Obat Antidepresan Bisa Picu Naiknya Berat Badan?
searchtext customer service

Obat Antidepresan Bisa Picu Naiknya Berat Badan?

Obat antidepresan digunakan seseorang berdasarkan anjuran dokter saat sedang mengalami kondisi tertentu, dan ternyata dapat memicu naiknya berat badan lho, berikut penjelasan medisnya:
Obat Antidepresan Bisa Picu Naiknya Berat Badan?

Klikdokter.com, Jakarta Obat antidepresan atau penenang, digunakan seseorang berdasarkan anjuran dokter saat sedang mengalami kondisi tertentu. Penggunaan obat antidepresan identik dengan pengidap depresi dan beberapa penyakit lain yang membuat kejiwaan seseorang terganggu.

Pada kasus depresi, obat antidepresan penting untuk menyingkirkan rasa tertekan yang dialami oleh pasien bersangkutan. Hal ini sejalan dengan pernyataan dr. Ellen Theodora.

“Depresi adalah suatu keadaan umum dimana terjadi penurunan keadaan emosi dan mood satu individu, yang mengakibatkan gangguan dalam aktivitasnya sehari-hari atau hilangnya fungsinya sebagai individu. Dasar umum untuk gangguan depresif tidak diketahui,” katanya.

Dilansir dari TIME, sebuah studi baru yang diterbitkan dalam The BMJ menemukan bahwa penggunaan antidepresan berhubungan dengan kenaikan berat badan dari waktu ke waktu. Hal ini diutarakan oleh Rafael Gafoor, peneliti dari king’s College London.

Disebutkan bahwa para peneliti menggunakan data dari UK Clinical Practice Research Datalink, kumpulan besar catatan kesehatan elektronik. Analisis mereka mencakup hampir 295 ribu orang dari segenap kalangan yang berbeda.

Para peneliti kemudian memantau catatan kesehatan untuk penggunaan antidepresan dan kenaikan berat badan dari waktu ke waktu. Pisau bedahnya memperhitungkan faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi berat badan, seperti usia, diagnosis penyakit kronis, status merokok dan mengonsumsi obat lain.

Artikel Lainnya: Menghitung Berat Badan Ideal

1 dari 3

Pengaruh Obat Antidepresan Terhadap Berat Badan

Pengaruh Obat Antidepresan Terhadap Berat Badan
loading

Berdasarkan penelitian, sebanyak 21 persen dari 295 partisipan yang diresepkan obat antidepresan kemungkinan mengalami kenaikan berat badan sebanyak 5 persen pada tahun pertama. Risiko kenaikan terus meningkat pada tahun kedua dan seterusnya.

"Butuh waktu lama untuk mengalami kenaikan berat badan yang signifikan dalam rekam medis," kata Gafoor.

Obat antidepresan tertentu juga turut berpengaruh atas kenaikan berat badan. Pengguna Mirtazapine (atau Remeron), memiliki risiko 50 persen lebih tinggi mengalami kenaikan berat badan dibanding yang tidak. Lalu Citalopram, obat yang biasa diresepkan dijual dengan nama merek Celexa, memiliki risiko lebih kecil yakni 26 persen.

Penyebab seluruh hal ini – naiknya nafsu makan dan turunnya motivasi beraktivitas, termasuk olahraga - berkaitan dengan gejala depresi. Konsumsi obat antidepresan juga berpengaruh terhadap metabolisme tubuh. Lewat kombinasi kasus-kasus tersebut, kenaikan berat badan pun sangat mungkin terjadi.

Artikel Lainnya: Antidepresan Tidak Pengaruhi Pertumbuhan Janin

 

2 dari 3

Cara Kerja Obat Antidepresan

Cara Kerja Obat Antidepresan
loading

Adanya risiko kenaikan berat badan seharusnya tidak membuat orang enggan mengonsumsi antidepresan. Menurut Gafoor, pasien harus membicarakan risiko kenaikan berat badan dengan dokter mereka, ketika memulai rencana dan strategi jangka panjang untuk menjaga tubuh tetap terkontrol.

“Sejumlah faktor perlu diperhitungkan ketika meresepkan antidepresan. Oleh karena itu terbukalah dengan dokter atau pemberi resep Anda,” ujar Gafoor.

Menurut dr. Ellen, lamanya penggunaan obat antidepresan tergantung dari keparahan kondisi pasien. Selain itu, pengobatan pasien juga harus dilakukan tepat sasaran dengan melakukan sejumlah cara sebagai berikut.

“Keamanan pasien harus terjamin, pemeriksaan diagnostik yang lengkap harus dilakukan, rencana pengobatan juga harus menyeluruh. Tidak hanya mengatasi gejala tetapi juga penyebab penyakit, yang mengharuskan konsumsi obat antidepresan itu sendiri,” tuturnya.

Baca Juga

Meski obat antidepresan bisa memicu naiknya berat badan, namun jangan khawatir. Lakukan diskusi yang terbuka dengan dokter Anda, mengenai berbagai kondisi yang mungkin terjadi, demi pengobatan dan kesehatan yang lebih baik.

[RVS]

KONSULTASI LEBIH LANJUT

avatar

Tiara Dias Arista, S. Psi, M. Psi, Psikolog

Psikolog
wallet
Rp. 50.000
avatar

Monalisa Aryanti, S.Psi, M.Psi, Psikolog

Psikolog
wallet
Rp. 50.000
avatar

Tengku Sheila Noor Faraza, S.Psi, M.Psi, Psikolog

Psikolog
wallet
Rp. 50.000

ARTIKEL TERKAIT

Efek Depresi pada Otak, Kenali Bahayanya

Info Sehat
05 Jan

Awas, Pandemi COVID-19 Perburuk Seasonal Affective Disorder

Info Sehat
21 Des

Dampak Depresi terhadap Fisik yang Harus Diwaspadai

Info Sehat
16 Des

Hindari Makanan dan Minuman Ini Saat Depresi!

Info Sehat
11 Nov

Kencan Online Bisa Picu Depresi, Benarkah?

Info Sehat
11 Nov

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat