Akupunktur untuk Turunkan Berat Badan, Efektifkah?

Oleh Bobby Agung Prasetyo pada 12 May 2018, 17:33 WIB
Akupunktur katanya ampuh untuk membantu menurunkan berat badan. Ini jawabannya.
Akupunktur untuk Turunkan Berat Badan, Efektifkah? (Africa Studio/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Akupunktur adalah teknik pengobatan tradisional dari Cina yang disebut-sebut ampuh untuk mengatasi berbagai gangguan kesehatan, termasuk untuk menurunkan berat badan. Teknik pengobatan ini dilakukan dengan cara memasukkan atau memanipulasi jarum pada titik tertentu pada tubuh.

Akupuntur memang sebuah metode pengobatan tradisional yang berasal dari budaya Timur. Namun, sejak beberapa waktu ke belakang, ia mulai dilirik oleh seluruh penjuru dunia termasuk kalangan medis dari Barat sana.

Menurut ajaran ilmu akupunktur yang dipaparkan oleh dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter, pengobatan akupunktur akan memulihkan kesehatan, kebugaran, serta baik untuk mengobati rasa sakit. Bahkan dewasa ini, telah berkembang akupunktur untuk pengobatan gagal ereksi pada pria.

Ampuhkah untuk turunkan berat badan?

Selain untuk mengobati sejumlah penyakit dan gangguan kesehatan tubuh, akupunktur juga diperuntukkan bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan.

"Akupunktur mendukung penurunan berat badan dari berbagai sudut pandang," kata Jennifer Oh, praktisi akupunktur di New York, Amerika Serikat, dilansir Prevention. Salah satu caranya adalah memberikan dorongan metabolisme dengan membantu mengatur pencernaan, insulin, serta hormon.

Berdasarkan perspektif pengobatan Cina, naiknya berat badan terjadi ketika organ pencernaan utama Anda tidak berfungsi 100 persen, maka sistem metabolisme akan menjadi lambat. Jika begitu terus, upaya penurunan berat badan pun bakal terasa lebih sulit.

Cara kerja jarum-jarum akunpunktur dalam hal ini adalah merangsang titik pemicu spesifik pada tubuh Anda. Singkatnya, metode tersebut bakal membantu kemampuan Anda untuk membakar lemak dengan melakukan perangsangan pada titik-titik tertentu.

Dorongan ini juga dapat membantu menekan nafsu makan. Menurut Oh, kelaparan adalah tanda bahwa energi seseorang sedang dalam kondisi rendah. Jadi, ketika level tersebut menjadi lebih stabil, Anda seharusnya tidak merasa rakus dan lebih tahan lapar.

Kata penelitian tentang akupunktur

Keberadaan akupunktur telah diakui bahkan didukung oleh kalangan medis sebagai pengobatan yang bermanfaat. Meski begitu, ketika berbicara pengaruh akupunktur pada penurunan berat badan, hal ini mesti dipastikan melalui sejumlah penelitian.

Lewat sebuah penelitian terhadap 60 orang dengan kelebihan berat badan yang diterbitkan di Australian Family Physician misalnya. Hampir semua peserta melaporkan berkurangnya nafsu makan dan penurunan berat badan setelah 2 minggu melakukan akupunktur. Namun ada juga yang tidak mendapatkan efek tersebut.

Menurut peneliti, penurunan berat badan lewat akupunktur bisa disebabkan oleh pelepasan serotonin. Bahan kimia tersebut merupakan peningkat suasana hati dan punya pengaruh tersendiri dalam nafsu makan.

Studi lainnya yang diterbitkan di BMJ Open Gastroenterology menemukan bahwa hanya satu minggu akupunktur dapat menurunkan tingkat hormon kelaparan ghrelin. Penelitian tersebut berskala kecil dan hanya melibatkan 10 orang. Jadi butuh studi lebih lanjut untuk memahami sepenuhnya bagaimana akupunktur berdampak pada hormon rasa lapar.

Secara keseluruhan, akupunktur disebut mampu menurunkan berat badan, tetapi hasilnya tidak akan sempurna bila Anda mengabaikan hal lain. Akupunktur tanpa olahraga, diet sehat, dan mengurangi kebiasaan buruk (seperti merokok, minum alkohol, begadang, tidak mengelola stres dengan baik) justru tak akan memberikan efek apa-apa.

“Mengatur emosi, gaya hidup, dan makanan tentu memengaruhi tubuh Anda," kata Oh. Jadi, selain akupunktur, jangan lupa juga melakukan gaya hidup sehat untuk menurunkan berat badan.

[RS/ RVS]