Mengapa Anak-Anak Rentan Demam?

Oleh dr. Kartika Mayasari pada 02 May 2018, 10:04 WIB
Anak rentan mengalami demam, sehingga sering membuat orang tua khawatir. Inilah hal-hal yang perlu Anda ketahui tentang demam pada anak.
Mengapa Anak-Anak Rentan Demam? (Littlekidmoment/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Tidak semua kondisi demam pada anak harus dikhawatirkan. Pada keadaan yang normal, demam merupakan cara tubuh untuk melawan infeksi. Namun, banyak juga kondisi di luar infeksi yang dapat menyebabkan demam.

Demam tidak bisa diukur menggunakan telapak tangan atau bagian tubuh yang lain. Dikatakan demam jika suhu tubuh, ketika diukur menggunakan termometer pada rektal, melebihi 38 derajat Celsius. Atau, pada bagian yang lain seperti ketiak dengan suhu di atas 37,5 derajat Celsius.

Apa saja penyebab demam pada anak?

  • Infeksi bakteri

Bakteri yang ada dalam tubuh akan dinilai benda asing oleh otak. Tubuh pun akan mengadakan pertahanan berupa peningkatan suhu, sehingga secara otomatis tubuh juga akan menciptakan antibodi untuk bakteri tersebut. Jadi, saat infeksi yang sama masuk kembali dalam tubuh, antibodi tersebut yang akan melawan bakteri.

  • Infeksi virus 
  • Adanya peradangan
  • Vaksin

Vaksin pada anak mayoritas berisikan bakteri atau virus yang dilemahkan. Tujuan pemberian bakteri atau virus tersebut adalah pembentukan antibodi penyakit tertentu pada anak. Adanya bakteri (yang dilemahkan) inilah yang akan menyebabkan beberapa anak akan mengalami demam setelah diberikan vaksin tertentu.

Apa saja faktor risiko demam pada anak?

Anak dilahirkan dengan daya tahan tubuh yang belum sempurna atau belum baik. Saat itu pula bakteri atau virus akan mudah masuk dalam tubuh anak anda. Beberapa anak yang berisiko tinggi akan sering mengalami demam adalah:

  • Anak dengan malnutrisi atau obesitas

Anak dengan malnutrisi adalah anak yang kurang mengonsumsi vitamin dan mineral yang dibutuhkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Sedangkan anak obesitas, tubuhnya akan sulit menyerap vitamin dan mineral yang dibutuhkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Dengan daya tahan tubuh yang rendah, maka akan mudah terkena infeksi baik virus maupun bakteri.

  • Anak dengan alergi

Anak dengan alergi akan menyebabkan daya tahan tubuhnya lebih rendah dibandingkan dengan anak yang tidak alergi.

Apa yang harus dilakukan saat anak demam?

Saat anak demam, ada beberapa tata laksana yang dapat Anda lakukan di rumah yaitu:

  • Berikan obat demam seperti parasetamol. Berikan sesuai dosis yang tertera pada kemasan.
  • Penuhi cairan tubuh.  Berilah anak konsumsi air yang cukup. Asupan air dapat menggantikan cairan yang hilang saat demam.
  • Istirahat yang cukup. Tidur yang berkualitas akan meningkatkan daya tahan tubuh anak.
  • Kompres air hangat. Dengan kompres hangat, pusat suhu tubuh akan menerima informasi bahwa suhu di sekitar tubuh sedang hangat. Tubuh pun akan menurunkan suhunya secara otomatis.
  • Jangan gunakan pakaian terlalu tebal. Hal ini dapat membuat tubuh anak makin tidak nyaman.

Kapan harus membawa anak demam ke dokter?

Sangat disarankan untuk segera membawa anak ke dokter jika demam diikuti oleh hal-hal berikut ini:

  • Kejang demam berulang. Jika demam tidak turun saat diberikan obat penurun panas, sebaiknya bawa anak ke dokter. Terutama bila ada riwayat kejang sebelumnya.
  • Tidak mau makan dan minum. Saat anak Anda demam, tubuhnya akan rawan dehidrasi. Jika tidak ada cairan yang menggantikan, anak pun rentan mengalami kekurangan cairan. 
  • Disertai mual dan muntah hebat.
  • Suhu lebih dari 41 derajat Celsius.

Untuk mencegah demam pada anak, kebersihan pribadi dan lingkungan sangatlah penting. Penyebaran virus dan bakteri dapat dihalau dengan berbagai cara, seperti mencuci tangan menggunakan sabun dan air, menutup mulut dan hidung saat bersin atau batuk, memegang makanan dengan tangan bersih, memberi imunisasi pada anak, mengonsumsi makanan sehat, dan tidur cukup. Karena itu, ajaklah anak-anak Anda untuk senantiasa menerapkan pola hidup sehat dan bersih.

[RS/ RVS]