Bagaimana Efek Yanny or Laurel Memanipulasi Pendengaran?

Oleh Bobby Agung Prasetyo pada 21 May 2018, 17:18 WIB
Fenomena “Yanny or Laurel” begitu viral di internet. Bagaimana suara tersebut bisa memanipulasi pendengaran Anda? Simak selengkapnya.
Bagaimana Efek Yanny or Laurel Memanipulasi Pendengaran? (Olly/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Siapa yang sudah mendengarkan rekaman suara “Yanny or Laurel” yang beredar di internet? Siapa yang Anda dengar, Yanny atau Laurel? Ya, fenomena satu ini begitu viral dan ramai menjadi perdebatan warganet. Banyak yang yakin mereka mendengar kata “Yanny”, tapi tak sedikit juga yang mendengar kata “Laurel”. Bahkan, ada pula yang mendengar nama lain di luar kedua nama tersebut. Jadi penasaran, bagaimana rekaman suara ini dapat memanipulasi pendengaran?

Viralnya “Yanny or Laurel” ini dimulai oleh Cloe Feldman, pemilik akun media sosial Twitter @CloeCouture yang mengunggah video berdurasi 4 detik tentang rekaman suara tersebut. Dengan bereaksinya warganet, ini pun memicu kalangan berkompeten untuk meluruskan perdebatan ini. Mulai dari kalangan spesialis audiolog (ahli yang khusus menangani masalah serta memberikan perawatan berkaitan dengan pendengaran) hingga para profesional di bidang penjualan perangkat suara.

Mana yang benar? Dilansir dari Liputan6.com, entah yang Anda dengar adalah kata “Yanny” atau “Laurel”, tidak ada pilihan yang benar atau salah. Keduanya benar karena ini hanya masalah manipulasi pendengaran saja.

Penjelasan mengenai perdebatan “Yanny or Laurel” secara ilmiah

Menurut para ahli, rekaman yang viral ini disebut berkualitas rendah. Hal ini menyebabkan otak mengisi celah antara bunyi yang bisa terdengar.

Dana Boebinger, selaku mahasiswa pakar bidang persepsi pendengaran dari Universitas Harvard dan Institut Teknologi Massachusetts (MIT) Amerika Serikat (AS), memberikan penjelasan ilmiah seputar rekaman viral tersebut.

"Hal tersebut terkait dengan frekuensi yang dibuat oleh suara ke dalam pikiranmu. Ini bisa dipengaruhi beberapa hal: headphones/speakers, volume mendengar, ketulian..." cuitnya di Twitter.

Berbicara soal perangkat, ini juga memiliki efek tersendiri terhadap pendengaran. Fakta ini dijelaskan secara lengkap oleh Kepala Ilmuwan Dolby Laboratories, Poppy Crum. "Speaker atau headphone yang berbeda memiliki respons frekuensi yang berbeda secara drastis. Misalnya, pengeras suara laptop memiliki frekuensi rendah yang terbatas. Ini sebabnya salah satu nama menjadi lebih terdengar bagi pendengarnya,” Poppy menjelaskan.

Alasan perdebatan ini adalah karena otak seseorang terisi dengan satu hal, sementara di sisi lain juga terisi suara yang lainnya. Ambiguitas tersebut menghasilkan suara yang berbeda, bahkan bisa berubah setelah didengarkan beberapa kali.

"Alasan ilusi diferensial seperti gaun warna misterius yang sempat viral tahun 2015 silam dan rekaman ini menarik karena menunjukkan bagaimana otak menggabungkan informasi yang masuk dengan asumsi," kata profesor psikologi Pascal Wallisch dari Universitas New York, AS.

Demi menyamakan persepsi, seorang audiolog asal New York bernama Shelley Borgia turut mendengarkan rekaman ini. Setelah mendengarkan, Shelley memberi penjelasan secara logis.

“Yanny mungkin lebih sulit didengar karena sebutannya seperti bisikan serak yang berfrekuensi tinggi dan lembut. Frekuensi tinggi memiliki treble lebih banyak sehingga tidak sekuat bas,” terangnya.

Lebih lanjut, Shelley menjelaskan bahwa orang yang lebih muda cenderung memiliki pendengaran frekuensi tinggi lebih baik. Rekaman ini memiliki beberapa tingkat distorsi frekuensi tinggi, sehingga orang-orang dengan pendengaran yang lebih baik dapat menangkap itu dan akan mendengar “Yanny”, bukan “Laurel”, atau mungkin juga mendengar keduanya.

Menguji pendengaran agar lebih baik

Shelly mencoba menganalogikan bahwa penyebut “Laurel” adalah pria dengan suara yang kuat dan bernada rendah.  Berbeda dengan Yanny yang terdengar lebih tinggi dengan treble yang signifikan.

Jika Anda mendengarkan melalui headphone, Anda lebih mungkin mendengar “Laurel” karena perangkat tersebut biasanya memblokir suara menjadi lebih ambient. Hal tersebut akan memberikan Anda lebih banyak efek bas.

Menurunnya kemampuan pendengaran juga berpengaruh atas  hal ini. Menurut dr. Kartika Mayasari dari KlikDokter, Anda dapat memastikan kondisi kesehatan telinga Anda dengan memeriksakan kepada ahlinya.

“Kami menyarankan Anda untuk melakukan konsultasi secara langsung dengan dokter, bisa juga dengan dokter spesialis THT untuk dilakukan pemeriksaan penunjang (seperti audiometri) bila diperlukan,” ujarnya.

Yanny or Laurel” yang memanipulasi pendengaran masih ramai diperbincangkan sampai sekarang. Jadi, apa yang Anda dengar? Yanny atau Laurel? Atau bahkan keduanya atau bukan keduanya? Apa pun itu, jika Anda merasa mengalami gangguan pendengaran, segera periksakan diri ke dokter.

[RN/ RVS]