Teh Detoks Pilihan Meghan Markle, Apa Manfaatnya bagi Tubuh?

Oleh Ruri Nurulia pada 27 May 2018, 16:18 WIB
Istri Pangeran Harry, Meghan Markle, diketahui gemar minum dua jenis teh detoks ini. Apa saja manfaatnya bagi tubuh?
Teh Detoks Pilihan Meghan Markle, Apa Manfaatnya bagi Tubuh? (Kathy Hutchins/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Masih dalam rangka royal wedding, apa pun mengenai pasangan suami istri Pangeran Harry dan Meghan Markle pastilah ramai diperbincangkan, termasuk teh detoks favorit Meghan. Situs web Meghan’s Mirror mengungkap bahwa menurut sumber terdekat Meghan, dua teh favoritnya adalah teh hijau detoks serta teh licorice dan peppermint. Apa saja manfaat kedua teh favoritnya ini bagi kesehatan?

Manfaat teh juga telah dibuktikan oleh teknologi kedokteran Barat. Menurut dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter, teh mengandung senyawa antioksidan yang disebut polifenol dan flavonoid. Flavonoid yang paling poten disebut Epicatechin Gallate (EGCG), diketahui dapat memberikan manfaat positif untuk mencegah terjadinya berbagai penyakit.

Teh juga mengandung kafein dan theanine yang berdampak baik untuk menstimulasi otak. Kafein yang terkandung dalam teh tidak sebanyak kopi sehingga aman untuk dikonsumsi Anda yang sensitif terhadap pengaruh kafein.

Teh hijau detoks, salah satu teh pilihan Meghan

Salah satu teh favorit Meghan adalah green tea detox yang diproduksi oleh sebuah produsen teh ternama Prancis. Produknya sendiri dideskripsikan memiliki sensasi kesegaran lemon dengan esensi serai (lemongrass) yang intens dalam balutan teh hijau dan teh mate. Mari bedah satu persatu mengenai rangkaian kandungan teh ini.

● Teh hijau

Menelusuri berbagai hasil penelitian, teh hijau diketahui memiliki beberapa keampuhan, antara lain:

  • Membantu menurunkan berat badan. Sebuah penelitian dari University of Oklahoma Health Sciences Center, Amerika Serikat (AS), menunjukkan bahwa konsumsi teh hijau empat cangkir sehari dapat membantu menurunkan berat badan dalam delapan minggu. Berat badan secara umum, lingkar perut, dan massa lemak tubuh ditemukan menurun setelah konsumsi teh hijau. Meski demikian, tentu saja ini harus didukung dengan asupan makanan yang baik dan seimbang.
  • Membantu mencegah penyakit degeneratif seperti diabetes mellitus dan hiperkolesterolemia. Sebuah penelitian yang dilakukan Universitas Birmingham, Inggris, menunjukkan bahwa kombinasi olahraga dan konsumsi teh hijau dapat membantu menurunkan kolesterol jahat dalam tubuh dan juga mengontrol kadar gula dalam darah, sehingga berpotensi untuk mencegah terjadinya diabetes mellitus dan menurunkan kadar kolesterol jahat.
  • Membantu menurunkan tekanan darah tinggi dan risiko terjadinya penyakit jantung koroner. Sebuah penelitian di Jepang menunjukkan bahwa teh hijau dapat membantu menurunkan risiko terjadinya penyakit jantung koroner. Namun, penurunan tekanan darah ini tergantung dari tekanan darah awalnya. Bila memang tekanan darah awal tergolong tinggi, maka penurunan tekanan darah tersebut mungkin memerlukan pengobatan medis dan perubahan gaya hidup secara menyeluruh.
  • Sebagai antibakteri, antivirus, dan antijamur. Penelitian-penelitian yang ada menunjukkan bahwa aktivitas EGCG dalam teh hijau dapat menghambat pertumbuhan bakteri-bakteri dan virus yang menyebabkan gangguan saluran cerna seperti diare. Teh hijau juga ditemukan dapat menghambat pertumbuhan jamur sehingga dapat membantu kerja obat antijamur.
  • Berpotensi mencegah kanker. Beberapa studi menunjukkan bahwa teh hijau berpotensi mencegah terjadinya kanker, terutama kanker payudara, kanker indung telur, kanker prostat, dan kanker endometrium. Masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk menegaskan mekanisme kerjanya pada manusia, tapi penelitian awal menunjukkan antioksidan polifenol dalam teh hijau dapat bekerja menghambat pembentukan dan perkembangan tumor dalam tubuh hewan.

● Lemon

Lemon mengandung vitamin C tinggi, magnesium, kalsium, kalium, beberapa mineral, dan antioksidan. Khasiat lemon sendiri diketahui dapat:

  • Meningkatkan hidrasi.
  • Mengurangi risiko penyakit kardiovaskular karena tinggi vitamin C yang dapat melindungi sel dari radikal bebas. Vitamin C juga diketahui dapat mengurangi risiko penyakit stroke dan tekanan darah tinggi.
  • Mencegah kulit keriput, lagi-lagi karena kandungan vitamin C
  • Membantu menurunkan berat badan karena kandungan antioksidan polifenol.
  • Membantu proses pencernaan, terutama mencegah sembelit.
  • Menghindari bau mulut.
  • Menghalangi pembentukan batu ginjal karena adanya senyawa asam sitrat.

