Mengapa Luka pada Penderita Diabetes Sulit Sembuh?

Oleh dr. Astrid Wulan Kusumoastuti pada 26 May 2018, 23:02 WIB
Jika Anda mendapati luka pada tubuh yang tak sembuh-sembuh, atau bahkan memburuk dengan cepat, waspadalah! Bisa jadi itu tanda diabetes.
Mengapa Luka pada Penderita Diabetes Sulit Sembuh? (Wavebreakmedia/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Diabetes adalah ketidakmampuan tubuh untuk memproduksi atau menggunakan insulin yang terdapat di tubuh. Insulin sendiri adalah sebuah hormon yang mengubah gula dan glukosa di tubuh menjadi energi.

Menderita diabetes berarti memiliki kadar gula yang tinggi dalam darah, sebagai akibat dari adanya gangguan metabolisme gula karena gagalnya fungsi insulin tadi. Kondisi ini dapat menimbulkan berbagai macam gangguan kesehatan, salah satunya adalah luka yang sulit sembuh.

Ya, salah satu gejala yang khas dari penderita diabetes adalah luka yang lama dan sulit sembuh. Tak hanya itu, luka juga dapat memburuk lebih cepat sehingga dapat menimbulkan infeksi, bahkan dapat terjadi komplikasi yang lebih serius.

Luka dapat terjadi di bagian tubuh mana pun, kaki merupakan lokasi utama timbulnya luka yang tak kunjung sembuh pada penderita diabetes. Inilah mengapa ada istilah “diabetic foot” (kaki diabetes) akibat tingginya frekuensi luka dengan kondisi buruk pada penderita diabetes.

Pada 14-24 persen penderita diabetes, luka pada kaki dapat memburuk sedemikian rupa hingga sampai satu titik dimana amputasi menjadi tindakan yang harus dilakukan. Sebenarnya apa yang menyebabkan luka pada penderita diabetes sulit sembuh atau butuh waktu lebih lama untuk sembuh?

Dampak gula pada penyembuhan luka

Sulitnya luka sembuh dan memburuknya kondisi luka pada penderita diabetes sering kali berbanding lurus dengan tingginya kadar gula dalam darah. Ini karena kondisi diabetes memiliki berbagai pengaruh terhadap kemampuan tubuh untuk menyembuhkan luka.

● Kadar gula darah tinggi

Saat kadar gula dalam darah Anda tinggi, terdapat beberapa mekanisme yang terganggu seperti terhambatnya kemampuan nutrisi dan oksigen untuk masuk ke dalam sel, menurunnya fungsi sistem kekebalan tubuh, dan meningkatnya kemungkinan terjadinya radang pada berbagai sel dalam tubuh. Semua kondisi tersebut tentu memiliki dampak pada progres penyembuhan luka.

● Gangguan saraf atau neuropati

Salah satu komplikasi diabetes adalah terjadinya kerusakan ujung saraf akibat kadar gula yang tinggi dalam darah dalam jangka waktu yang panjang. Lama-kelamaan, kerusakan pada ujung saraf dan pembuluh akan membuat area yang rusak menjadi kebas dan kehilangan fungsi sensori.

Pada kondisi yang normal, tubuh—terutama tangan dan kaki—dapat merasakan sakit, yang membuat seseorang menjadi awas terhadap benda yang mungkin membahayakan atau luka yang timbul di bagian tersebut. Pada kondisi ketika fungsi sensori menurun akibat diabetes, tubuh menjadi tidak awas terutama pada timbulnya luka. Akibatnya, sering kali luka yang awalnya kecil menjadi terbengkalai hingga kemudian memburuk.

Gangguan ini terutama sering terjadi di bagian kaki, ketika berjalan tanpa alas kaki dan menginjak berbagai benda yang mungkin menyebabkan luka kecil tidak disadari oleh penderita diabetes. Timbulnya kaki diabetes pun sangat mungkin terjadi.

● Gangguan sirkulasi

Selain gangguan ujung saraf, penderita diabetes juga rentan mengalami gangguan fungsi dan struktur pembuluh darah. Gangguan pembuluh darah ini dapat terjadi di berbagai lokasi, mulai dari perifer seperti di tangan dan kaki atau gangguan pembuluh darah di ginjal, yang memperbesar kemungkinan penderita diabetes mengalami komplikasi penyakit pada ginjal.

Gangguan pembuluh darah tentu akan menurunkan fungsi sirkulasi. Padahal, sirkulasi darah sangat penting untuk proses penyembuhan luka karena fungsi penting darah adalah mengangkut berbagai nutrisi dan oksigen yang diperlukan untuk proses tersebut.

Gangguan pembuluh ini juga dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang menurunkan aliran darah ke alat gerak. Tingginya kadar gula dalam darah juga dapat membuat darah menjadi lebih kental, sehingga sirkulasi menjadi semakin buruk.

● Infeksi

Kadar gula berlebih dalam darah merupakan “makanan” bagi bakteri yang dapat menyebabkan berbagai infeksi. Selain itu, kadar gula darah yang tinggi juga menghambat kerja sistem kekebalan tubuh dalam memerangi bakteri. Ini menjadikan infeksi lebih cepat menyebar, memburuk, bahkan dapat menyebabkan luka membusuk atau sepsis.

Dari berbagai kondisi yang dijabarkan di atas, inilah kenapa para penderita diabetes harus menaruh perhatian lebih terhadap kemungkinan timbulnya luka kecil, yang dapat memburuk akibat kadar gula darah yang tinggi.

Penting juga untuk mengontrol kadar gula darah agar proses penyembuhan luka tidak berlangsung terlalu lama. Jika Anda mengalami luka yang sulit sembuh tapi belum pernah terdiagnosis diabetes, segera lakukan pemeriksaan dengan berkonsultasi ke dokter spesialis penyakit dalam untuk mengetahui apakah kondisi yang Anda alami ini adalah akibat dari kadar gula yang tinggi atau bukan.

[RN/ RVS]