Buka Puasa dengan Makanan Bersantan, Sehatkah?

Oleh dr. Alvin Nursalim pada 16 Mei 2018, 16:04 WIB
Saat buka puasa makanan bersantan kerap menjadi menu favorit sebagian besar orang untuk berbuka. Sehatkah pilihan makanan ini?
Buka Puasa dengan Makanan Bersantan, Sehatkah? (Amillia Eka/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Memasuki bulan puasa, pastinya Anda bertanya apa menu makanan yang baik untuk buka puasa? Pastinya menu kaya santan seperti kolak dan berbagai jenis es kerap menghiasi meja makan. Namun, apakah sehat berbuka puasa menggunakan berbagai makanan bersantan? Yuk, kita simak ulasannya.

Efek santan terhadap pencernaan

Makanan kaya santan sering kali menjadi pilihan untuk berbuka. Masyarakat Indonesia pun gemar mengonsumsi makanan yang bersifat pedas dan berlemak. Namun, tahukah Anda bahwa makanan bersantan tidak dianjurkan untuk dimakan dalam jumlah banyak?

Konsumsi santan secara berlebihan tidak dianjurkan karena dapat menimbulkan dampak negatif bagi tubuh. Jika santan dikonsumsi dalam jumlah banyak, maka dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat seperti LDL.

Jenis makanan bersantan juga sebenarnya cukup berbahaya. Sebab selain menyebabkan gangguan kolesterol tubuh, santan juga dapat menyebabkan gejala mag. Selain itu, santan mengandung lemak jenuh dan tak jenuh, gula, kalsium, sedikit protein serta mineral lainnya.

Lemak tersebut dapat menyebabkan beberapa gangguan pada lambung seseorang. Pada dasarnya lemak membutuhkan waktu yang lebih lama untuk dicerna di dalam lambung. Karena itu, kandungan lemak pada santan juga dapat memperparah gejala dispepsia seperti mual, perut terasa begah dan nyeri ulut hati.

Berdasarkan hal tersebut, maka hindarilah makanan bersantan atau kaya lemak saat perut kosong dan berbuka puasa.

Jenis menu berbuka yang sehat

Walau terkadang mulut terasa haus dan minuman bersantan terkesan menggiurkan, Anda harus lebih bijaksana dalam memilih makanan berbuka puasa. Bagaimana pola makan sehat yang dianjurkan untuk berbuka puasa?

● Jangan makan takjil terlalu banyak

Pastinya Anda tergiur dengan banyaknya pilihan takjil, bukan? Namun perlu diingat bahwa takjil bukanlah makanan utama saat berbuka. Menyantap beraneka macam takjil bisa membuat Anda kekenyangan. Padahal, makanan utama jauh lebih penting untuk menunjang nutrisi dan kelangsungan puasa Anda.

● Sediakan makanan tinggi serat

Perbanyaklah makan buah dan sayuran selama berpuasa. Kandungan vitamin dan mineral paling banyak terdapat dalam buah dan sayur. Selama berpuasa, sering terjadi berbagai gangguan cairan tubuh, elektrolit dan mineral.

Oleh karena itu, usahakan untuk menyantap buah dan sayur saat sahur dan buka puasa. Selain itu, kandungan serat pada buah dan sayuran juga berguna untuk memperlancar buang air besar.

● Pilih sumber karbohidrat dengan bijak

Jangan salah memilih sumber karbohidrat. Pilihlah sumber karbohidrat yang baik untuk mencegah lonjakan gula darah secara tiba-tiba. Roti gandum, nasi merah atau mi yang terbuat dari gandum merupakan karbohidrat kompleks yang dapat memberikan tubuh energi, sekaligus serat yang baik untuk kesehatan.

● Konsumsi sumber protein yang tepat

Pilihlah sumber protein yang baik, seperti daging ayam tanpa kulit, ikan, telur dan kacang-kacangan. Jangan lupa untuk memperhatikan cara memasak lauk Anda.

Hindari makanan yang digoreng, namun masaklah makanan Anda dengan cara direbus atau dipanggang.

Jadi, kini Anda sudah mengetahui bahwa tidak baik mengonsumsi makanan bersantan secara berlebihan terutama untuk menu buka puasa. Hindarilah makanan dengan kandungan santan yang tinggi, dan pilihlah sumber makanan yang lebih sehat untuk menunjang kesuksesan puasa Anda sebulan penuh. Selamat berpuasa!

[NP/ RVS]