Donor Plasma, Apa Efek Sampingnya?

Oleh Bobby Agung Prasetyo pada 16 Mei 2018, 13:27 WIB
Benarkah efek samping donor plasma dapat mengganggu kesehatan? Berikut fakta medisnya.
Donor Plasma, Apa Efek Sampingnya? (Stokkete/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Mungkin Anda masih asing dengan istilah donor plasma, dan bertanya-tanya apa bedanya dengan donor darah. Bentuk donor yang satu ini akan mengambil sel plasma darah Anda untuk nanti diberikan kepada yang membutuhkan. Plasma sebenarnya adalah bagian dari darah. Sebanyak 55 persen dari volume darah merupakan plasma.

Plasma berperan sebagai pembawa protein, hormon, dan nutrisi ke sel-sel berbeda di dalam tubuh Anda. Ini termasuk hormon pertumbuhan yang membantu otot dan tulang tumbuh, serta hormon pembekuan yang membantu tubuh menghentikan pendarahan saat mengalami luka.

Dilansir WebMD, donor plasma diperuntukkan untuk membantu pemulihan penyakit langka, mengobati kanker, operasi transplantasi, dan hemofilia. Meski bermanfaat bagi yang membutuhkan, sejumlah sumber menyebut bahwa tindakan ini dapat menimbulkan efek samping untuk sang pendonor. Benarkah demikian?

Efek samping donor plasma

Darah Anda terdiri atas sel darah merah dan putih, trombosit, dan plasma. Ketika melakukan donor plasma, darah akan melewati mesin khusus untuk dipisahkan dan diambil bagian pentingnya saja. Dalam kasus ini, bagian dari darah yang diambil adalah plasma.

Bagian-bagian yang tersisa, termasuk sel darah merah, kemudian dikembalikan ke dalam tubuh bersama dengan sejumlah larutan garam. Proses donor plasma biasanya memakan waktu sekitar satu jam.

Menyumbangkan atau mendonorkan plasma umumnya aman dilakukan oleh orang dewasa berbadan sehat yang memenuhi persyaratan kelayakan donor. Namun, efek samping bisa terjadi dan biasanya bersifat minor. Efek samping yang serius meskipun sangat jarang tetapi bisa saja terjadi.

Dilansir Livestrong.com, berikut sejumlah efek samping donor plasma yang bisa saja terjadi:

1. Memar

Memar atau rasa tidak nyaman di tempat penyisipan jarum merupakan efek samping paling umum dari donor plasma. Berdasarkan studi yang dimuat di Asian Journal of Transfusion Science tahun 2013, kurang dari 2 persen pendonor mengalami hal ini.

Biasanya memar tersebut ringan, tidak menimbulkan ancaman kesehatan selain ketidaknyamanan ringan dan pembengkakan. Penanganan yang disarankan adalah aplikasi kompres dingin secara berkala, selama 12 hingga 24 jam pertama. Kemudian diikuti dengan kompres hangat sampai memarnya hilang.

2. Badan Lemas

Plasma dan jenis donor darah lainnya kadang-kadang memicu respons vagovagal, yang kemudian mengarah ke penurunan tekanan darah. Hal inilah yang menyebabkan badan lemas ditambah rasa cemas.

Pemandangan darah atau jarum, serta kecemasan akan nyeri, dapat memicu reaksi ini. Gejala awal mungkin berkeringat, tiba-tiba hangat, lemas, pucat, mual atau muntah, penglihatan kabur, dan pusing. Namun biasanya ini hanya dialami 1 persen dari pendonor saja.

3. Kesemutan

Ketika mendonorkan plasma, zat kimia sitrat ditambahkan ke darah untuk mencegah pembekuan. Sebagian besar sitrat tetap berada dalam plasma yang disumbangkan. Namun beberapa masuk ke aliran darah saat sel-sel darah dikembalikan ke sirkulasi donor.

Sitrat ini dapat menyebabkan kesemutan di sekitar mulut, wajah, tangan, kaki dan bagian tubuh lainnya. Meskipun demikian, hanya sekitar 1 persen dari pendonor plasma yang mengalami dampak dari reaksi sitrat.

Sejumlah gejala lain juga dapat terjadi. Meski begitu, Anda tak perlu khawatir bila semua tahapan dijalankan sesuai prosedur.

Kiat aman donor plasma

Mengutip dari WebMD, pendonor plasma harus berusia minimal 18 tahun dengan berat laki-laki minimal 55 kg dan perempuan minimal 60 kg. Anda mesti melewati pemeriksaan fisik serta uji virus tertentu untuk memastikan tubuh tidak terjangkit HIV dan hepatitis.

Selain itu, syarat penting lainnya adalah kadar Hb 13–17 gr/% dan tekanan darah sistole berada antara 110–150 mmHg serta diastole 70–90mmHg. Jangka waktu donor plasma minimal adalah seminggu sekali.

Sebelum memutuskan untuk melakukan donor plasma, ada baiknya kenali dulu efek sampingnya agar Anda bisa siap dan waspada. Namun, jangan sampai dampak tersebut membuat Anda takut atau ragu untuk berbuat kebaikan. Setitik darah Anda akan sangat bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan.

[RS/ RVS]