, serta pemeriksaan vagina.

Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang berupa ultrasonografi (USG) dan pemeriksaan darah untuk mendeteksi keberadaan hormon hCG (Human chorionic gonadotropin). Pada kehamilan di luar rahim, kadar hormon hCG akan lebih rendah.

Mendeteksi kehamilan di luar rahim sejak dini

Kehamilan di luar rahim tidak dapat dicegah 100%, namun dapat dipantau sejak dini. Tindakan yang bisa Anda lakukan dalam hal ini, misalnya:

●       Periksa ke dokter

Wanita dengan riwayat kehamilan di luar rahim, mempunyai riwayat infeksi di tuba falopi, mengidap penyakit radang panggul atau infeksi menular seksual. Segera lakukan pemeriksaan ke dokter kandungan, apalagi jika dirinya juga mengalami keterlambatan haid dan hasil test pack positif. Tindakan ini bertujuan untuk memastikan apakah bakal janin menempel di rahim atau tidak.

●       Berhenti merokok

Wanita yang merokok memiliki risiko lebih besar untuk mengalami kehamilan di luar rahim. Jadi, jika tak ingin mengalami kehamilan di luar rahim, segerakan diri Anda untuk terbebas dari benda berbahaya ini. Anda tak ingin mengorbankan masa depan hanya gara-gara kenikmatan semu yang ditawarkan rokok, bukan?

Kehamilan di luar rahim menjadi kondisi berbahaya, yang harus segera ditangani. Jika Anda khawatir akan terjadinya hal ini, jangan ragu untuk berkonsultasi secara langsung pada dokter umum atau dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

[NB/ RVS]