● Serai

Berdasarkan sebuah jurnal penelitian, pengolahan serai yang dikeringkan mengandung antioksidan lebih tinggi dibandingkan serai yang segar. Cara penyajian serai juga dapat membedakan kadar antioksidannya. Penyajian serai dengan air panas dapat lebih banyak menangkal radikal bebas dibandingkan penyajian dengan air dingin.

Bila ingin daya tahan tubuh selalu kuat serta memiliki kulit yang bercahaya, coba tambahkan serai pada segelas teh hangat yang biasa Anda minum.

Bahkan, di dalam buku laris Heinerman’s Encyclopedia of Healing Herbs & Spices, John Heinerman, sang penulis, menyarankan serai untuk mengatasi demam. Minumlah segelas teh serai hangat setiap empat jam sekali untuk menurunkan demam.

● Teh mate

Teh mate merupakan minuman tradisional yang populer di Amerika Selatan. Beberapa studi epidemiologi melaporkan ada hubungan antara konsumsi teh mate dan peningkatan risiko penyakit mulut seperti oropharyngeal, esophageal, laryngeal, dan kanker kandung kemih.

Selain itu, ada pula penelitian yang melaporkan bahwa teh mate punya kandungan antikanker yang diklaim lebih hebat dari teh hijau. Beberapa bukti lain menunjukkan bahwa teh mate kaya antioksidan, dapat menurunkan kolesterol, berperan sebagai stimulai sistem saraf pusat, serta pelindung terhadap beberapa jenis kanker hati dan diuretik yang baik. Teh mate juga diketahui bermanfaat untuk kesehatan jantung dan mencegah obesitas.

1 of 2

Favorit Meghan lainnya, teh licorice dan peppermint

Akar licorice umum digunakan sebagai pemanis pada permen dan berbagai minuman. Selain itu, licorice juga biasa digunakan sejak beratus-ratus tahun lalu untuk alasan kesehatan. Dilansir dari Healthline, beberapa manfaat licorice antara lain:

  • Meredakan masalah gastrointestinal. Dalam kasus seperti keracunan makanan, mag, dan nyeri ulu hati, ekstrak akar licorice dapat mempercepat perbaikan lapisan lambung. Ini merupakan hasil kerja dari sifat antiinflamasi dan pendorong kekebalan tubuh dari glycyrrhizic acid.
  • Membersihkan sistem pernapasan. Licorice direkomendasikan untuk mengobati masalah pernapasan. Mengonsumsi licorice dalam bentuk suplemen dapat membantu tubuh memproduksi lendir yang sehat. Peningkatan produksi dahak mungkin tampak berlawanan dengan sistem bronkial yang sehat. Namun, yang terjadi justru sebaliknya, produksi dahak yang bersih dan sehat membuat sistem pernapasan berfungsi dengan baik tanpa adanya sumbatan mukus yang lengket.
  • Mengurangi stres. Suplemen licorice diketahui dapat melegakan kelenjar adrenal yang terus-terusan memproduksi hormon adrenalin dan kortisol. Ekstrak akar licorice dapat menstimulasi kelenjar adrenal, yang kemudian dapat mempromosikan tingkat kortisol yang sehat dalam tubuh.
  • Membantu pengobatan kanker. Beberapa studi menyebutkan bahwa akar licorice berpotensi membantu pengobatan kanker payudara dan prostat. Di Cina, ini sudah dijadikan salah satu perawatan kanker. Namun, belum di AS karena masih menanti studi lebih lanjut.

Peppermint merupakan tanaman aromatik yang terbuat dari campuran watermint dan spearmint. Peppermint biasanya digunakan untuk menambah rasa atau pengharum makanan, kosmetik, sabun, pasta gigi, obat kumur, dan lain-lain. Daun peppermint (Mentha piperita)—segar maupun dikeringkan—dapat dikonsumsi sebagai teh.

Peppermint populer sebagai pengobatan tradisional, khususnya karena memiliki efek menenangkan. Biasanya peppermint digunakan untuk mengobati perut kembung, nyeri haid, diare, mual, kecemasan terkait depresi, nyeri otot dan saraf, pilek, gangguan pencenaan, dan sindrom iritasi usus besar (IBS).

Mengutip dari laman MedicalNewsToday, meskipun belum ada bukti ilmiah untuk mengonfirmasi keampuhan atau keamanan peppermint, tapi University of Maryland Medical Center, AS, memberi catatan penting bahwa peppermint dapat membunuh beberapa jenis virus, jamur, dan bakteri.

Jika semua manfaat dari semua kandungan teh detoks yang dijabarkan di atas dikombinasikan dan dikonsumsi secara benar, tentunya dapat memberikan manfaat baik bagi tubuh seperti yang Meghan Markle rasakan. Meski demikian, hindari hanya mengandalkan teh detoks untuk pola hidup sehat Anda. Kombinasikan dengan pola makan sehat bergizi seimbang, olahraga secara rutin, istirahat cukup, dan kelola stres dengan baik untuk hasil yang optimal. Jadi, mana teh favorit Meghan yang ingin Anda coba?

[RVS]

Lanjutkan Membaca ↓