Awas, Obesitas Rentan Picu 12 Jenis Kanker Ini!

Oleh Bobby Agung Prasetyo pada 30 May 2018, 18:03 WIB
Obesitas dapat menimbulkan komplikasi, seperti diabetes dan penyakit jantung. Menurut data, obesitas juga rentan picu 12 jenis kanker ini!
Awas, Obesitas Rentan Picu 12 Jenis Kanker Ini! (Elnur/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Obesitas adalah kondisi berat badan tubuh yang meningkat dan melebihi indeks massa tubuh (IMT) yang seharusnya. Anda dapat menghitung IMT dengan rumus: berat badan (kg) : tinggi badan (cm) x tinggi badan (cm).

Klasifikasi internasional IMT oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk populasi Asia-Pasifik adalah sebagai berikut:

  • IMT < 18.5 kg/m2 = kekurangan berat badan (underweight)
  • IMT 18.5 – 22.9 kg/m2 = berat badan normal
  • IMT 23.0 – 24.9 kg/m2 = kelebihan berat badan (overweight)
  • IMT 25.0 – 29.9 kg/m2 = obesitas derajat I
  • IMT > 30.0 kg/m2 = obesitas derajat II

Obesitas dapat terlihat secara jelas dari bentuk fisik. Sebagian besar pasien memeriksakan diri dengan masalah terkait peningkatan berat badan yang berlebihan, dan bentuk tubuh yang tidak proporsional. Tak sedikit juga pasien yang datang dengan melaporkan beragam gangguan kesehatan.

Penumpukan lemak di dalam tubuh jelas dapat menyebabkan timbulnya berbagai macam penyakit. Obesitas diketahui dapat menimbulkan komplikasi seperti diabetes, tekanan darah tinggi, hingga penyakit jantung. Namun, tahukah Anda bahwa obesitas juga dapat memicu 12 jenis kanker?

Kondisi obesitas erat dengan 12 jenis kanker ini

Sejumlah kalangan medis telah merekomendasikan berbagai pencegahan gangguan kesehatan obesitas dalam upaya pencegahan munculnya 12 jenis kanker. Berdasarkan data milik World Cancer Research Fund (WCRF) yang telah dihimpun selama beberapa dekade, terdapat bukti bahwa obesitas erat kaitannya dengan 12 jenis kanker, yakni:

Cegah kanker mulai dari sekarang!

WRCF mengimbau masyarakat untuk menjaga berat badan yang sehat dengan beragam cara, seperti olahraga secara rutin, menerapkan pola makan sehat, serta menghindari makanan yang tinggi kalori. Masyarakat juga harus membatasi konsumsi daging merah, menghindari minuman manis, mengurangi konsumsi makanan olahan, serta membatasi konsumsi minuman beralkohol. Tak hanya itu, imbauan dari WCRF juga mengingatkan Anda agar tidak bergantung pada suplemen makanan.  Selain itu Anda perlu tahu secara mendalam mengenai berbagai manfaat dari menyusui bayi.

Menurut para ahli, jenis minuman ini juga dikaitkan dengan kanker karena dapat menyebabkan kenaikan berat badan yang berujung pada obesitas. Organ tubuh yang “bersentuhan” dengan minuman ini, mulai dari mulut hingga pencernaan, bisa saja menjadi risiko tumbuhnya kanker.

Alkohol turut dikaitkan dengan kanker payudara, hati, mulut, usus, tenggorokan, kerongkongan, dan perut. Menurut para peneliti, bila gaya hidup tidak sehat ini terus dilakukan, persentase pengidap kanker bisa meningkat sampai 58 persen pada tahun 2035. Kondisi ini dapat menyebabkan kematian hingga 24 juta jiwa per tahun.

Berdasarkan pemahaman di atas, tentu kita harus sadar bahwa obesitas amat berbahaya bagi kesehatan tubuh. Berdasarkan pemaparan dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter, mengatur porsi makan adalah hal penting yang harus dilakukan sejak dini.

“Hindari makanan yang berlemak, terutama aneka makanan gorengan, dan manis-manis, dan kurangi konsumsi minuman bersoda. Mencegah obesitas dan memperbaiki pola makan dapat berdampak positif bagi kesehatan jantung dan tubuh secara keseluruhan dalam jangka panjang,” ujar dr. Karin.

Kini Anda telah mengetahui bahwa obesitas tak hanya dapat menyebabkan komplikasi seperti diabetes, penyakit jantung, dan tekanan darah tinggi, tapi juga rentan memicu 12 jenis kanker. Oleh karena itu, demi kesehatan yang lebih baik di masa mendatang, cegahlah berbagai ancaman tersebut dengan menerapkan pola hidup sehat mulai hari ini!

[RN/ RVS]