Sakit Perut yang Bukan Mulas, Gejala Apa?

Oleh dr. Theresia Rina Yunita pada 13 May 2018, 16:51 WIB
Sering sakit perut tapi bukan mulas? Mari ketahui penyebabnya di bawah ini!
Sakit Perut yang Bukan Mulas, Gejala Apa? (Leungchopan/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Sakit perut merupakan salah satu keluhan yang umum dirasakan sebagian besar orang. Anda pasti pernah mengalaminya beberapa kali sepanjang hidup, baik itu saat diare atau karena habis mengonsumsi makanan tertentu.

Kondisi sakit perut dapat menimbulkan sensasi tidak nyaman di daerah perut, dan timbul dalam berbagai macam gejala. Gejala tersebut bisa berupa sensasi seperti kram, perut melilit, perut terasa ditusuk-tusuk, dan sebagainya.

Nah, gejala yang paling sering dialami orang adalah perut melilit atau mulas. Hal ini disebabkan gerakan normal pada usus untuk mengeluarkan kotoran atau feses ketika buang air besar.

Selain itu, mulas dapat timbul saat Anda mengalami infeksi saluran pencernaan atau keracunan makanan, yang dapat disertai diare. Tidak heran Anda akan lebih sering bolak-balik ke kamar mandi.

Namun, untuk keluhan sakit perut lainnya seperti kram, nyeri ditusuk-tusuk, dan sebagainya dapat disebabkan oleh banyak hal. Berikut adalah penyebabnya: 

  • Gangguan di saluran pencernaan meliputi batu empedu, iritasi lambung, peradangan pankreas, sumbatan di usus, radang usus buntu, dan sebagainya.
  • Gangguan di saluran kencing, seperti batu ginjal, infeksi ginjal, atau infeksi kandung kemih.
  • Gangguan di organ kandungan, misalnya infeksi rahim, keguguran, dan kehamilan ektopik.

 

Jika merasa sakit perut Anda dipicu oleh gangguan saluran pencernaan, saluran kencing, ataupun organ kandungan, maka harus diperiksa lebih lanjut menggunakan USG. Hal ini bertujuan untuk menegakkan penyebab sakit perut, sehingga dapat ditangani dengan baik dan tidak terjadi berulang.

Di samping USG, Anda juga dapat disarankan untuk melakukan analisis feses, appendikogram, endoskopi, analisis urine, atau jenis sinar-X histerosalpingograf (HSG). Pemeriksaan ini akan ditentukan oleh dokter melalui wawancara medis terlebih dahulu.

Perhatikan hal ini!

Anda harus waspada dengan sakit perut yang dialami dan segera berkonsultasi dengan dokter, jika terjadi keluhan-keluhan di bawah ini:

  • Nyeri perut terasa sangat hebat hingga tak mampu beraktivitas
  • Disertai mual muntah hingga tidak dapat makan dan minum sama sekali
  • Feses bercampur darah
  • Riwayat terjadi benturan di perut beberapa hari sebelum perut nyeri
  • Keluhan sakit perut pada umumnya yang tidak hilang selama >2 minggu

Untuk sakit perut yang bukan mulas, sebaiknya pengobatan disesuaikan dengan penyebab yang mendasari. Apakah kondisi ini diakibatkan gangguan pencernaan, saluran kencing, atau organ kandungan.

Namun untuk penanganan awal di rumah, Anda dapat menggunakan obat nyeri untuk meredakan keluhan, misalnya parasetamol, asam mefenamat, atau ibuprofen. Anda dapat membeli obat nyeri ini secara bebas atau tanpa resep dokter, tetapi sifatnya hanya meredakan nyeri dan bukan mengobati penyebabnya.

Untuk mencegah timbulnya sakit perut, lakukan perubahan pola hidup sehat seperti:

  • Jauhi makanan yang dapat meningkatkan produksi asam lambung.
  • Makan teratur dan tidak berlebihan.
  • Perbanyak konsumsi air putih.
  • Jangan menahan buang air kecil.
  • Jaga kebersihan daerah kelamin terutama bagi wanita.
  • Tidak bergonta-ganti pasangan.
  • Hindari penggunaan cairan pembersih kewanitaan yang bersifat antiseptik.

Dengan menerapkan tips di atas, mudah-mudahan Anda akan terhindar dari sakit perut yang mengganggu. Selamat mencoba!

[RS/ RVS]