3 Hal Ini Penyebab Sering Nyeri Saat Buang Air Kecil

Oleh dr. Nadia Octavia pada 15 May 2018, 17:03 WIB
Rasa nyeri yang timbul saat buang air kecil tentu akan membuat Anda merasa sangat tidak nyaman. Berikut ini adalah penyebabnya.
3 Hal Ini Penyebab Sering Nyeri Saat Buang Air Kecil (Estrada Anton/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Nyeri saat buang air kecil atau dalam bahasa medis disebut disuria merupakan keluhan yang seringkali dialami oleh banyak orang. Gejalanya antara lain berupa nyeri, rasa tidak nyaman dan rasa terbakar sewaktu berkemih.

Kondisi ini lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria dan lebih sering terjadi pada pria dengan usia lanjut. Anda sering nyeri saat buang air kecil? Bisa jadi ini penyebabnya:

1. Infeksi saluran kemih

Infeksi saluran kemih merupakan salah satu penyebab paling sering timbulnya nyeri saat buang air kecil. Infeksi dapat terjadi di sepanjang saluran kemih, mulai dari ginjal, ureter (saluran berbentuk tabung yang membawa urine dari ginjal ke kandung kemih), kandung kemih, dan uretra (saluran dari kandung kemih yang membawa urine ke luar tubuh).

Infeksi saluran kemih paling sering disebabkan oleh bakteri yang masuk ke saluran kemih melalui uretra. Banyak faktor yang bisa meningkatkan risiko Anda terkena infeksi saluran kemih, antara lain karena diabetes, usia lanjut, pembesaran prostat, batu ginjal, kehamilan, dan penggunaan kateter.

Selain nyeri saat buang air kecil, gejala infeksi saluran kemih lainnya antara lain:

  • Demam
  • Urine menjadi keruh
  • Buang air kecil disertai darah
  • Urine menjadi berbau
  • Sering buang air kecil
  • Tidak lancar saat buang air kecil
  • Nyeri di area perut atau pinggang

2. Infeksi menular seksual

Anda dapat mengalami nyeri saat buang air kecil ketika mengidap infeksi menular seksual seperti herpes genitalis, gonore dan infeksi klamidia. Jika seseorang mengalami nyeri saat buang air kecil, perlu ditelaah dan diperiksa apakah orang tersebut mengalami infeksi menular seksual.

Kebiasaan tertentu saat berhubungan seksual juga dapat meningkatkan risiko Anda mengalami infeksi menular seksual. Contohnya adalah berhubungan seks tanpa menggunakan kondom atau berhubungan seks dengan banyak pasangan.

Selain nyeri saat buang air kecil, infeksi menular seksual juga bisa menimbulkan berbagai gejala berikut:

  • Rasa gatal di kemaluan
  • Rasa terbakar di kemaluan
  • Keluar cairan dari kemaluan
  • Adanya luka di area kemaluan

3. Batu saluran kemih

Ketika seseorang terdapat batu di saluran kemihnya, maka dapat timbul keluhan nyeri saat buang air kecil. Ukuran batu saluran kemih dapat beragam, mulai dari sekecil butiran garam hingga seukuran biji jagung.

Batu saluran kemih terjadi ketika terdapat penumpukan berlebih mineral tertentu seperti kalsium, oksalat dan asam urat. Meski tidak selalu menimbulkan gejala, jika batu di dalam saluran kencing bergerak, maka dapat menyebabkan keluhan nyeri. Salah satunya adalah nyeri saat buang air kecil.

Gejala dan tingkat keparahan kondisi penyakit batu saluran kemih pun dapat berbeda-beda, tergantung ukuran dan lokasi batu. Berikut ini adalah di antaranya:

  • Nyeri pada area pinggang atau perut
  • Buang air kecil sedikit
  • Ingin sering buang air kecil
  • Demam dan mengigil
  • Urine menjadi keruh atau berpasir

Selain berbagai penyebab di atas, nyeri saat buang air kecil juga bisa disebabkan oleh perubahan vagina saat menopause, dan akibat melakukan aktivitas tertentu seperti bersepeda atau berkuda. Rasa nyeri itu juga bisa timbul karena iritasi terhadap sabun dan tisu toilet atau produk tertentu, efek samping dari penggunaan obat – obatan serta adanya tumor di saluran kemih.

Rasa nyeri pada saluran kemih saat Anda buang air kecil bisa menjadi pertanda penyakit berbahaya, salah satunya adalah infeksi saluran kemih. Jadi, apabila Anda merasakan gejala-gejala seperti di atas, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

[NP/ RVS]