3 Jenis Sakit Kepala yang Perlu Anda Ketahui

Oleh dr. Karin Wiradarma pada pada 15 Mei 2018, 17:56 WIB
Beda jenis sakit kepala, beda pula penanganannya. Supaya pengobatan yang dilakukan tepat, kenali jenis-jenis sakit kepala di sini.
3 Jenis Sakit Kepala yang Perlu Anda Ketahui (Rawpixel.com/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Siapa, sih, yang tidak pernah sakit kepala? Sakit kepala merupakan salah satu keluhan yang banyak dirasakan orang dewasa. Badan Organisasi Dunia (WHO) bahkan mencatat bahwa setidaknya separuh penduduk dewasa dunia pernah mengalami sakit kepala setiap tahunnya. Sakit kepala dapat berupa sensasi berdenyut, seperti ditusuk-tusuk, atau seperti diikat. Mengetahui jenis sakit kepala itu penting, karena dapat berperan besar terhadap pengobatannya.

Perlu untuk kembali diingat bahwa sakit kepala bukanlah suatu diagnosis akhir, melainkan gejala umum yang menjadi pertanda dari banyak penyakit. Selain dapat disebabkan oleh berbagai keadaan, jenis sakit kepala yang dialami setiap orang bisa berbeda-beda.

Menurut Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia, sakit kepala dibagi menjadi dua kriteria, yaitu:

  • Sakit kepala primer, yaitu sakit kepala yang disebabkan karena gangguan pada bagian dari kepala, seperti otot, pembuluh darah, atau saraf—atau terjadi tanpa ada penyakit yang mendasari.
  • Sakit kepala sekunder, yaitu sakit kepala yang terjadi karena ada penyakit yang mendasari, seperti akibat cedera leher atau kepala atau tulang belakang, peradangan atau gangguan pada pembuluh darah di dalam dan sekitar otak, termasuk stroke, infeksi (meningitis), tekanan dalam otak yang terlalu tinggi atau rendah, tumor otak, atau cedera kepala. Jenis sakit kepala ini biasanya bisa terlihat melalui CT scan.

Sebagian besar keluhan sakit kepala yang dialami seseorang merupakan sakit kepala primer. Mari kenali lebih lanjut beberapa jenis sakit kepala kriteria ini.

1.    Sakit kepala tipe tegang

Sakit kepala tipe tegang (tension-type headache) adalah salah satu jenis sakit kepala yang sering dialami. Jika Anda mengalami sakit kepala terutama di bagian dahi dan tengkuk, dengan sensasi seperti ditekan atau diperas, terasa berat atau pegal, dan dirasakan di kedua sisi (kiri dan kanan), maka kemungkinan besar Anda mengalami sakit kepala tipe tegang.

Sakit kepala jenis ini bisa disebabkan oleh karena stres, hipertensi, pola makan yang kurang tepat, kurang tidur, dan posisi tubuh yang salah. Sakit kepala tipe ini memiliki intensitas yang ringan-sedang dan memiliki durasi yang lebih singkat dibandingkan dengan sakit kepala tipe lainnya. Oleh karena itu, sakit kepala tipe tegang relatif lebih mudah diobati sendiri dengan obat yang dijual bebas.

2.    Migrain

Setelah sakit kepala tipe tegang, jenis sakit kepala yang juga cukup sering dialami adalah migrain. Karena sakit kepala jenis ini kerap dipengaruhi oleh hormon estrogen yang dimiliki perempuan, maka migrain pun lebih sering dirasakan wanita ketimbang laki-laki. Ini juga mengapa wanita yang sedang haid lebih rentan mengalami migrain.

Seperti telah Anda ketahui, ciri khas jenis sakit kepala ini adalah sakit kepala yang berdenyut yang hanya dialami oleh satu sisi kepala (kiri atau kanan).

Selain sakit kepala, sebagian kasus migrain juga diawali dengan aura yang menandai seseorang akan terserang migrain. Migrain juga dapat dibarengi dengan mual dan muntah. Memiliki intensitas sedang-berat, migrain lebih sulit diatasi karena memiliki durasi yang lebih lama dan disebabkan oleh banyak faktor. Oleh karena itu, alangkah baiknya apabila Anda berkonsultasi kepada dokter apabila Anda mengalami migrain.

3.    Sakit kepala cluster

Sakit kepala tipe cluster adalah jenis sakit kepala yang paling jarang dialami. Ciri khas dari sakit kepala cluster adalah sakit kepala tiba-tiba dengan intensitas yang cukup berat (seperti ditusuk-tusuk) dan terjadi melingkar di sekitar mata dan hanya dirasakan di salah satu sisi kepala. Sakit kepala jenis ini umumnya dialami oleh perokok dan mereka yang gemar mengonsumsi alkohol secara berlebihan.

Selain nyeri kepala, sakit kepala tipe cluster juga disertai dengan mata yang merah dan berair, sehingga sering kali disalahartikan sebagai glaukoma. Apabila Anda mengalami sakit kepala tipe ini, segeralah memeriksakan diri ke dokter.

Nah, kini Anda sudah mengetahui jenis sakit kepala. Jika mengalami salah satunya, Anda dapat melakukan penanganan awal seperti beristirahat, minum banyak air minum putih, dan mengonsumsi obat pereda nyeri saat serangan sakit kepala datang. Jika keluhan dirasa terlalu intens, semakin parah atau hilang timbul, dan disertai gejala lain yang mengganggu, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

[RN/ RVS]