Minum Alkohol Bisa Turunkan Kolesterol Tinggi?

Oleh dr. Rio Aditya pada 21 Mei 2018, 11:13 WIB
Benarkah minum alkohol dalam jumlah tertentu dapat menurunkan kolesterol tinggi? Ini jawabannya.
Minum Alkohol Bisa Turunkan Kolesterol Tinggi? (g Stockstudio/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Membaca judul tersebut, Anda mungkin langsung bertanya-tanya: alkohol seperti apa yang dapat menurunkan kolesterol tinggi? Konsumsi minuman beralkohol memang sudah identik dengan gaya hidup yang tidak sehat dan pencetus sejumlah penyakit berbahaya. Sebut saja gangguan liver, gangguan jantung, obesitas, serta intoksikasi yang berbahaya.

Namun sebenarnya, dampak buruk tersebut baru dihasilkan ketika alkohol dikonsumsi dalam jumlah yang besar dan frekuensi yang lebih sering. Dengan makin berkembangnya penelitian mengenai efek samping alkohol, didapatkan bahwa minum alkohol sebenarnya dapat memberikan buah yang baik bagi kesehatan.

Peran alkohol dalam menjaga kolesterol

Berdasarkan penelitian yang dipaparkan pada pertemuan ilmiah American Heart Association di Amerika Serikat pada tahun 2016, mengonsumsi minuman alkohol dengan jumlah sedang/moderat dinyatakan dapat membantu menjaga kadar kolesterol “baik” (high-density lipoprotein/HDL) dalam tubuh.

Peminum alkohol moderat diartikan sebagai mengonsumsi 1 atau 2 takaran alkohol per harinya untuk pria, dan setengah atau 1 takaran per hari untuk wanita.

Pada beberapa penelitian lain diperoleh kesimpulan serupa. Mengonsumsi alkohol secara moderat dapat mengurangi risiko gangguan kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah). Tak kalah menarik, pada peminum alkohol tingkat moderat, kadar HDL mengalami penurunan yang paling lambat dibandingkan orang yang tidak minum alkohol sama sekali dan peminum berat.

Namun, manfaat minum alkohol dalam jumlah moderat juga bergantung pada jenis alkohol yang dikonsumsi. Misalnya, peminum bir memiliki penurunan kadar HDL yang paling lambat.

Hanya saja, jika sebelumnya Anda belum pernah mengonsumsi alkohol sama sekali, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter mengenai risiko dan manfaatnya. Minum alkohol dalam jumlah moderat, akan menjadi lebih bermanfaat bagi mereka yang sudah terbiasa minum alkohol dalam jumlah besar.

Apa saja fakta lainnya?

Ternyata, efek buruk dari alkohol terjadi pada 24 jam pertama setelah minum alkohol dalam jumlah moderat. Dalam 24 jam pertama setelah minum, tekanan darah dapat meningkat dan darah lebih mudah mengalami pembekuan. Hal ini membuat risiko stroke dan serangan jantung meningkat.

Namun setelah 24 jam, konsumsi alkohol dalam jumlah moderat dapat meningkatkan peredaran darah, meningkatkan fungsi dari dinding pembuluh darah, dan mengurangi terbentuknya bekuan darah.

Menarik, ya? Minum red wine juga diyakini dapat meningkatkan kadar HDL dalam jangka panjang. Kandungan resveratrol yang terdapat dalam red wine dinilai dapat membantu mengubah lemak jenuh menjadi jenis lemak yang lebih baik,  yaitu lemak cokelat.

Jadi, jika selama ini Anda mengira alkohol merupakan hal yang buruk, ternyata tidak juga. Bila dikonsumsi dalam jumlah dan frekuensi yang tepat, alkohol justru dapat memberikan manfaat bagi tubuh Anda. Namun, perlu diperhatikan juga apakah Anda memiliki alergi terhadap alkohol atau tidak.

Selain melalui minum alkohol secara moderat, kolesterol tinggi juga dapat diturunkan dengan menerapkan pola makan sehat, berolahraga secara rutin, tidur cukup, dan mengelola stres dengan baik. Artinya, hindari menjadikan alkohol sebagai satu-satunya juru selamat dalam menurunkan kolesterol Anda.

Jika Anda masih memiliki pertanyaan terkait konsumsi minum alkohol dan kolesterol tinggi, ada baiknya berkonsultasi langsung dengan dokter agar tidak terjadi kesalahan yang justru dapat merugikan.

[RS/ RVS]