Radang Amandel, Kapan Perlu Dikhawatirkan?

Oleh dr. Anita Amalia Sari pada 13 May 2018, 16:58 WIB
Radang amandel dapat memberikan gejala yang bervariasi, tergantung tingkat keparahan penyakit. Kapan keluhan ini dikatakan berbahaya?
Radang Amandel, Kapan Perlu Dikhawatirkan? (Syda Productions/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Radang amandel menjadi penyakit yang sedang marak terjadi beberapa minggu terakhir. Atau jangan-jangan, Anda sedang mengalaminya saat ini?

Radang amandel atau tonsillitis terjadi akibat adanya peradangan pada bagian amandel alias tonsil. Peradangan tersebut umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri maupun virus.

Jenis bakteri yang dapat menyebabkan radang amandel adalah grup A Streptokokus b hemolitikus atau strep throat. Sementara itu, jenis virus yang juga demikian adalah Epstein Barr. Pada anak, radang amandel lebih sering disebabkan oleh virus haemofilus influenza, coxschakie, cytomegalovirus dan adenovirus.

Gejala radang amandel

Amandel atau tonsil merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh. Ketika amandel meradang, bagian tersebut akan membengkak dan terlihat kemerahan. Seseorang yang mengalami radang amandel biasanya akan mengalami gejala berupa:

  • Nyeri tenggorok
  • Gangguan menelan
  • Suara serak
  • Demam lebih dari 38⁰C
  • Batuk
  • Sakit kepala
  • Nyeri telinga
  • Penurunan nafsu makan
  • Badan lemas

Jika pasien tidak melakukan upaya untuk memperbaiki keadaan, gejala yang muncul dapat disertai dengan pembengkakan di area leher, munculnya pus berwarna putih di daerah amandel dan timbulnya bau mulut.

Cara mengatasi radang amandel

Radang amandel yang disebabkan oleh infeksi virus maupun bakteri biasanya tidak berbahaya. Karena itu, tindakan sederhana yang dapat membantu memperbaiki kondisi adalah dengan:

  • Istirahat cukup
  • Minum air putih 8 gelas per hari. Pasien dianjurkan untuk minum air hangat, guna mengurangi rasa nyeri.
  • Kumur dengan air garam.
  • Konsumsi obat anti-nyeri dan antivirus.

Hanya pada kasus amandel akibat infeksi bakteri, Anda dapat mengonsumsi antibiotik khusus yang diberikan oleh dokter.

Kapan harus ke dokter?

Seperti telah disinggung sebelumnya, radang amandel akibat infeksi bakteri ataupun virus umumnya tidak berbahaya. Jika gejala yang dirasakan ringan, kiat di atas seharusnya bisa membantu memperbaiki keadaan.

Namun, jika dalam beberapa hari gejala terasa semakin memberat atau bahkan timbul komplikasi seperti:

  • Infeksi telinga tengah (otitis media akut)
  • Sinusitis
  • Gangguan jantung
  • Gangguan pernapasan dan saraf
  • Munculnya kantung berisi nanah di antara amandel dan dinding tenggorok (abses peritonsil)

Jangan tunda untuk segera membawa diri Anda berobat ke dokter. Beberapa keluhan yang biasanya menjadi pertanda adanya komplikasi di atas adalah tenggorok terasa nyeri, demam tinggi, kesulitan menelan atau bernapas, serta gerakan mulut maupun leher terasa terbatas.

Di samping itu, kondisi lain yang menuntut pasien untuk segera berobat ke dokter adalah ketika radang amandel disebabkan oleh bakteri Corynebacterium Diphtaeria alias bakteri difteri. Radang amandel jenis ini ditandai dengan munculnya selaput putih di sekitar amandel (pseudomembran) dan dapat menyebabkan komplikasi berupa gangguan pernapasan, kerusakan jantung dan saraf, sehingga nyawa pasien berada dalam bahaya.

Terkait perlu tidaknya pasien dioperasi, dokter biasanya akan mempertimbangkan beberapa hal secara mendalam. Ini karena amandel berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh, sehingga operasi (tonsilektomi) hanya akan dilakukan jika radang amandel terjadi lebih dari 3 kali dalam sehatun dan/ atau disertai komplikasi yang mengarah ke bahaya.

Mengetahui bahwa radang amandel tak melulu disebabkan oleh hal sepele, Anda sebaiknya lebih waspada akan kondisi ini. Kenali gejalanya, dan segera periksa ke dokter jika penyakit ini terasa sangat terganggu. Jangan biarkan bakteri atau virus penyebab radang amandel menggerogoti diri Anda dari dalam.

[NB/ RVS]