Memperbesar Penis dengan Jelqing, Amankah?

Oleh Bobby Agung Prasetyo pada 01 May 2018, 19:19 WIB
Memperbesar penis katanya bisa dilakukan dengan teknik bernama jelqing. Aman atau tidak? Simak penjelasannya di sini.
Memperbesar Penis dengan Jelqing, Amankah? (Mario Claudio Boh/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Meski ukuran bukanlah segalanya, tapi banyak sekali pria menginginkan ukuran penis yang lebih besar. Selain merupakan salah satu simbol keperkasaan, memperbesar ukuran penis sering kali dianggap perlu untuk meningkatkan kepuasan aktivitas seksual bersama pasangan. Salah satu cara untuk memperbesar penis adalah dengan jelqing. Apa itu?

Dari sekian banyak cara, jelqing kembali diperbincangkan sebagai salah satu cara yang dipercaya dapat membuat ukuran penis lebih besar. Dilansir dari laman Liputan6.com, jelqing merupakan pembesaran penis secara alami dengan cara seperti masturbasi. Pria cukup meremas dan membelai penisnya untuk “memaksa” aliran darah ke ujung penis.

Teknik yang diyakini berasal dari Timur Tengah kuno ini juga kerap disebut dengan milking (memerah), karena memang terlihat seperti memerah susu sapi. Berhasil mencuri perhatian banyak pria, jelqing berkisar pada serangkaian latihan peregangan yang dirancang untuk menambah panjang dan ketebalan penis. Para praktisi mengatakan bahwa Anda harus menunggu hingga ereksi untuk kemudian memberikan pijatan pada pangkal penis.

Beberapa orang bahkan mengklaim bahwa metode ini meningkatkan jumlah darah yang dapat ditampung penis selama ereksi, sehingga meningkatkan ukuran. Sehingga, bisa dikatakan jelqing adalah latihan serupa binaraga untuk penis. Meski jelqing digadang-gadang sebagai pembesaran penis dengan cara alami, apakah aman bagi pria yang melakukannya?

Pro dan kontra jelqing

Sebagian besar komunitas medis mengatakan bahwa tidak ada bukti bahwa jelqing benar-benar bisa memperbesar penis. Ahli urologi Jesse N. Mills, adalah salah satu yang tidak setuju dengan cara ini.

“Kesalahan mendasar pada jelqing adalah pemahaman yang buruk tentang anatomi penis oleh para pendukungnya. Jika ada pertumbuhan apa pun itu, hanya membuat penis yang dalam keadaan tenang menjadi semi ereksi," katanya.

Lebih jauh lagi, Jesse mengatakan bahwa jelqing berisiko dan membahayakan untuk penis. Menurutnya, jelqing membutuhkan kekuatan yang terlalu besar di waktu yang sangat sedikit untuk membuat sebuah perubahan pada penis.

Di sisi lain, sebuah penelitian menyebut bahwa memberikan tekanan yang terlalu keras bisa menyebabkan kerusakan vaskular dan disfungsi ereksi. Bahkan, beberapa ahli urologi mengatakan bahwa jelqing yang dilakukan dengan agresif bisa menyebabkan penis melengkung.

Tak hanya itu, jelqing disebut tak aman bagi pria karena dapat berdampak buruk pada otot. Menurut penulis buku The New Mom’s Survival Guide, Jennifer Wider, jelqing bisa menyebabkan rasa nyeri, iritasi, membentuk jaringan parut, serta dapat menyebabkan pembuluh darah robek.

Hingga kini memang belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa teknik pembesaran penis ini benar-benar bisa bekerja sesuai keinginan pelakunya. Namun, jika teknik ini berbuah manis pada pria yang mempraktikkannya, kemungkinan hanya ada perubahan sedikit dan risiko efek sampingnya jauh lebih besar ketimbang manfaatnya.

Sederet risiko memperbesar penis

Menurut dr. Fiona Amelia, MPH, dari KlikDokter, hingga kini tidak ada cara yang efektif dalam memperbesar penis, termasuk dengan tindakan operasi. Bahkan, pembesaran penis dengan cara operasi pun dapat sangat berisiko untuk kesehatan.

“Produk-produk yang memberi janji dapat memperbesar penis justru dapat merusak penis itu sendiri,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tidak ada penelitian ilmiah yang mendukung penggunaan metode-metode non operatif untuk memperbesar penis, dan secara medis tidak dianjurkan untuk dilakukan pembesaran penis dengan cara operasi hanya untuk alasan kosmetik.

“Karena itu, sebaiknya berpikirlah matang-matang sebelum mencoba produk apa pun yang katanya dapat memperbesar penis. Bukannya mendapatkan hasil yang diinginkan, malahan mendapatkan efek samping menjadi impoten,” kata dr.  Fiona.

Memperbesar penis baik dengan cara jelqing maupun metode lainnya dapat berisiko tinggi dan hasilnya belum tentu efektif. Namun, dengan hidup sehat seperti menjaga pola asupan makanan dan mengurangi rokok serta alkohol, hal itu dapat memperlancar aliran darah dan menambah vitalitas pria saat melakukan aktivitas seksual.

[RN/ RVS]