Keputihan Berlebihan Saat Hamil, Apa Sebabnya?

Oleh dr. Anita Amalia Sari pada 23 Apr 2018, 13:00 WIB
Keputihan berlebihan saat hamil sering kali membuat cemas. Kenali beberapa penyebabnya.
Keputihan Berlebihan Saat Hamil, Apa Sebabnya? (Tetiana Latsenko/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Perubahan hormonal yang terjadi saat hamil dapat mendatangkan sejumlah perubahan pada tubuh. Salah satu yang sering dikeluhkan adalah keputihan berlebih. Keputihan saat hamil bisa saja normal namun tak menutup kemungkinan keputihan tersebut abnormal. Karena itu, penting sekali bagi Anda untuk tahu perbedaan kondisi keputihan yang normal dan abnormal.

Keputihan normal saat hamil

Salah satu tanda awal kehamilan adalah keputihan yang bertambah banyak dan dapat terjadi sepanjang kehamilan. Biasanya keputihan ini juga makin banyak menjelang persalinan.

Keputihan yang normal memiliki karakteristik encer, berwarna jernih atau putih susu, tidak berbau atau sedikit bau, serta tidak gatal. Ibu hamil tak perlu khawatir jika mengalami keputihan normal. Keputihan normal tidak memerlukan pengobatan khusus.

Beberapa penyebab keputihan berlebihan saat hamil yang normal, antara lain:

  • Peningkatkan hormon estrogen pada masa kehamilan.
  • Kondisi mulut rahim dan dinding vagina yang menjadi lebih lunak saat hamil menyebabkan produksi cairan vagina yang berlebih. Ini merupakan mekanisme tubuh untuk mencegah infeksi.
  • Aliran darah bertambah di daerah organ reproduksi saat hamil.
  • Saat usia kehamilan cukup bulan, kepala bayi yang menekan mulut rahim bisa menyebabkan bertambahnya cairan vagina.

Keputihan abnormal saat hamil

Selain akibat kondisi normal, keputihan saat hamil dapat disebabkan oleh kondisi abnormal. Keputihan yang abnormal dapat dipicu oleh infeksi bakteri, jamur ataupun parasit. Infeksi menular seksual juga bisa mendatangkan keluhan keputihan pada ibu hamil.

Karena itu, jika menemukan perubahan abnormal pada cairan vagina Anda, segera periksakan kondisi ke dokter karena keputihan abnormal membutuhkan pengobatan menggunakan antibiotik atau antijamur.

Ciri keputihan abnormal saat hamil dapat berupa salah satu atau beberapa gejala berikut:

  • Perubahan warna menjadi kekuningan, kehijauan atau keabu-abuan.
  • Berbau amis atau bau menyengat.
  • Disertai keluhan gatal, kemerahan, sariawan atau bengkak di area vagina.
  • Disertai nyeri saat buang air kecil.

Penyebab keputihan berlebihan yang abnormal saat hamil adalah:

  • Infeksi jamur. Tanda-tandanya dapat berupa gumpalan berwarna putih susu bercampur kuning seperti keju, dan bisa disertai gatal dan panas pada area vagina.
  • Trikomoniasis. Ini merupakan infeksi menular seksual yang disebabkan oleh parasit. Keputihan yang terjadi dapat berwarna kuning, kehijauan, berbusa, disertai vagina yang gatal dan kemerahan dan berbau.
  • Infeksi bakteri. Tanda-tandanya adalah keputihan encer, berbau amis terutama setelah berhubungan seksual, serta berwarna putih atau abu-abu.

Terdapat beberapa cara yang dapat ibu hamil lakukan untuk menghindari keputihan yang abnormal, antara lain:

  • Gunakan celana longgar dan tidak ketat.
  • Pilih celana dalam berbahan katun.
  • Bersihkan vagina dari arah depan ke belakang, jangan sebaliknya.
  • Keringkan area vagina setelah mandi, berenang atau berolahraga.
  • Jangan gunakan tampon karena dapat menyebabkan tumbuhnya bakteri baru di vagina.
  • Jangan lakukan vaginal douching karena dapat menyebabkan ketidakseimbangan bakteri “baik” di vagina sehingga memudahkan infeksi.
  • Hindari penggunaan pembersih vagina yang mengandung pengharum.

Tidak semua keputihan berlebihan saat hamil memerlukan perhatian khusus. Perubahan hormon saat hamil dapat menyebabkan munculnya keputihan berlebihan. Namun, ibu hamil tetap harus waspada akan tanda-tanda keputihan yang abnormal. Jika merasa mengalami keputihan abnormal, segera periksakan kondisi Anda ke dokter spesialis kandungan dan kebidanan agar dapat diberikan pengobatan yang sesuai.

[RS/ RVS]

eliliong36eliliong36

bagaimna jika keputihannya abnormall ?