Benarkah Selai Kacang Memang Menyehatkan?

Oleh Bobby Agung Prasetyo pada 27 May 2018, 09:30 WIB
Meski terlihat penuh lemak, diam-diam selai kacang memiliki paket nutrisi yang luar biasa.
Benarkah Selai Kacang Memang Menyehatkan? (Arisara T/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Selai kacang adalah padanan yang nikmat untuk dikombinasikan dengan banyak hal, salah satunya roti. Namun, secara keseluruhan, apakah selai kacang memang menyehatkan untuk tubuh?

Dilansir TIME, pakar nutrisi terus memperdebatkan pertanyaan terkait kandungan lemak mentega kacang yang tinggi. Namun saat dikaji secara menyeluruh, ternyata selai kacang terbukti memang menyehatkan untuk dikonsumsi.

“Selai kacang benar-benar makanan sehat. Ada begitu banyak alasan untuk menyimpan serta membawanya ke tempat kerja, jika Anda suka rasanya," kata Lisa Sasson, peneliti dari Universitas New York.

Salah satu alasan utamanya yakni selai kacang memiliki paket nutrisi yang luar biasa. Apa saja kandungan nutrisi dalam selai yang satu ini?

Nutrisi dalam selai kacang

Walter Willet, peneliti dari Universitas Harvard, mengatakan bahwa selai kacang menyimpan protein, serat, mineral dan vitamin. Dua sendok makan selai kacang mengandung sekitar 7 gram protein, 16 gram lemak, dan 2 gram serat.

Kandungan lemak yang tinggi pada kacang adalah penyebab reputasi selai kacang menjadi buruk. Namun sebenarnya, lemak yang ada dalam selai kacang adalah lemak tak jenuh yang sehat untuk tubuh.

“Makan selai kacang dapat mengurangi kolesterol darah dan risiko penyakit jantung,” kata Willet.

Perlu diingat bahwa tidak semua selai kacang baik untuk Anda. Konon, yang paling sehat hanya mengandung kacang dan garam. Selai kacang sering kali diberi tambahan gula licin, jadi pastikan tidak ada bahan tersebut dalam kandungan.

Hindari juga selai kacang yang memiliki minyak terhidrogenasi, yaitu semacam lemak tidak sehat yang ditambahkan untuk menjaga selai kacang tetap enak. Begitu pula saat ada label selai kacang “rendah lemak”, karena Sasson menyebut bahwa biasanya kandungannya sama saja.

Satu porsi selai kacang standar hanya dua sendok makan, sehingga penting bagi Anda untuk mengontrol porsi. Dua sendok makan selai kacang memiliki sekitar 200 kalori. Jadi lebih baik ambil sebanyak dua sendok makan untuk dipadukan dengan roti, atau beberapa sendok teh saat hendak dijadikan camilan.

“Oleskan selai kacang pada apel, keripik, makanan yang dipanggang, sandwich, atau gunakan sebagai saus untuk pisang atau buah-buahan lainnya,” kata Sasson.

Sementara itu, Sasson sendiri mengungkapkan bahwa dirinya lebih suka selai kacang yang diolesi di atas roti gandum dan biskuit gandum utuh. Sedangkan cara favorit Willett untuk menikmatinya adalah bersama dengan sup kacang.

Pilih selai kacang yang tepat

Menurut dr. Nitish Basant Adnani dari KlikDokter, selai kacang yang ditambahkan dengan garam, gula, atau minyak dapat mengubah profil nutrisinya.

Contohnya selai kacang yang ditambah dengan garam, dapat mengandung 100 hingga 150 miligram natrium. Sedangkan selai kacang yang tidak ditambahkan dengan garam tidak mengandung natrium. Terkadang, selai kacang jenis tertentu juga dapat mengandung gula tambahan hingga 7 gram, atau 28 kalori, untuk satu porsi.

“Perlu diketahui juga, meskipun sebagian besar lemak pada selai kacang merupakan lemak tidak jenuh yang baik bagi tubuh, hal ini tetap menjadikan selai kacang sebagai makanan tinggi kalori. Selai kacang sebanyak dua sendok makan mengandung sekitar 200 kalori. Bagi Anda yang sedang berdiet, sebaiknya kurangi porsi ini hingga setengahnya,” ujar dr. Nitish.

Oleh karena itu, dr. Nitish menyarankan jika Anda ingin membeli selai kacang, pastikan produk tersebut mengandung rendah lemak trans dan rendah gula. Dengan demikian, selai kacang yang Anda konsumsi dapat membawa manfaat lebih untuk tubuh.

[RS/ RVS]