Kenapa Penderita Diabetes Mellitus Sering Buang Air Kecil?

Oleh dr. Karin Wiradarma pada pada 15 Mei 2018, 16:48 WIB
Sering buang air kecil dapat menjadi salah satu tanda dari penyakit diabetes mellitus. Mengapa hal ini bisa terjadi? Cari tahu di sini.
Kenapa Penderita Diabetes Mellitus Sering Buang Air Kecil? (Fernando Cortes/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Diabetes mellitus, penyakit gula atau kencing manis, merupakan penyakit yang menjadi momok bagi setiap orang di dunia. Kondisi ini benar-benar menganggu produktivitas, bahkan hingga menurunkan kualitas hidup secara keseluruhan.

Itu karena diabetes mellitus tergolong sulit dikendalikan. Selain itu juga dapat menyebabkan berbagai komplikasi mematikan, mulai dari penyakit kaki diabetik, penyakit jantung dan stroke, hingga penyakit ginjal kronis. Saking bahayanya, Sample Registration Survey tahun 2014 menyatakan bahwa diabetes mellitus adalah pembunuh nomor tiga di Indonesia.

Jumlah penderita terus meningkat

Jumlah penderita diabetes di Indonesia terus meningkat. Menurut Interational Diabetes Federation (IDF), jumlah pasien diabetes mellitus di Indonesia mencapai 10 juta jiwa. Angka ini menempati urutan ketujuh tertinggi di dunia.

Di sisi lain, Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007 mencatat bahwa prevalensi diabetes di Indonesia adalah sebesar 5,7%. Jumlah ini kemudian meningkat menjadi 6,9% di tahun 2013. Terkait peningkatan tersebut, Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa jumlah penderita diabetes di Indonesia akan melonjak menjadi 21,3 juta jiwa pada tahun 2030 mendatang.

Sering hadir tanpa disadari

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menyatakan bahwa sekitar 2/3 penyandang diabetes tidak menyadari bahwa dirinya menderita penyakit tersebut. Hal ini karena diabetes memberikan gejala yang mirip dengan penyakit-penyakit lain, seperti:

  • Mudah lapar dan haus
  • Mudah lelah
  • Sering buang air kecil
  • Berat badan turun
  • Kesemutan di jari tangan dan kaki
  • Luka yang sulit sembuh

Di antara gejala tersebut, keluhan yang paling mencolok adalah sering buang air kecil.

Diabetes dan sering buang air kecil

Tidak dimungkiri, penderita diabetes pasti akan lebih sering buang air kecil. Keadaan ini terjadi akibat faktor-faktor berikut ini:

● Kadar gula darah terlalu tinggi

Dalam keadan normal, gula darah akan disaring oleh ginjal dan diserap kembali ke dalam darah (tidak dibuang ke dalam urine). Namun pada kasus diabetes, kadar gula darah yang berlebihan membuat ginjal tidak dapat menyerap semua gula kembali ke dalam darah, sehingga ada sebagian gula yang keluar dalam urine.

Gula yang keluar dalam urine memiliki sifat osmotik alias menarik lebih banyak air untuk turut keluar melalui urine. Akibatnya, penderita diabetes akan mengalami poliuria atau sering buang air kecil.

● Keinginan minum yang lebih tinggi

Sering buang air kecil akibat kadar gula darah tinggi pada penderita diabetes menuntut tubuh mereka untuk mengirimkan sinyal haus ke otak berulang-ulang kali.

Peristiwa tersebut membuat penderita dibetes lebih sering minum. Pada akhirnya, hal ini akan membuat mereka lebih sering buang air kecil. Bahkan, jika penderita diabetes mengonsumsi minuman beralkohol atau mengandung tinggi kafein, keinginan untuk buang air kecil bisa muncul lebih sering.

Itulah fakta medis mengapa penderita diabetes lebih sering buang air kecil. Jika Anda mengalami hal serupa, disertai dengan beberapa gejala yang disebutkan di atas, segera berobat ke dokter. Jangan biarkan diabetes mellitus menggerogoti diri Anda secara diam-diam. Deteksi, obati!

[NB/ RVS]