Hidung Membesar Saat Hamil, Kok Bisa?

Oleh Rieke Saras pada 11 May 2018, 15:25 WIB
Salah satu bagian tubuh yang bisa membesar saat hamil adalah hidung. Ini penyebabnya.
Hidung Membesar Saat Hamil, Kok Bisa? (Pr Image Factory/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta “Hidungku ketika hamil (jadi lebih) besar. Hidungku punya bmi sendiri. Ini menakjubkan,” tulis model Chrissy Teigen di akun Twitter-nya @chrissyteigen pada 1 Mei 2018 lalu.

Cuitan istri penyanyi John Legend itu langsung heboh dan mendapat respons dari para wanita yang memiliki pengalaman serupa. Ada yang mengatakan, itu artinya Chrissy akan mendapatkan bayi perempuan karena dirinya pun seperti itu. Ada juga yang menyahut kalau hidungnya masih sebesar seperti saat hamil dulu, tak kembali ke bentuk semula.

Meski tidak ada istilahnya dalam dunia medis, “pregnancy nose” adalah kondisi yang nyata. Demikian menurut Angela Wilson-Liverman, associate professor bidang kebidanan klinis dan ginekologi di Vanderbilt University Medical Center, Amerika Serikat.

“Hormon saat hamil, terutama estrogen, meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh, terutama ke bagian membran mukus tubuh,” kata Liverman, dilansir Today. “Jadi peningkatan aliran darah ini bisa menyebabkan pembengkakan di area tersebut, yang membuat hidung terlihat lebih besar.”

Selain hidung membesar, ada beberapa hal aneh lain yang dapat terjadi pada tubuh wanita hamil. Apa saja?

● Napas bau “naga”

Bau mulut sangat umum dialami oleh wanita hamil. Dikarenakan perubahan hormon membuat bakteri di mulut meradang dan berlebih, sehingga bau mulut pun tak bisa ditolak. Untuk mencegahnya, jaga kebersihan gigi dan mulut Anda dengan menyikat gigi dua kali sehari setelah sarapan dan sebelum tidur malam, serta memeriksakan diri ke dokter gigi secara rutin.

● Suara berubah

Kehamilan dapat meningkatkan hormon estrogen dan progesteron yang akan memengaruhi hampir semua bagian tubuh wanita, termasuk kapasitas paru-paru, kontrol otot, dan cairan tubuh. Semua perubahan ini kemudian memicu pembengkakan pita suara, sehingga suara Anda jadi berubah—lebih kecil atau mungkin lebih dalam.

● Kaki membesar

Menurut studi dari University of Iowa yang dimuat di American Journal of Physical Medicine & Rehabilitations, saat hamil lengkungan kaki akan mendatar karena mengendurnya ligamen di panggul serta naiknya berat badan. Faktanya, sekitar 60 hingga 70 persen wanita pada penelitian tersebut, kakinya menjadi lebih panjang dan lebar.

● Rambut lebih banyak

Perubahan hormon dalam kehamilan dapat melebatkan rambut di kepala dan tubuh. Kadang juga di bagian yang umumnya tidak berambut, seperti wajah, dada, perut, dan lengan. Namun, sekitar tiga bulan setelah melahirkan, rambut-rambut dari kepala biasanya mulai berjatuhan. Jangan takut, ini merupakan cara tubuh Anda untuk kembali ke normal.

● Vagina berubah warna

Ya, warna vagina Anda dapat berubah saat hamil, seperti menjadi tampak kebiru-biruan. Ini adalah kondisi yang lazim selama kehamilan dan disebabkan oleh peningkatan aliran darah. Namun jangan khawatir, vagina Anda akan kembali ke warnanya yang normal setelah melahirkan.

● Keringat berlebihan

Banyak wanita hamil yang mengeluhkan keringat berlebihan. Meningkatnya tekanan darah dan metabolisme selama kehamilan menyebabkan tubuh lebih sering berkeringat. Bahkan Anda bisa berkeringat walau sedang tidak aktif atau berolahraga.

● Perut gatal

Saat hamil, kulit Anda mengalami peregangan dengan cepat. Hal inilah yang membuat perut terasa gatal, begitu juga dengan telapak tangan dan kaki. Untuk meringankan keluhan perut gatal, sebaiknya hindari mandi air panas dan oleskan krim pelembap sebelum mengeringkan tubuh.  

Menarik, ya? Tak hanya hidung yang dapat mengalami perubahan saat Anda hamil, tetapi juga bagian tubuh lainnya. Umumnya perubahan-perubahan tersebut akan menghilang segera setelah melahirkan. Namun, jika dirasa makin serius dan mengganggu, harap berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda untuk diperiksa lebih lanjut.

[RVS]