Kenali Fase Tantrum pada Anak

Oleh dr. M. Dejandra Rasnaya pada 29 Jun 2020, 17:17 WIB
Saat anak tantrum, orang tua terkadang merasa frustrasi. Oleh karena itu, kenali fase tantrum pada anak berikut ini.
Kenali Fase Tantrum pada Anak

Klikdokter.com, Jakarta Tantrum adalah suatu kondisi anak marah atau mengamuk karena merasa lelah, lapar, atau tidak mendapatkan sesuatu yang diinginkannya (beli mainan, jajan, dsb).

Meskipun kerap menyebabkan rasa frustrasi pada orang tua, kondisi anak tantrum ini bisa menjadi media untuk mengajarkan si Kecil melatih emosi. Sebagai orang tua, hendaknya Anda mengenali beberapa fase tantrum pada anak dan cara untuk mengatasinya.

 

1 of 3

Apa Saja Fase Tantrum pada Anak?

Ilustrasi Tantrum pada Anak
Ilustrasi Tantrum pada Anak

Tantrum umumnya terjadi pada anak usia 1-3 tahun. Pada usia tersebut, biasanya kemampuan komunikasi anak Anda sudah mulai berkembang, tetapi anak belum sepenuhnya dapat menyampaikan apa yang diinginkan.

Namun, Anda tidak perlu khawatir karena tantrum merupakan bagian dari tahapan perkembangan anak. Seiring berjalannya waktu, kemampuan anak Anda untuk mengatasi rasa emosi dan frustrasi akan berkembang. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk mengenali fase tantrum pada anak.

Artikel Lainnya: Tak Cuma Balita, Bayi juga Bisa Tantrum

Terlepas dari durasinya, terdapat beberapa fase tantrum yang umumnya dialami oleh anak. Berikut adalah fase atau tahapan terjadinya tantrum:

1. Penyangkalan

Fase tantrum pada anak umumnya diawali dengan suatu penyangkalan. Pada tahap ini, anak mengabaikan petunjuk dari orang tua, atau terpaku dengan tatapan terkejut dan tidak percaya bahwa permintaannya tidak dikabulkan. Pada fase penyangkalan, anak tidak akan mendengarkan perintah orang tua.

2. Kemarahan

Setelah tahap penyangkalan, biasanya anak akan mengalami tahap kemarahan. Pada tahap inilah yang sering dikenal dengan tahap tantrum itu sendiri, yaitu mengamuk.

Hal ini dapat ditandai dengan melempar barang-barang ke sekeliling ruangan, berteriak, dan memukul atau menendang. Bahkan, terkadang anak tantrum dapat menangis dan berguling-guling di lantai untuk menunjukkan rasa emosinya.

Pada fase ini, orang tua disarankan untuk tetap tenang dan menjaga agar tidak terbawa emosi. Selain itu, penting untuk memastikan bahwa anak tidak melukai dirinya sendiri maupun orang lain.

Artikel Lainnya: Hindari Lakukan Ini Saat Anak Tantrum di Tempat Umum

3. Tawar-menawar

Pada sebagian kejadian tantrum, setelah menunjukkan amarahnya, anak tantrum akan masuk ke tahap tawar-menawar. Pada fase ini, utamanya lebih sering terjadi pada anak yang sudah dapat berbicara fasih.

Umumnya, anak menawarkan untuk melakukan suatu hal yang baik bila mereka mendapatkan hal yang mereka inginkan. Bila orang tua tidak menyetujui, mereka akan mencoba penawaran lainnya, hingga akhirnya menyadari bahwa tawar-menawar tersebut tidak dapat berhasil.

4. Kesedihan

Kesedihan merupakan fase tantrum pada anak yang ditandai dengan tangisan anak. Pada tahap ini, anak akan terlihat sedih karena keinginannya tidak dikabulkan oleh orang tuanya dan fase tawar-menawar sebelumnya tidak berjalan dengan baik.

Pada fase kesedihan, berikan waktu pada anak dengan tetap memberikan rasa nyaman seperti memeluknya. Lalu, jika sudah mencapai tahap berikutnya, Anda dapat melakukan langkah selanjutnya.

Artikel Lainnya: Jangan Panik Saat Anak Tantrum, Kenali Nilai Positifnya

5. Penerimaan

Fase terakhir adalah penerimaan. Pada tahap ini, anak tantrum akan akan menjadi lebih tenang dibandingkan sebelumnya. Orang tua dapat memanfaatkan fase ini untuk menjelaskan kepada anak dengan perlahan mengapa keinginannya tidak dikabulkan.

2 of 3

Bagaimana Cara Mengatasinya?

Ilustrasi Anak Tantrum
Ilustrasi Anak Tantrum

Sebagai orang tua, tentu Anda frustrasi melihat anak mengalami kondisi tantrum. Oleh karena itu, lakukan beberapa cara mengatasi anak tantrum berikut ini:

  • Cari Tahu Penyebabnya

Anda harus mencari tahu terlebih dahulu apa yang menjadi penyebab anak tantrum. Jika mereka lelah atau lapar, Anda bisa ajak anak Anda istirahat atau berikan snack. Jika penyebabnya adalah untuk mencari perhatian, Anda bisa mengabaikannya.

  • Berikan Anak Pengertian

Ketika anak tengah mengalami tantrum, salah satu hal yang penting untuk diberitahukan kepadanya adalah bahwa walaupun orang tua tidak memenuhi keinginannya, hal ini bukan berarti orang tua tidak sayang kepadanya.

Setelah anak sudah mulai tenang, peluklah dan ajak ia mendiskusikan apa yang telah terjadi.

Cara mengatasi anak tantrum dapat dilakukan dengan memberikan penjelasan kepada si Kecil bahwa Anda melakukan hal ini karena peduli dan menginginkan yang terbaik bagi dirinya.

Tantrum merupakan fase normal dalam masa perkembangan anak. Meskipun kadang menyulitkan, apalagi kalau terjadi di tempat umum, bukan berarti tidak bisa diatasi. Dengan mengenali fase tantrum pada anak, Anda bisa tahu kapan harus bertindak dan melatih kemampuan si Kecil mengendalikan emosinya.

[WA]

Lanjutkan Membaca ↓
ketutrollingketutrolling

Ohh ternyata