4 Suplemen Terbaik Saat Bulan Puasa

Oleh dr. Sepriani Timurtini Limbong pada 16 Mei 2018, 17:27 WIB
Ada banyak suplemen beredar di pasaran. Namun, empat jenis suplemen ini bisa menjadi pilihan agar Anda tetap sehat dan bugar saat puasa.
4 Suplemen Terbaik Saat Bulan Puasa (RobsPhoto/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Bulan Ramadan adalah bulan yang dinanti oleh setiap umat muslim di dunia. Sepanjang bulan ini, umat Islam menjalankan ibadah puasa selama kurang lebih 13 jam setiap harinya, hingga sekitar 30 hari lamanya. Bagi Anda yang sangat sibuk atau ragu akan terpenuhinya nutrisi yang dibutuhkan saat berpuasa, konsumsi suplemen bisa dipertimbangkan. Namun, apa jenis suplemen yang terbaik?

Tak dapat dimungkiri, selama bulan puasa tubuh rentan kekurangan zat gizi. Pasalnya, waktu untuk mendapatkan asupan nutrisi jadi terbatas. Sebagai sumber energi saat berpuasa, tubuh akan menggunakan cadangan karbohidrat dan lemak yang tersimpan dalam hati dan otot. Selain itu, untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh, kedua ginjal akan berusaha menahan cairan dengan mengurangi frekuensi dan volume buang air kecil.

Meski demikian, tubuh tetap tidak dapat menghindari kehilangan cairan melalui keringat, uap air saat bernapas atau berbicara. Tak hanya ancaman kekurangan energi dan cairan saja, tubuh pun rentan kekurangan mikronutrien, yaitu vitamin dan mineral.

Untuk menyiasati kemungkinan kekurangan berbagai zat gizi tersebut, Anda dapat mengonsumsi suplemen kesehatan. Jenis suplemen yang dipilih pun tentu harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan tubuh. Berikut ini adalah beberapa jenis suplemen yang baik untuk dikonsumsi selama bulan puasa:

1. Suplemen yang mengandung vitamin C

Bila Anda adalah pribadi yang sibuk dan memiliki banyak kegiatan selama bulan puasa, Anda dapat mengonsumsi suplemen yang mengandung vitamin C. Vitamin C berfungsi sebagai antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas dan mencegah berbagai penyakit. Anda dapat memilih suplemen yang mengandung vitamin C dengan dosis 500-1000 mg. Bila Anda khawatir akan efek mual dan rasa tidak nyaman di perut setelah konsumsi suplemen vitamin C, Anda dapat mengonsumsinya setelah berbuka puasa.

2. Suplemen yang mengandung multivitamin

Tidak hanya vitamin C, Anda juga memerlukan berbagai vitamin lainnya seperti vitamin B1, B6, dan B12. Untuk mencukupi kebutuhan akan beragam vitamin ini, Anda dapat mengonsumsi suplemen dengan kandungan multivitamin yang lengkap. Vitamin merupakan mikronutrien yang diperlukan dalam jumlah sedikit tetapi sangat penting bagi tubuh. Sama halnya dengan vitamin C, Anda dapat mengonsumsinya setelah berbuka puasa untuk mengurangi efek mual.

3. Suplemen yang mengandung mineral

Mineral memiliki peran penting bagi tubuh. Mineral seperti zink, magnesium, selenium, kalsium, dan fosfor, semuanya penting untuk menjaga kelangsungan berbagai jalur metabolisme dalam tubuh. Tanpa mineral-mineral tersebut, metabolisme tidak akan berjalan baik. Akibatnya, tubuh pun akan mudah terserang penyakit. Oleh karena itu, Anda harus memastikan asupan mineral tetap terjaga selama bulan puasa. Jangan lupa untuk memperhatikan kandungan dalam suplemen dan pastikan mineral yang terkandung di dalamnya lengkap dan seimbang.

4. Suplemen yang mengandung asam lemak esensial

Satu hal yang juga tidak boleh terlewatkan adalah asupan asam lemak. Asam lemak esensial seperti omega-3 sangat penting bagi tubuh untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah. American Heart Association menganjurkan setiap orang mengonsumsi asam lemak esensial omega-3 setidaknya 100 gram sebanyak dua kali seminggu. Untuk mencapai jumlah tersebut, Anda dapat mengonsumsi ikan atau suplemen yang mengandung minyak ikan.

Apakah semua jenis suplemen tersebut harus dikonsumsi sekaligus selama bulan puasa? Tentu tidak. Untuk menentukannya, harus disesuaikan dengan keperluan Anda. Lebih baik Anda berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk mengetahui jenis suplemen yang paling tepat—sesuai dengan kebutuhan tubuh—untuk dikonsumsi selama bulan puasa. Selain suplemen, hal yang terpenting untuk tetap sehat dan bugar adalah mengatur pola makan saat sahur dan berbuka, serta tetap aktif selama bulan puasa.

[RN/ RVS]