Salah Diet Picu Menopause Dini?

Oleh Bobby Agung Prasetyo pada 07 May 2018, 16:06 WIB
Katanya, salah diet yang sembarangan dan tidak tepat dapat memicu menopause dini. Apa iya? Simak fakta medisnya di sini.
Salah Diet Picu Menopause Dini? (Lithian/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Diet merupakan pengaturan pola makan untuk mencapai atau menjaga berat badan. Tujuan orang melakukan diet berbeda-beda. Ada yang ingin menjaga kesehatan atas anjuran dokter, karena sedang mengalami kondisi kesehatan tertentu, atau karena ingin menurunkan berat badan. Namun, tak sedikit orang yang melakukan diet secara asal-asalan, yang justru berdampak buruk pada tubuh. Diet yang salah juga disinyalir mengakibatkan menopause dini. Benarkah?

Menurut penjelasan dari dr. Nadia Octavia dari KlikDokter, pola diet harus disusun secara tepat dan terukur agar memberikan dampak yang signifikan pada tubuh.

“Program diet yang dianjurkan antara lain mencakup 60 persen karbohidrat, 23 persen lemak, 15 protein, ditambah dengan vitamin, mineral, dan air yang cukup. Anda mungkin berpikir bahwa diet hanya sekadar menghindari makanan, tapi sebetulnya ini salah,” kata dr. Nadia.

Selain mengatur pola asupan makanan, beberapa kebiasaan juga harus dihindari selama diet. Kebiasaan-kebiasaan tersebut antara lain gemar makan permen, kue, atau makanan dan/atau minuman manis. Jika tidak bisa dihentikan, setidaknya kurangi secara perlahan.

Salah diet atau diet yang dilakukan dengan asal-asalan dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan. Pada kaum wanita misalnya, diet yang sembarangan dapat memicu menopause datang lebih cepat.

Dampak salah diet terhadap menopause dini

Dilansir dari laman BBC, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Epidemiology & Community Health, menunjukkan hubungan antara diet yang salah dan  menopause yang datang lebih cepat. Lewat penelitian ini, ditemukan hasil bahwa diet yang tidak mengontrol karbohidrat olahan, terutama nasi dan pasta dikaitkan dengan menopause dini yang datang 1,5 tahun lebih cepat. Sedangkan rata-rata wanita mengalami menopause di usia 51 tahun.

Sebaliknya, pola diet yang tepat justru dapat menunda masa menopause. Salah satu asupan yang dianjurkan adalah melibatkan konsumsi kacang-kacangan.

Selain itu, para peneliti turut memperhitungkan faktor lain yang dapat mempercepat kedatangan menopause seperti berat badan,  riwayat reproduksi, dan penggunaan terapi hormon. Meski dipercaya dapat memberi pengaruh, tapi tak ada yang dapat memperkirakan kedatangan masa menopause secara akurat.

Penelitian ini bersifat observasional dan tidak dapat membuktikan penyebab apa pun. Meski demikian, para peneliti menawarkan beberapa penjelasan yang mungkin berpengaruh, di balik temuan mereka. Sebagai contoh, selain kacang-kacangan, kandungan omega-3 yang terdapat dalam minyak ikan juga mampu merangsang kapasitas antioksidan dalam tubuh.

Karbohidrat olahan meningkatkan risiko resistensi insulin yang dapat mengganggu aktivitas hormon seks dan meningkatkan kadar estrogen. Hal ini dapat meningkatkan jumlah siklus menstruasi yang mengarah ke pasokan sel telur dan bisa membuatnya cepat habis.

Rekomendasi diet sehat untuk Anda

Berdasarkan penjelasan dari dr. Nadia, kebutuhan kalori normal orang dewasa adalah 2.000-2.500 kalori per hari, tergantung dari aktivitas fisik masing-masing individu. Penurunan berat badan yang ideal adalah 0,5 hingga 1 kg per minggu. Untuk itu mencapai target ini, dibutuhkan pemotongan sebesar 500-1.000 kalori per hari.

Hal pertama yang dapat dilakukan untuk menerapkan diet sehat adalah menghitung pemasukan kalori serta apa yang Anda makan dan minum. Anda bisa mencatatnya di buku untuk mengetahui perkembangannya sehari-hari.

“Sebagai contoh, sarapan Anda terdiri dari semangkuk sereal (100 kalori) dengan satu setengah cangkir susu tanpa lemak (40 kalori) dan sepotong pisang (94 kalori), total adalah 234 kalori. Atau Anda sarapan dengan roti bakar 2 lembar (110 kalori) dengan mentega (20 kalori) dan selai kacang (50 kalori) ditambah dengan susu cokelat (200 kalori), maka total asupan kalori Anda saat sarapan adalah 380 kalori,” ujarnya.

Anda juga bisa membawa buku catatan kecil sehingga Anda bisa mencatat setiap makanan, minuman atau makanan ringan yang Anda konsumsi. Dengan begitu, pemasukan kalori dapat diatur sedemikian rupa setidaknya selama beberapa hari.

Menurunkan berat badan pada dasarnya paling baik dilakukan dengan kombinasi diet sehat dan olahraga. Mencapai berat badan ideal juga butuh waktu, kesabaran, dan kedisiplinan. Namun, jika dilakukan dengan tekad yang kuat dan cara yang tepat, maka akan membuahkan hasil manis. Untuk memastikan hal ini, lebih baik berkonsultasi dengan ahli gizi untuk mengetahui diet apa yang sesuai dengan kondisi tubuh Anda. Jangan sampai diet yang Anda lakukan salah, dan memicu menopause dini.

[RN/ RVS]