Taklukkan Trypophobia, si Fobia Lubang Kecil, dengan Cara Ini!

Oleh Rudolf Santana pada 23 May 2018, 15:00 WIB
Anda pusing dan mual melihat biji lotus atau benda apa pun yang memiliki lubang-lubang kecil? Bisa jadi itu trypophobia. Ini penanganannya!
Taklukkan Trypophobia, si Fobia Lubang Kecil, dengan Cara Ini! (Elnur/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Jika Anda merasa mual, pusing bahkan panik saat melihat lubang-lubang kecil seperti selongsong biji lotus atau sarang lebah, bisa jadi Anda kena trypophobia. Ketakutan terhadap benda-benda tersebut bagi sebagian orang yang mengalaminya, terasa bagaikan teror.

Menurut dr. Karin Wiradarma, trypophobia adalah sejenis fobia atau ketakutan yang berlebihan terhadap sebuah benda yang memiliki lubang-lubang yang berkelompok dengan pola yang tidak teratur atau iregular. Biasanya, pengidap fobia ini akan panik dan ketakutan jika melihat benda-benda seperti sarang lebah, selongsong biji lotus, bahkan lubang-lubang kecil pada permukaan buah stroberi. Rasa takut yang mereka rasakan terhadap benda-benda tersebut lebih pada perasaan jijik.

Mengutip Healthline, meskipun perasaan tersebut bagi sebagian orang sangat mengganggu, namun fobia ini belum cukup dikenal. Studi mengenai trypophobia masih sangat sedikit. Bahkan ada pula pendapat bahwa ini mungkin belum perlu diklasifikasikan sebagai fobia.

Kenali gejala trypophobia

Digolongkan sebagai fobia atau tidak, trypophobia tetap saja menjadi teror tersendiri pada pengidapnya. Sejumlah gejala yang menyertai rasa takut ini bisa membuat penderitanya hingga mengalami depresi.

Memang gejalanya hampir sama dengan jenis fobia lainnya, seperti fobia pada ketinggian, fobia pada serangga dan lain-lain. Namun Anda tentu patut waspada. Berikut ini adalah sejumlah gejala trypophobia yang perlu Anda kenali:

  • Kulit merinding
  • Perasaan tidak nyaman
  • Gangguan visual seperti distorsi atau perubahan bentuk, atau ilusi-ilusi
  • Muncul perasaan tertekan
  • Kulit tubuh menegang
  • Muncul rasa panik
  • Keringat berlebihan
  • Tubuh gemetar
  • Mual

Jika Anda merasakan salah satu atau beberapa gejala di atas sekaligus saat melihat benda-benda seperti selongsong biji lotus, gelembung sabun dan benda-benda semacamnya, Anda bisa dipastikan mengalami gangguan ini.

Pertolongan dan penanganan pengidap trypophobia

Saat ini, trypophobia masih menjadi perdebatan para ahli, apakah layak diklasifikasikan sebagai satu jenis fobia. Meskipun demikian, penderita gangguan ini jelas perlu pertolongan dan penanganan sesegera mungkin.

Mengutip MedicalNewsToday, sebuah studi yang dilakukan pada 2017 menunjukkan bahwa 95 subjek yang disurvei mengalami gejala-gejala jangka panjang dan menetap. Hasil penelitian tersebut menunjukkan, banyak dari mereka mengalami gangguan kecemasan dan depresi.

Diakui memang belum ada penanganan spesifik pada penderita trypophobia. Namun gangguan ini bisa ditolong dengan penanganan yang sudah ada bagi fobia yang umum. Meskipun demikian, treatment tersebut juga cukup sukses menangani masalah fobia. Beberapa metode yang bisa dilakukan biasanya mencakup self-help treatment, terapi dan pengobatan.

CBT atau cognitive behavioral therapy, dinilai sebagai terapi yang paling potensial membantu penderita trypophobia. Melalui terapi ini, penderita akan diajak untuk membicarakan ketakutannya dengan seorang terapis atau konselor. Penderita akan diminta untuk menentukan target dan mencapai tujuan tersebut.

Modifikasi gaya hidup bagi penderita trypophobia juga bisa diterapkan. Terapis akan memberikan bimbingan tentang olahraga yang tepat, pola makan sehat, pola tidur cukup dan menjauhi minuman berkafein.

Sedangkan untuk pengobatan secara medis, dokter biasanya akan menangani penderita trypophobia dengan pengobatan untuk fobia pada umumnya. Gangguan yang biasanya terjadi adalah rasa cemas. Untuk mengatasi gangguan kecemasan tersebut, dokter biasanya meresepkan obat antidepresan.

Berbagai penanganan trypophobia ini tentu saja tergantung dari tingkat keparahannya. Namun, jika Anda mengalami beberapa gejala di atas, segera konsultasikan gangguan yang Anda rasakan kepada dokter atau psikiater. Jangan tunggu hingga Anda menjadi depresi karena fobia yang satu ini.

[RH]