Demam Saat Sakit Gigi, Pertanda Apa?

Oleh drg. Callista Argentina pada 02 May 2018, 09:52 WIB
Sakit gigi memang menjengkelkan dan mengkhawatirkan. Namun, ketika sakit gigi disertai dengan demam, perlukah Anda makin khawatir?
Demam Saat Sakit Gigi, Pertanda Apa? (Maya Kruchankova/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Demam merupakan salah satu tanda adanya respon tubuh untuk melakukan suatu perlawanan terhadap penyakit. Salah satu yang bisa menyebabkan demam adalah sakit gigi. Demam pada sakit gigi bisa terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa.

Suhu tubuh normal manusia dapat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, misalnya makanan, olahraga, kualitas waktu tidur, dan juga waktu saat pengukuran suhu tersebut dilakukan. Suhu tubuh manusia tertinggi biasanya terjadi sekitar pukul 6 sore dan terendah pada pukul 3 pagi.

Suhu tubuh manusia normalnya adalah 36-37 derajat Celcius. Suhu tubuh yang meningkat adalah salah satu cara sistem imunitas tubuh untuk melawan infeksi hingga akhirnya seseorang berhasil sembuh. Namun, jika suhu tubuh terus meningkat melebihi 38 derajat Celcius, ini berarti pertanda adanya suatu infeksi yang serius, yang bahkan bisa menimbulkan komplikasi dan harus dimonitor setiap beberapa jam.

Demam dan sakit gigi pada anak

Demam pada anak biasanya kerap terjadi saat anak mau tumbuh gigi atau teething mulai usia 6 bulan. Selain itu, tanda-tanda lainnya adalah timbul rasa sakit, sensitif, mudah marah, diare, banyak air ludah, dan adanya gangguan saat tidur. Namun, menurut jurnal penelitian BMC Oral Health, sebenarnya yang terjadi hanya peningkatan suhu tubuh dan ini belum bisa dikategorikan sebagai demam.

Peningkatan suhu tubuh ini akibat dari peradangan gusi di sekitar gigi yang akan tumbuh. Selain itu, saat tumbuh gigi juga terjadi peningkatan produksi air ludah. Air ludah yang banyak tertelan masuk ke dalam pencernaan sehingga membuat feses anak menjadi lebih lunak. Konsistensi feses yang lunak tidak seperti pada penderita diare yang konsistensinya cair. Jadi, jika anak mengalami konsistensi feses yang cair seperti diare, kemungkinan besar kondisi tersebut disebabkan oleh adanya penyakit lain, bukan karena faktor tumbuh gigi.

Peradangan pada gusi hanya terjadi saat gusi membengkak dan ketika gigi susu menembus permukaan gusi. Biasanya, gejala rasa sakit dan peningkatan suhu tubuh akan hilang dalam 8 hari, 4 hari sebelum gigi tumbuh, hari gigi itu tumbuh, dan 3 hari setelah gigi tumbuh.

Namun, karena pertumbuhan gigi itu terjadinya bergantian, akibatnya masing-masing giginya menimbulkan peradangan. Kondisi tersebut kelihatannya akan menjadi meningkatkan suhu tubuh yang berkepanjangan seperti demam.

Oleh karena itu, pada gejala demam saat anak tumbuh gigi tidak diperlukan obat-obatan. Masih menurut jurnal penelitian BMC Oral Health, gejala ini bisa diatasi dengan beberapa cara seperti pemberian teething rings, yaitu mainan dari plastik yang digunakan untuk mengunyah dan menggigit.

Selain itu peluklah anak sambil membacakan cerita, bernyanyi, atau bermain sehingga dapat mengalihkan perhatian anak. Anda juga bisa memijat ringan gusi anak yang akan tumbuh gigi dengan jari yang bersih selama 1-2 menit.

Demam saat sakit gigi pada orang dewasa

Orang dewasa juga bisa mengalami demam saat sakit gigi, yang dikarenakan adanya infeksi gigi yang dalam hal ini disebut abses gigi. Pada gigi yang mengalami abses, akan terdapat suatu rongga yang berisi nanah akibat infeksi bakteri.

Abses gigi terbagi atas 2 jenis: abses periapikal yang terjadi pada ujung akar gigi dan abses periodontal yang terjadi pada gusi sebelah gigi yang terinfeksi. Abses periapikal biasanya adalah akibat dari gigi berlubang yang tidak dirawat, trauma, atau kegagalan dari perawatan gigi sebelumnya.

Abses gigi tidak bisa sembuh tanpa perawatan gigi. Pada beberapa kasus, abses gigi memang bisa pecah sendiri. Setelah itu rasa sakitnya akan mereda, tapi tetap perlu dilanjutkan dengan tindakan gigi sampai sembuh. Kondisi yang berbahaya adalah apabila abses gigi tidak pecah, malah menyebar ke jaringan leher atau kepala, dapat menyebabkan keadaan sepsis yang mana infeksi sudah menyebar ke seluruh tubuh sehingga dapat menyebabkan kematian. Risiko terjadinya sepsis akan meningkat jika Anda memiliki sistem imunitas tubuh yang rendah dan tidak mengobati abses gigi tersebut.

Bila Anda mengalami abses gigi yang sudah berat yang disertai dengan pembengkakan pada wajah tapi tak segera mendapatkan perawatan dari dokter gigi, apalagi hingga menyebabkan kesulitan bernapas dan menelan, segeralah ke Instalasi Gawat Darurat (IGD). Hal ini adalah tanda bahwa infeksi sudah menyebar ke jaringan sekitar rahang, bahkan kemungkinan organ lainnya.

Jika Anda atau anak mengalami demam saat sakit gigi yang membuat Anda khawatir, segera temui dokter gigi untuk memastikan penyakit yang mungkin menyerang gigi atau gusi atau mulut. Selain itu, tindakan pencegahan juga penting untuk menghindari sakit gigi. Periksakan gigi ke dokter gigi setidaknya dua kali dalam setahun. Batasi konsumsi makanan manis, menyikat gigi dengan pasta gigi yang mengandung fluoride, membersihkan sela gigi, termasuk menghentikan kebiasaan merokok adalah beberapa cara pencegahan yang bisa Anda lakukan.

[RN/ RVS]