Manfaat Koyo Penghilang Nyeri untuk Sakit Punggung

Oleh dr. Rio Aditya pada pada 16 Mei 2018, 10:03 WIB
Koyo memiliki manfaat sebagai penghilang nyeri. Apakah sakit punggung juga dapat diobati dengan benda kecil ini? Simak faktanya di sini.
Manfaat Koyo Penghilang Nyeri untuk Sakit Punggung (Albina Glisic/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Koyo atau transdermal patch merupakan “benda ajaib” yang sering dipilih sebagai terapi utama mengatasi berbagai keluhan, salah satunya nyeri atau sakit punggung. Di samping praktis, dan harganya terjangkau, benda ini juga diduga lebih efektif dalam mengatasi keluhan tersebut. Benarkah demikian?

Perlu Anda tahu, sakit punggung bagian atas maupun bawah merupakan keluhan yang paling sering terjadi pada pekerja kantoran. Ini karena postur duduk yang tidak dilakukan dengan tepat selama beberapa waktu membuat otot menjadi kaku. Alhasil, keluhan sakit punggung dan pegal-pegal tak bisa dihindari lagi.

Tenang, Anda tidak perlu khawatir. Kasus sakit punggung yang seperti itu dapat diatasi menggunakan koyo, kok!

Menilik cara kerja koyo

Secara umum, koyo mengandung dua bahan aktif, yaitu mentol dan metil salisilat. Keduanya merupakan turunan dari asam salisilik, yang dapat memberikan efek analgesik atau antinyeri jika di tempelkan pada kulit.

Kandungan mentol dan metil salisilat pada koyo akan diserap secara perlahan oleh kulit, dan langsung bekerja pada otot atau sendi yang berada di bawahnya. Bahan aktif mentol memberikan sensasi dingin, sehingga dapat mengurangi nyeri. Sedangkan metil salisilat memiliki efek anti-infalmasi serta efek anti-nyeri.

Ketika pertama kali ditempelkan ke area yang nyeri, koyo akan memberikan rasa panas dan sedikit terbakar. Efek tersebut bertujuan untuk memberikan sinyal pada otak, sehingga persepsi nyeri akibat sakit punggung menjadi terkecoh. Tak lama kemudian, nyeri akan berkurang perlahan-lahan. Setelah semua proses tersebut selesai, mentol dan metil salisilat dalam koyo mulai merasuk ke dalam kulit dan bekerja.

Apakah koyo lebih efektif daripada obat?

Efek antiinflamasi yang terkandung dalam metil salisilat pada koyo tak sekuat yang dimiliki oleh obat golongan non-steroid (OAINS)–seperti natrium diklofenak, asam mefenamat dan sejenisnya. Oleh karena itu, koyo sebaiknya hanya digunakan pada kasus nyeri otot ringan, tidak pada kasus nyeri otot berat.

● Contoh kasus nyeri otot ringan

● Adanya cedera pada otot atau ligamen akibat mengangkat benda berat secara berulang

● Penggunaan otot secara berlebihan

● Ketegangan pada bagian tubuh tertentu, seperti pada sakit punggung akibat terlalu lama duduk

● Contoh kasus nyeri otot berat

● Fibromialgia, yaitu ketika otot terasa sakit bila disentuh

● Reumatoid artritis atau radang sendi kronis yang menyebabkan kekakuan dan/ atau bengkak

● Lupus

Selain hal tersebut, koyo juga bisa menyebabkan terjadinya iritasi di kulit. Keadaan ini khususnya terjadi jika Anda memiliki kulit yang sensitif, atau jika Anda menggunakan jenis koyo dengan tingkat “kepedasan” terlalu tinggi.

Namun di balik itu semua, manfaat koyo sebagai penghilang nyeri lebih unggul jika ditinjau dari segi efek samping jangka panjang. Hal ini karena proses penyerapan zat aktif dalam koyo hanya melalui kontak kulit, tidak melalui ginjal dan hati seperti obat-obatan minum. Karenanya, koyo dapat menjadi pilihan utama terapi sakit punggung atau nyeri otot ringan pada mereka yang memiliki penyakit hipertensi kronis, diabetes mellitus atau alergi terhadap obat-obatan.

Nah, sekarang Anda sudah tahu seberapa jauh koyo dapat membantu mengatasi keluhan sakit punggung dan nyeri otot, bukan? Ingatlah untuk menggunakannya secara bijak, agar dampak negatifnya tak Anda rasakan.

[NB/ RVS]